Sabtu, 14 Maret 2026

Human Interest Story

Rafikli Mukimu Pemuda Asal Popayato Gorontalo, dari Kecintaan pada Kopi hingga Berani Berwirausaha

Roasting sendiri artinya proses pemanggangan biji kopi untuk mengeluarkan aroma dan rasa yang terkunci di dalam biji kopi tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Rafikli Mukimu Pemuda Asal Popayato Gorontalo, dari Kecintaan pada Kopi hingga Berani Berwirausaha
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
HUMAN INTEREST STORY-Cerita Rafikli Mukimu (26) pemuda asal Desa Persatuan Kecamatan Popayato Barat Kabupaten Pohuwato, Gorontalo rintis usaha kopi di dalam kampus satu UNG, Rabu (23/4/2025), Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo--Rafikli Mukimu (26) pemuda asal Desa Persatuan Kecamatan Popayato Barat Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo merintis usaha dengan berjualan kopi.

Saat ditemui Tribun Gorontalo, Rabu malam (23/4/2025) Rafikli menceritakan awal ia membuka usaha kopi tersebut.

Ia menjelaskan alasan membuka usaha kopi ini dimulai dari kecintaannya terhadap kopi.

"Karena sudah lama menikmati kopi, kemudian mulai belajar membuat kopi, semua berawal dari rasa penasaran itu sehingga ada niat buat usaha," ungkapnya.

Selain itu dorongan kuat untuk membuka usaha ini karena dalam lingkaran pertemanannya penyuka kopi.

HUMAN INTEREST STORY-Cerita Rafikli Mukimu (26) pemuda asal Desa Persatuan Kecamatan Popayato Barat Kabupaten Pohuwato, Gorontalo rintis usaha kopi di dalam kampus satu UNG, Rabu (23/4/2025), Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga.
HUMAN INTEREST STORY-Foto TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. Rafikli Mukimu, pemuda asal popayato merintis usaha di Gorontalo

Baca juga: Hasil Rekapitulasi PSU Gorontalo Utara, Thariq-Nurjana Unggul 2.640 Suara dari Roni-Ramdan

Akhirnya pada Juni 2024 Rafikli memutus untuk merintis usaha seorang diri.

"Sebelum membuka usaha, teman-teman yang sering nongkrong dengan saya memang suka kopi, jadi saya membulatkan tekad untuk membuka usaha ini," terangnya.

Rafikli memulai usaha kopi di tahun 2024, dan saat itu ia belum lama lulus dari perguruan tinggi, dan langsung berinisiatif membuka usaha kopi.

Dengan modal sendiri tanpa bantuan dari orang tua, Rafikli membuka usahanya dengan modal seadanya.

"Ini modal sendiri, mungkin beberapa bantuan dari teman berupa konsep dan juga bantuan alat," jelasnya.

Baca juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces Kamis 24 April 2025: Cinta, Kesehatan, Karir dan Keuangan

Dengan modal awal Rp10 juta lebih akhirnya Rafikli bisa membeli lapak dan alat-alat seadanya.

Seiring berjalannya waktu, Rafikli mengganti alat racikan kopi dengan alat yang lebih canggih.

"Berjalan waktu, alat-alat di upgrade terus, awal-awal memang saya masih pinjam," jelasnya.

Usaha kopi milik Rafikli ini diberi nama Roastopoeia

Dia menyebutkan filosofi dari nama diambil dari dua kata Roasting dan Onomatopoeia.

Roasting sendiri artinya proses pemanggangan biji kopi untuk mengeluarkan aroma dan rasa yang terkunci di dalam biji kopi tersebut.

Sementara onomatopoeia artinya bunyi-bunyian. Diambil nama ini karena dulunya sama dengan judul skripsinya.

"Ini digabung antara keterkaitan dengan kopi dan juga penelitian jadi satu nama usaha," tegasnya.

Saat ini, Rafikli dibantu oleh sepupunya berjualan, karena ia siang hari harus bekerja dan pulang nanti saat malam hari.

"Saya dibantu oleh sepupunya yang saya jadikan sebagai karyawan," tuturnya.

Menariknya usaha ini bukan hanya menawarkan kopi yang berfokus pada rasa saja, akan tetapi terdapat satu minuman sebagai herbal (obat).

Baca juga: BREAKING NEWS: KPU Gorontalo Utara Tetapkan Hasil Rekapitulasi Suara PSU Pilkada 2024

Nama produknya Chamomile, Teh bunga chamomile ini kaya antioksidan yang berperan penting dalam meningkatkan rasa kantuk dan mencegah insomnia dan membantu relaksasi tubuh apalagi Rafikli menambahkan dengan madu.

Rafikli mengaku sejauh ini pembeli masih relatif standar. Biasanya ia meraup cuan Rp200 ribu per harinya.

"Sejauh ini saya melihat masih relatif standar," ungkapnya.

 Namun tantangan yang dihadapinya yaitu faktor cuaca yang tidak menentu, biasanya di saat hujan pembeli akan menurun.

"Kalau hujan itu menurun pembeli kan tempat ini juga outdoor," tegasnya.

Kedai ini buka dari Senin-Sabtu, dimulai pukul 10.00 Wita hingga 00.00 Wita.

Untuk harga sendiri dimulai dari harga Rp10 ribu hingga Rp13 ribu. Untuk harga kopinya sangat terjangkau.

Hal itu dikarenakan sasaran pasar dari kedai ini adalah anak-anak kampus sehingga menyesuaikan dengan harga anak kuliahan.

Baca juga: Bacaan Doa Pagi Hari Kamis, Pembuka Pintu Rezeki hingga Dilindungi dari Malapetaka

Biasanya yang sering ngopi di tempatnya adalah mahasiswa lalu dosen-dosen yang bertugas di kampus tersebut.

Untuk alamat kedai ini berada di dalam kampus satu UNG tepat disamping dengan perpustakaan lama dan sekitar lapangan catur. (*)

 

(Reporter TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved