Berita Politik Nasional
Keputusan Prabowo Utus Jokowi ke Pemakaman Paus Fransiskus Picu Pertanyaan: Mengapa Bukan Gibran?
Mereka mempertanyakan keputusan Presiden terpilih Prabowo Subianto menunjuk mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri upacara pemakaman Paus Fra
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/COVER-VIDEO-Ketika-Jokowi-malah-yang-diutus-Presiden-Prabowo-k.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Sebuah pertanyaan mencuat di kalangan politisi dan pengamat.
Mereka mempertanyakan keputusan Presiden terpilih Prabowo Subianto menunjuk mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri upacara pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan, yang dijadwalkan pada 26 April 2025.
Aria Bima, seorang politikus senior dari PDI Perjuangan (PDIP), secara terbuka mempertanyakan alasan di balik keputusan ini.
Ia menyoroti ketidakikutsertaan Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
"Saya mempertanyakan, kenapa enggak wakil presiden yang berangkat itu lho?" ujar Aria Bima di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Pernyataan ini segera menjadi sorotan, mengingat posisi Gibran sebagai wakil presiden terpilih.
Ia diharapkan dapat berperan aktif dalam berbagai agenda kenegaraan, termasuk diplomasi internasional.
Meskipun mempertanyakan, Aria Bima mengakui bahwa Prabowo memiliki pertimbangan tersendiri dalam menunjuk Jokowi, yang notabene adalah presiden ke-7 Republik Indonesia.
"Saya kira yang tau adalah Pak Prabowo ya. Tanyakan pada pemerintah, karena itu sudah diputuskan oleh presiden kalau tidak salah untuk menjadi utusan ke Vatikan," katanya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa dirinya tidak dalam posisi untuk menyetujui atau menolak keputusan yang telah diambil oleh presiden terpilih tersebut.
"Saya tidak dalam bicara setuju dan tidak setuju karena sudah diputuskan oleh presiden. Kalau belum tak kasih saran," tegas Aria.
Selain Jokowi, delegasi Indonesia yang ditunjuk oleh Prabowo juga terdiri dari tokoh-tokoh penting lainnya, termasuk Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono; Ignasius Jonan; dan Menteri HAM, Natalius Pigai.
Pengumuman resmi mengenai delegasi ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Rabu (23/4/2025) di Gedung Kementerian Sekretariat Negara.
"Atas nama pemerintah Indonesia bapak presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk mengutus beberapa tokoh untuk ikut menghadiri acara pemakaman di Vatikan," jelas Prasetyo.
Rencananya, delegasi Indonesia akan segera bertolak ke Vatikan, dengan perkiraan keberangkatan pada hari ini atau Jumat.
Pemerintah saat ini tengah memfinalisasi detail teknis terkait perjalanan delegasi tersebut.
Keputusan Prabowo untuk mengutus Jokowi, dan tidak menyertakan Gibran dalam delegasi penting ini, memicu berbagai spekulasi dan diskusi di kalangan pengamat politik.
Beberapa pihak menilai bahwa penunjukan Jokowi mungkin didasarkan pada pengalamannya dalam diplomasi internasional serta kedekatannya dengan berbagai pemimpin dunia.
Sementara itu, pertanyaan mengenai peran Gibran dalam agenda internasional pemerintahan mendatang terus menjadi perhatian.
Langkah Prabowo ini menjadi sorotan utama menjelang pelantikan dirinya dan Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029 pada 20 Oktober 2024.(*)
| Jokowi Dipastikan Hadir di Rakernas PSI Makassar Hari Ini, Kaesang Singgung Ketua Dewan Pembina |
|
|---|
| Ribka Tjiptaning Sindir Ketum Parpol yang “Hanya Panggul Beras” Saat Bencana Sumatera |
|
|---|
| Muhamad Mardiono Resmi Pimpin PPP, Simak Profil dan Rekam Jejaknya |
|
|---|
| Eksodus Aktivis Mahasiswa ke AMPI: Ratusan Kader HMI hingga PMII Gabung Sayap Golkar |
|
|---|
| Picu Polemik, Dedy Nur Palakka Cabut Pernyataan Kontroversialnya yang Sebut Jokowi "Layak Jadi Nabi" |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.