Minggu, 8 Maret 2026

Gempa Bumi

Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Kamis Sore 24 April 2025 Guncang Wilayah Papua

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa pusat gempa berada pada koordinat 1,45 Lintang Selatan dan 137,09 Buj

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Kamis Sore 24 April 2025 Guncang Wilayah Papua
bmkg
GEMPA BUMI -- Gempa bumi baru saja terjadi Kamis sore 24 April 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Gempa bumi dengan magnitudo 3,7 mengguncang wilayah selatan Papua pada Kamis sore, 24 April 2025 pukul 16.32 WIT.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa pusat gempa berada pada koordinat 1,45 Lintang Selatan dan 137,09 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.

Episentrum gempa terletak di daratan, tepatnya di sekitar Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan — wilayah paling timur Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

Getaran dilaporkan terasa ringan oleh beberapa warga di sekitar Sota dan distrik tetangga seperti Naukenjerai dan Elikobel.

Tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat kejadian ini.

BMKG menjelaskan bahwa gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini—yakni sekitar 10 kilometer dari permukaan bumi—cenderung menghasilkan getaran yang cukup terasa di permukaan, meskipun kekuatan magnitudonya relatif kecil.

"Gempa dangkal seperti ini biasanya terjadi akibat aktivitas sesar lokal atau rekahan kerak bumi dangkal di zona non-subduksi," jelas salah satu petugas teknis di Stasiun Geofisika Jayapura.

Kabupaten Merauke sendiri bukan termasuk wilayah dengan frekuensi gempa tinggi dibandingkan wilayah lain di Papua seperti Pegunungan Bintang atau wilayah utara Nabire.

Namun, aktivitas tektonik tetap mungkin terjadi mengingat kompleksitas geologi Papua yang berada di antara dua lempeng besar, yakni Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik.

Pihak BPBD Kabupaten Merauke mengimbau warga tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, meskipun kemungkinan itu kecil.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan segera menginformasikan jika ada perkembangan lanjutan," ujar Kepala BPBD Merauke, Markus A. Tabuni.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya edukasi mitigasi bencana gempa, khususnya di daerah perbatasan yang cenderung minim infrastruktur peringatan dini.

Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan tetap siaga dan memanfaatkan informasi resmi dari BMKG untuk menghindari kepanikan akibat kabar simpang siur.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved