Berita Ekonomi Gorontalo
Ekspor Perikanan Gorontalo ke Luar Negeri Anjlok, Sektor Lain Justru Moncer
Sektor perikanan Provinsi Gorontalo mencatatkan penurunan ekspor yang cukup dalam pada triwulan pertama tahun 2025.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sektor perikanan Provinsi Gorontalo mencatatkan penurunan ekspor yang cukup dalam pada triwulan pertama tahun 2025.
Data terbaru dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Gorontalo menunjukkan penurunan signifikan baik dari sisi volume maupun nilai ekspor produk perikanan.
Kepala Bea Cukai Gorontalo, Ade Zirwan melalui laporan tertulis kepada TribunGorontalo menjelaskan, pada Januari 2025, volume ekspor perikanan Gorontalo masih berada di angka 23.173,60 kg.
Namun, memasuki Maret, angka tersebut terjun bebas menjadi hanya 12.464,90 kg.
Kondisi serupa juga terjadi pada nilai ekspor, yang menyusut 27,45 persen dari $83.155,80 (sekitar Rp1.34 miliar dengan asumsi kurs Rp16.100 per USD) pada Januari menjadi hanya $60.339,30 (sekitar Rp971,46 juta) di bulan Maret.
Dua komoditas andalan, Live Blood Cockle (kerang darah hidup) dan Fresh Yellowfin Tuna (tuna sirip kuning segar), menjadi penyumbang utama penurunan ini.
Ekspor kerang darah hidup merosot tajam dari 17.331 kg menjadi hanya 7.076 kg, dengan nilai ekspor yang juga terpangkas lebih dari separuhnya.
Sementara itu, ekspor tuna sirip kuning segar juga mengalami penurunan drastis dari 946 kg menjadi 298,80 kg.
Di tengah lesunya ekspor perikanan, angin segar justru berhembus dari sektor kehutanan dan perkebunan Gorontalo.
Komoditas unggulan Wood Pellet (pelet kayu) mencatatkan kinerja ekspor yang fantastis, mencapai 73.370.428 kg dengan nilai ekspor menyentuh $10.199.955,56 (sekitar Rp164,22 miliar).
Tak hanya itu, produk-produk andalan lain seperti Frozen Coconut Cream (santan beku) dan Crude Coconut Oil (minyak kelapa mentah) juga menunjukkan tren peningkatan volume dan nilai ekspor.
Berkat kinerja gemilang sektor kehutanan dan perkebunan, total ekspor Gorontalo pada triwulan pertama 2025 masih mampu mencapai $10.850.272,58 (sekitar Rp174,79 miliar) dengan total volume 73.686.841,50 kg.
Kontribusi positif dari kedua sektor ini berhasil mengkompensasi penurunan ekspor perikanan, menjaga stabilitas kinerja ekspor secara keseluruhan.
Meskipun demikian, penurunan ekspor perikanan tetap menjadi perhatian serius.
Pemerintah daerah dan para pelaku usaha di sektor ini perlu segera mencari solusi untuk mengatasi tantangan ini.
Upaya peningkatan teknologi pengolahan hasil laut dan penguatan jaringan distribusi untuk memperluas jangkauan pasar ekspor menjadi krusial.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fgethwhyt.jpg)