Gorontalo Outer Ring Road
Kurangnya Penerangan, Warga Keluhkan Lampu di Jalan GORR Tidak Menyala, Khawatir Terjadi Kecelakaan
Warga Desa Talulobutu, Kecamatan Tapa, Bone Bolango, mengeluhkan sejumlah lampu jalan di Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang tidak menyala.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jalan-GOOR-gfhghdsafv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Warga Desa Talulobutu, Kecamatan Tapa, Bone Bolango, mengeluhkan sejumlah lampu jalan di Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang tidak menyala.
Menurut Heppy, salah satu warga, lampu jalan di sisi utara tidak menyala hampir semua.
"Kalau lampu bagian utara ini tidak menyala hampir semua," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (19/4/2025)
Sementara lampu di seberang bagian selatan masih menyala, meski demikian penerangan di area ini masih kurang.
Heppy khawatir dengan kekurangan penerangan malam hari akan mengakibatkan kecelakaan.
Apalagi banyak pengendara yang mengalami kecelakaan di jalan GORR tersebut.
Baca juga: Bawaslu RI Pantau Langsung PSU di Gorontalo Utara: Semoga Tak Ada PSU Kedua
"Jalan GORR ini biar pun bebas hambatan tapi memang sering terjadi kecelakaan, jadi perlu fasilitas yang memadai agar mengurangi kecelakaan itu," terangnya.
Pemasangan tiang lampu telah dilakukan sejak tahun 2024, namun sampai sekarang lampu di sisi utara tidak pernah menyala.
"Pertama dites menyala tapi cuman dua hari, sampai tahun 2025 ini tidak pernah menyala lagi," jelasnya.
Terdapat sekitar 11 lampu di sisi utara dan selatan yang tidak berfungsi.
Padahal di ujung jalan GOOR ini intensitas kenderaan cukup tinggi.
Ditambah lagi banyak pedagang UMKM yang berjualan.
Selain itu jalan ini pertemuan antara jalur yang dari Kota Gorontalo dai dari Bulango Utara dan Bulango Ulu serta beberapa wilayah lain.
Baca juga: Paula Verhoeven Laporkan Hakim PA ke Komisi Yudisial, Tak Terima Dicap Selingkuh dan Istri Durhaka
Kepala Desa Talulobutu Selatan, Mahdi Jusuf, mengatakan bahwa jalan GORR telah dibangun sejak 2017 dan sangat bermanfaat bagi masyarakat.
"Memang pada saat itu merupakan awal dan banyak rumah warga yang dipindahkan untuk membangunan jalan itu," terangnya.
Jalan yang direncanakan sepanjang 40 kilometer ini dibagi 3 segmen.
"Jalan itu bermanfaat buat masyarakat, baik mempercepat jalan maupun untuk jualan," kata Mahdi kepada TribunGorontalo.com.
Sementara itu, pengguna jalan, Usman Suledei, mengatakan bahwa jalan GORR sangat bermanfaat dalam mempersingkat waktu dari Kabupaten Bone Bolango menuju Kabupaten Gorontalo.
"Saya selalu lewat sini buat ambil ketan di Limboto sana, cepat di sini," kata Usman.
Baca juga: Kebakaran Tempat Usaha Besi Tua di Kawasan Benteng Otanaha Kota Gorontalo
Anggaran Pembangunan Jalan Ringroad Gorontalo
Jalan Ringroad Gorontalo segmen tiga diproyeksikan akan menelan anggaran Rp 740 miliar.
Jalan Gorontalo yang membentang dari Bandara Djalaluddin ke Pelabuhan Gorontalo itu diketahui terbagi dalam tiga segmen kegiatan.
Segmen satu dan dua dihitung dari Bandara Djalaluddin hingga ke Jalan Huduio, Desa Popodu, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Gorontalo.
Untuk kegiatan segmen tiga dari Pelabuhan Gorontalo, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Berdasarkan desain, dengan jarak kurang lebih sekitar 15-16 kilometer.(*)
(Reporter TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.