Berita Sepak Bola
Ancelotti Ogah Mundur Meski Dihina Arsenal, Hanya Akan Tinggalkan Madrid Jika Dipecat
Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari jabatannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEMAIN-Kylan-Mbappe-pasrah-dikalahkan-Arsenal.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari jabatannya.
Hal itu meski ia harus menghadapi tekanan berat usai kekalahan memalukan dari Arsenal.
Kabar ini dilaporkan oleh jurnalis Miguel Angel Diaz dari stasiun radio Spanyol, COPE.
Menurut laporan tersebut, Ancelotti tetap bertekad melanjutkan tugasnya sebagai pelatih kepala Los Blancos.
Pria asal Italia itu hanya bersedia meninggalkan klub jika memang diberhentikan oleh manajemen.
Dengan kata lain, mundur bukanlah opsi yang ada dalam pikirannya saat ini.
Menariknya, Diaz juga menyebut bahwa satu-satunya kemungkinan Ancelotti akan mempertimbangkan pekerjaan lain adalah jika ia benar-benar dipecat oleh Madrid.
Dalam skenario itu, barulah ia akan membuka peluang untuk mengambil alih kursi pelatih Tim Nasional Brasil, yang saat ini sedang kosong.
Musim keempat Ancelotti di masa keduanya bersama Real Madrid sejauh ini memang jauh dari kata mulus.
Meski secara matematis tim masih bersaing di dua kompetisi utama—La Liga dan Liga Champions—realitanya kans untuk mengangkat trofi tampak semakin menipis.
Ancelotti pun tidak luput dari kritik. Banyak pihak menilai dirinya harus memikul tanggung jawab besar atas performa tidak konsisten Madrid musim ini.
Bahkan, rumor soal pengganti dirinya mulai menguat, dengan nama Xabi Alonso santer disebut-sebut sebagai calon utama yang akan mengambil alih kursi pelatih musim depan.
Di tengah semua spekulasi itu, Ancelotti tetap bungkam.
Ketika ditanya soal masa depannya, pelatih yang telah meraih berbagai gelar bergengsi ini dengan singkat menjawab.
"Saya tidak tahu dan saya tidak mau tahu," katanya.
Kini, yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah manajemen Real Madrid akan terus memberi kepercayaan kepada Ancelotti hingga akhir musim, atau memutuskan untuk mengambil langkah drastis lebih awal. Yang jelas, Ancelotti telah memberi sinyal,
Rating Pemain Real Madrid Usai Dipermalukan Arsenal
Real Madrid harus menelan pil pahit usai dipermalukan oleh Arsenal dalam laga yang tak hanya mengecewakan, tapi juga memperlihatkan banyak celah di tubuh tim asuhan Carlo Ancelotti.
Meski nama besar dan pengalaman berada di pihak Madrid, performa mereka jauh dari kata memuaskan.
Berikut adalah rating lengkap para pemain Madrid dari laga tersebut, yang memperlihatkan betapa dalamnya krisis performa yang tengah mereka alami:
Starting XI:
Thibaut Courtois — 8
Satu-satunya titik terang di malam gelap Madrid. Mencatat empat penyelamatan penting, tiga di antaranya dari dalam kotak penalti. Momen terbaiknya? Menepis penalti Bukayo Saka. Tanpa Courtois, skor bisa jauh lebih memalukan.
Lucas Vazquez — 4
Bermain terlalu ofensif tapi tak menghasilkan. Gabriel Martinelli benar-benar mempermainkannya di sisi kanan, dan Arsenal secara cerdas terus mengeksploitasi kelemahannya di sektor sayap.
Raul Asencio — 5
Kewalahan menghadapi pergerakan cerdas Merino dan Declan Rice. Tidak cukup kokoh untuk menahan gempuran lini tengah Arsenal.
Toni Rudiger — 4
Terlihat sembrono sepanjang pertandingan. Hampir diusir keluar lapangan usai menginjak Myles Lewis-Skelly. Memberikan banyak pelanggaran tak perlu yang justru merugikan tim.
David Alaba — 4
Kontribusinya minim saat Madrid menguasai bola. Kalah duel satu lawan satu melawan Saka yang tampil impresif.
Aurelien Tchouameni — 6
Salah satu pemain yang paling bekerja keras. Mencatat empat tekel, namun kreativitasnya dalam mendistribusikan bola sangat terbatas.
Federico Valverde — 5
Distribusi bola jarak jauh sangat buruk dengan banyak umpan yang terlalu kencang. Sempat melakukan satu tusukan ke lini tengah, tapi langsung memberikan bola ke lini belakang Arsenal.
Jude Bellingham — 4
Semangatnya tak pernah diragukan, tapi kontribusi nyatanya nihil. Tak satu pun aksi serangan yang benar-benar mengancam datang dari dirinya.
Rodrygo — 2
Laga besar, performa kecil. Dua leg pertandingan dan Rodrygo benar-benar dibungkam oleh pertahanan Arsenal, khususnya oleh Myles Lewis-Skelly (MLS).
Vinicius Junior — 5.5
Mencetak satu gol dan berusaha keras bertahan, tapi koneksinya dengan rekan setim nyaris tidak ada. Gagal menampilkan permainan eksplosif seperti musim-musim sebelumnya.
Kylian Mbappe — 2
Bayangan dari dirinya yang tiga tahun lalu bersinar di final Piala Dunia. William Saliba dan Jakub Kiwior mampu mematikan ancamannya tanpa kesulitan.
Pemain Pengganti:
Fran Garcia — 1
Penampilan terburuk malam itu. Tampak seperti menyerah saat Martinelli mencetak gol. Bermain penuh ketakutan, mentalnya belum siap untuk bermain di level Real Madrid.
Endrick — 5
Langsung dilewati Martinelli saat masuk lapangan. Niatnya untuk memberi dampak terlihat, tapi eksekusinya tergesa-gesa dan keputusan akhirnya buruk.
Dani Ceballos — 5
Diharapkan bisa menambah kreativitas, tapi justru tampil tak padu. Gagal memberikan umpan terobosan yang diharapkan.
Brahim Diaz — 5
Hanya bermain 15 menit, tapi sempat melepaskan satu tembakan yang memaksa David Raya bekerja ekstra.
Luka Modric — 5
Jika ini adalah penampilan terakhirnya di Liga Champions bersama Madrid, maka ini bukanlah perpisahan yang layak. Sayang, legenda seperti Modric harus mengakhiri di malam seperti ini.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.