Berita Viral
Bidan di Dairi Viral Gegara Nekat Kemudikan Ambulans Demi Selamatkan Ibu-ibu yang Hendak Melahirkan
Seorang bidan asal Dairi, Sumatera Utara viral di media sosial. Dirinya viral usai menolong ibu-ibu yang hendak melahirkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fsghrsthjyrj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang bidan asal Dairi, Sumatera Utara viral di media sosial.
Dirinya viral usai menolong ibu-ibu yang hendak melahirkan.
Bidan ini nekat mengemudikan ambulans yang kebanyakan sering dibawa oleh pria.
Dengan konsentrasi penuh, bidan ini mengemudikan ambulans dengan sangat apik.
Dilansir dari TribunJatim.com, Salah satu yang mengunggah video tersebut adalah akun Instagram @TKPMEDAN.
Sirine terdengar berbunyi keras.
Sementara bidan tersebut tampak konsentrasi penuh agar tidak terjadi kecelakaan di jalur yang tampak sepi.
Aksi tersebut mendapat pujian dari netizen.
Beberapa netizen menganggap bahwa bidan tersebut dinilai serba bisa.
Baca juga: Diduga Mabuk hingga Tabrak 23 Motor, Sopir Mobil Listrik di Jakarta Viral Nyaris Dihajar Massa
Pasalnya ia nekat mengendarai mobil ambulans yang kebanyakan dikemudikan oleh para lelaki.
Terkait hal itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi mengaku masih belum mengetahui di mana lokasi pasti yang dimaksud.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, Frisda Turnip mengatakan, pihaknya saat ini tengah mencari siapa sosok bidan yang viral di media sosial tersebut.
"Belum tahu kita Pak. Belum ada yang bisa diminta info yang sebenarnya, mungkin karena masih hari besar (libur Wafat Isa Almasih)," kata Frisda kepada Tribun Medan.
Pihaknya kemungkinan akan memanggil pihak terkait untuk mencari tahu siapa sosok bidan tersebut.
"Belum mendapatkan info langsung dari yang bersangkutan. Hari Senin kita panggil (pihak dari seluruh puskesmas), " tandasnya.
Kini terungkap sudah sosok sang bidan.
Diketahui sosok bidan tersebut adalah Doya Berutu asal Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Kepala Puskesmas Parongili, Rismawaty Dokoksaribu bercerita kejadian bidan Doya Berutu menjadi sopir ambulans pada Selasa (15/4/2025).
Hari itu, bidan Doya Berutu tengah menangani pasien seorang ibu hamil asal Desa Palipi, Kelurahan Parongli.
Ibu hamil tersebut datang ke Puskesmas Parongli, tempat dimana Doya Berutu bertugas.
Baca juga: Viral Petani Sulsel Temukan Uang Rp 22 Juta di Bawah Lantai Rumah, Rupanya Dibawa Kabur Tikus
Menurut Risma, pasien datang dalam kondisi ketuban sudah pecah.
"(air ketuban) pecah dini, jadi harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Sidikalang," jelasnya, seperti dikutip dari Kompas.com.
Secara medis kondisi tersebut bisa membahayakan kondisi ibu dan bayi dalam kandungan.
"Takutnya terjadi infeksi pada tubuh ibu dan bayi," katanya.
Oleh karena itulah petugas bersama bidan Doya sigap mengambil tindakan.
"Keselamatan mereka inilah yang kami pikirkan," katanya.
Namun ketika hendak ke rumah sakit, ambulans yang siaga justru tak memiliki sopir.
Kata Risma, sopir yang biasa mengemudikan ambulans sudah dirumahkan akibat kebijakan pemerintah.
"Sopir ini kan sudah tidak terikat lagi karena dirumahkan," katanya.
Mereka juga sempat menghubungi sang sopir, tapi sayangnya saat itu ia menolak.
Baca juga: Gerobak Pentol Goreng di Kalsel Viral Karena Mirip dengan Miniatur Rumah Mewah, Dibuat dari Rotan
"Saya tetap hubungi dia untuk membantu. Sayangnya, dia lagi ada kerjaan, jadi tidak bisa," katanya.
Rismawaty melanjutkan, berdasar hasil perundingan, maka bidan Doya memberanikan diri mengendarai sendiri ambulans tersebut.
"Doya bersedia untuk menyetir karena memang situasinya genting sekali," katanya.
Berkat keberanian bidan Doya, proses persalinan pasien pun berjalan lancar.
"Ibu dan bayinya sehat dan sudah kembali ke rumah," kata Risma.
Sebelumnya, kisah penumpang melahirkan di pesawat juga sempat menjadi perbincangan hingga viral di media sosial.
Proses persalinan pun begitu cepat tak sampai 15 menit.
Beruntungnya, dalam pesawat tersebut ada seorang wanita berprofesi sebagai bidan.
Bidan tersebut gercep usai pramugari membuat pengumuman bahwa ada penumpang yang akan melahirkan.
Tak pikir lama, bidan tersebut langsung beraksi.
Aksi heroik ini datang dari bidan bernama Tessa Siswina.
Baca juga: Panik Minta Sup Dikeluarkan, Emak-emak di Hajatan Rebutan Mic Biduan, Kini Minta Maaf Karena Viral
Bidan Tessa Siswina berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan membantu persalinan seorang penumpang berinisial RS di dalam pesawat.
Momen mengharukan ini terekam dan tersebar luas di media sosial.
Dikutip dari Tribun Pekanbaru, rekaman tersebut menunjukkan bagaimana seorang profesional kesehatan mampu memberikan pertolongan di saat yang genting.
Saat itu, seorang penumpang yang tengah hamil merasa hendak melahirkan di pesawat.
Situasinya genting, apalagi pesawat rute Pontianak-Surabaya.
Penerbangan ini memerlukan waktu sekitar 1 jam 40 menit.
Di tengah kegentingan, tidak mungkin pesawat mendarat untuk menemukan fasilitas kesehatan.
Beruntung, salah satu penumpang di pesawat tersebut merupakan seorang bidan.
Tessa yang merupakan dosen di Poltekkes Pontianak, saat itu tengah berada dalam satu pesawat dengan penumpang yang melahirkan.
Diketahui, kejadian penumpang melahirkan di pesawat ini terjadi pada Selasa (11/3/2025).
Tessa mengisahkan, saat itu pesawat Pontianak-Surabaya yang semula dijadwalkan berangkat jam 07.05 WIB mengalami delay dan berangkat 07.35 WIB.
Baca juga: Gara-gara Tak Terima Dimaki-maki, Polisi di Purworejo Viral Karena Polisikan Juru Parkir
Awalnya ia yang duduk di seat 15 mengaku tak menyadari apa yang terjadi.
Tak lama berselang, ada pengumuman dari pramugari mencari bidan atau dokter.
Ia pun bertanya kepada penumpang yang berada tepat di belakang seatnya.
"Saya nanya kok heboh, apa ada yang mabok di belakang. Ada pengumuman dicari bidan atau dokter, silakan menghubungi petugas,"
"Tapi tidak dijelaskan untuk apa. Pas nanya ke belakang, katanya ada yang mau lahiran," ujarnya, Rabu (12/3/2025).
Ia pun mengonfirmasi ke pramugari bahwa ia adalah seorang bidan dengan menunjukkan identitas diri.
Tessa pun menghampiri dan melihat si ibu yang sudah di posisi sudah mau lahiran.
Namun usia kandungan si ibu masih 33 minggu.
"Pramugari menjelaskan bahwa si ibu mau melahirkan, tapi baru 33 minggu," kata Tessa.
Hal itu membuatnya harus melakukan tindakan medis secepatnya.
Dia meminta para petugas pesawat membantu menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan.
Baca juga: Curanmor di Gresik Viral Beraksi saat Salat Subuh, Nyamar Pakai Sarung dan Peci, 2 Menit Motor Raib
"Ya udah, saya bilang, kita lahiran di belakang pesawat dengan dialaskan plastik, di situ semua pramugari dan pramugara sigap membantu," ujarnya.
Ia pun mengapresiasi kelengkapan alat meskipun di pesawat.
Tessa bahkan merasa salut dengan maskapai Citilink, lantaran mempunyai peralatan untuk pertolongan proses persalinan.
"Sarung tangan sampai untuk gunting tali pusar ada, sangat terbantu sekali. Hanya obat-obatan persalinan aja yang saya cek kurang," ujarnya.
Prosesnya diakui Tessa berlangsung cepat, tepat 08.15 ia berlari ke belakang dan menyiapkan alat.
"Tidak sampai 15 menit sepertinya, pas di ketinggian 35.000 kaki. Jadi agak merinding juga, tapi alhamdulillah Allah kasih kemudahan, bayinya lahir sehat dan menangis," ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.