Berita Populer
GORONTALO TERPOPULER: Pekerja Bendungan Tewas - Kejari Gorut Cari Barang Bukti Kasus Korupsi
Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Jumat (9/5/2025).
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berita-populer-9-Mei.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Jumat (9/5/2025).
Gorontalo populer ini merupakan berita lokal yang paling banyak dibaca sejak hari Kamis (8/5) kemarin.
Berita pertama mengenai pekerja proyek bendungan Bulango Ulu tewas akibat blasting.
Selanjutnya, 80 persen badut lampu merah berasal dari luar Kota Gorontalo.
Terakhir, Kejari Gorontalo Utara mencari barang bukti korupsi proyek pembangunan masjid.
BREAKING NEWS: Satu Pekerja Meninggal Akibat Blasting Proyek Bendungan Bulango Ulu Gorontalo
Seorang pekerja meninggal dunia usai mengalami kecelakaan kerja di proyek pembangunan Bendungan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Pekerja yang belum diketahui identitasnya itu sempat terjatuh saat proses peledakan (blasting) pada Senin (5/5/2025).
Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro mengatakan pihaknya tengah menyelidiki kronologi kejadian.
“Saat ini masih kita dalami apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian. Mohon rekan-rekan media bersabar karena proses penyelidikan masih berlangsung,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, pada Rabu (7/5/2025).
Menurut Kapolres, korban diduga cedera berat saat insiden itu terjadi.
"Korban mengalami benturan. Ketika dibawa ke rumah sakit, nyawanya sudah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.
80 Persen Badut di Lampu Merah Bukan Warga Kota Gorontalo, Terungkap Sewa Kostum & Eksploitasi Anak
Terungkap fakta-fakta mengejutkan di balik senyum kostum warna-warni badut jalanan di Kota Gorontalo.
Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat kini tengah melakukan penertiban terhadap keberadaan para badut liar ini.
Para badut dinilai membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Hal itu berdasarkan operasi yang baru-baru ini dilakukan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Perlindungan dan Jaminan Sosial (Rehsos dan Limjamsos) Dinas Sosial Kota Gorontalo, Herson Tahir, menegaskan bahwa tindakan ini semata-mata demi keamanan dan ketertiban ruang publik.
"Bukan kita tidak suka dengan mereka. Mereka ini identik dengan hiburan. Yang salah adalah mereka melakukan itu di tempat-tempat yang tidak semestinya," ujar Herson, Kamis (8/5/2025).
Geledah 2 Lokasi, Kejari Gorontalo Utara Endus Barang Bukti Korupsi Proyek Masjid Rp 6,8 M
Kejaksaan Negeri (Kejari) Gorontalo Utara gencar membongkar dugaan praktik korupsi proyek pembangunan lanjutan Masjid Blok Plan Kabupaten Gorontalo Utara.
Informasinya, proyek itu dilakukan tahun Anggaran 2022. Nilainya tak sedikit. Melalui anggaran daerah, proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 6,8 miliar.
Dalam tiga hari terakhir, tim Satuan Khusus Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kejari Gorut melakukan serangkaian penggeledahan.
Dua lokasi penggeledahan merupakan titik strategis. Dari lokasi inipun, pihak kejari menyita sejumlah barang bukti.
Kejari meyakini, barang bukti ini krusial dan dapat digunakan sebagai petunjuk pengungkapan kasus ini.
Penggeledahan pertama dilakukan pada Senin, 5 Mei 2025, menyasar Kantor CV Nafa Karya yang berlokasi di Jalan Ketimun, Lingkungan III, Kelurahan Tikala Baru, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Perusahaan ini diduga kuat terlibat dalam pengerjaan proyek pembangunan masjid tersebut.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.