Paus Fransiskus Meninggal Dunia
Sosok Paus Fransiskus Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun
Paus Fransiskus (88) Pemimpin Umat Katolik menghembuskan nafas terakhir pada hari ini Seni (21/4/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sosok-Paus-Fransiskus-dvgfsgdf.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Paus Fransiskus (88) Pemimpin Umat Katolik menghembuskan nafas terakhir pada hari ini Seni (21/4/2025).
Diketahui bahwa Paus sempat mendapatkan perawatan pada bulan februari lalu karena penyakit Bronkitis Kronis, dan sempat keluar dari rumah sakit 23 Maret lalu.
Lantas bagaimana sosok dari Paus Fransiskus ?
Sosok Paus Fransiskus
Paus Fransiskus merupakan Paus Gereja Katolik ke-266 yang terpilih pada Konklaf Kepausan pada 13 Maret 2013, menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri.
Sebelumnya, Paus merupakan Uskup Agung Buenos Aires, Argentina dan Paus pertama dari benua Amerika.
Paus Fransiskus memilih nama Fransiskus untuk menghormati Santo Fransiskus dari Asisi.
Fransiskus lahir sebagai Giovanni Francesco di Bernardone (1181/1182) di Asisi, merupakan putra saudagar kain dan ibunya seorang bangsawan.
Ia memilih meninggalkan semua itu, lalu mengabdikan diri kepada sesama demi kemanusiaan dan kemiskinan.
Fransiskus dari Asisi, mendirikan Ordo Fransiskan atau Ordo saudara-saudara Dina.
Semangat dan kepedulian terhadap sesama, solidaritas pada kaum miskin, dan kesederhanaan dalam hati serta pikiran yang dicontoh oleh Paus.
Baca juga: Paus Fransiskus Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun, Ini Penyebabnya
Dengan memilih nama, Fransiskus, Kardinal Jorge Mario Bergoglio berkeinginan ingin menjadi ‘Paus milik rakyat’, mengatualisasikan arah pastoral gereja yaitu solider. Artinya berpihak pada orang kecil, tersisih dan membumi atas dasar sikap iman.
Perjalanan Karier Paus Fransiskus
Seperti yang dilansir dari Vatican.va, jika Paus Fransiskus lulus dari teknisi kimia dan memilih jalan imamat, memasuki Seminari Keuskupan Villa Devoto.
Kemudian pada tanggal 11 Maret 1958, memasuki novisiat Serikat Jesus. Paus Fransiskus menyelesaikan studi humaniora di Chili dan kembali ke Argentina pada tahun 1963, dengan gelar filsafat dari Colegio de San José di San Miguel.
Pada tahun 1964-1965, Paus Fransiskus mengajar sastra dan psikologi di Immaculate Conception College di Santa Fé, lalu pada tahun 1966 mengajar mata pelajaran yang sama di Colegio del Salvatore, Buenos Aires. Pada tahun 1967-1970, ia belajar teologi dan memperoleh gelar dari Colegio San José.
Tanggal 13 Desember 1969, ia ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agung Ramón José Castellano. Kemudian, melanjutkan pendidikannya pada tahun 1970-1971 di Universitas Alcalá de Henares, Spanyol, dan pada tanggal 22 April 1973 mengucapkan kaul kekalnya bersama para Yesuit.
Paus Fransiskus di Argentina, menjadi magister novis di Villa Barilari, San Miguel; profesor di Fakultas Teologi San Miguel; konsultan untuk Provinsi Serikat Yesus, dan juga Rektor Colegio Máximo di Fakultas Filsafat dan Teologi.