Kamis, 12 Maret 2026

Dokter Kandungan Garut

Sosok M Syafril Firdaus, Dokter Kandungan yang Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Pasien saat USG

Rekaman CCTV aksi pelecehan yang dilakukan oleh dokter kandungan di Garut itu viral di media sosial. Ia terlihat sedang memeriksa pasiennya

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Sosok M Syafril Firdaus, Dokter Kandungan yang Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Pasien saat USG
Kolase Canva/TribunGorontalo.co
DOKTER KANDUNGAN LECEHKAN PASIEN-Sosok M Syafril Firdaus, Dokter Kandungan yang Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Pasien saat USG. Rekaman CCTV aksi pelecehan yang dilakukan oleh dokter kandungan di Garut itu viral di media sosial. Pada video yang beredar, terlihat pelaku mengenakan baju batik lengan panjang dan celana panjang hitam. 

dr. M Syafril Firdaus praktek di Klinik Sekar Kusuma, Jalan Beko No.1 Kampung Asem Kulon, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Ia praktek setiap hari Senin-Jumat pukul 15.00-15.30 WIB dan Sabtu 08.00-11.00 WIB.

Pada akun media sosialnya sebelum dihapus, M Syafril Firdaus diketahui sudah memiliki istri dan dua anak.

"Suami & Ayah Terbahagia," tulisnya di bio Instagram.

Ia melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Padjadjaran jurusan Magister Manajemen pada tahun 2022.

Aksi Dokter Kandungan Cabul Viral, Korbannya Banyak

Menurut drg. Mirza, aksi pemeriksaan yang dilakukan dokter kandungan cabul itu sangat menjijikan.

Bahkan saat bertanya ke dokter kandungan lain, tangan kiri saat melakukan USG harusnya ada di keyboard USG.

"Wah titip panglima, diusut sampai tuntas. Tangan kirinya gak perlu itu, gak sesuai indikasi pemeriksaan," kata rekan drg. Mirza melalui DM Instagram.

Baca juga: Daftar Plat Nomor 9 Unit Motor Curian yang Diungkap Polresta Gorontalo Kota

Kemudian drg. Mirza pun menanyakan apakah ada pemeriksaan obsgyn seperti di video itu.

Sang dokter kandungan itu pun menjelaskan prosedur USG yang benar.

"Gak ada dok, usg transabdominal, tangan kanan di probe usg, tangan kiri di keyboard usg.

Kalo pun perlu menaikkan baju sampai setinggi dada, mintalah pasien untuk menaikkan sendiri, atau asisten bidan yg membantu. Jangan kita sendir.

Banyak langkah menghindari fitnah dan pelecehan," tulisnya lagi.

Hal itu pun membuat drg. Mirza murka dengan perbuatan pelaku.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved