PSU Gorontalo Utara
3 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara tak Hadiri Debat, Acara Dibuka dan Langsung Ditutup
Debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara berlangsung tanpa kehadiran seluruh pasangan calon, Sabtu malam (12/4/2025).
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DEBAT-PUBLIK-Lokasi-Debat-publik-Paslon-Bupati-dan-Wakil-Bupati-Gorontalo-Utara.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Utara – Debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara berlangsung tanpa kehadiran seluruh pasangan calon, Sabtu malam (12/4/2025).
Diketahui, debat dalam rangka Pemilihan Suara Ulang (PSU) itu dijadwalkan malam ini pukul 20.00 Wita di Aula KPU Gorontalo Utara.
Tiga paslon yang mestinya menyampaikan visi, misi, dan program kerja masing-masing, ternyata tidak muncul di lokasi debat.
Mereka adalah Roni Imran–Ramdan Mapaliey, Thariq Modanggu–Nurjana Hasan Yusuf, serta Mohamad Siddik Nur–Muksin Badar.
Pantauan langsung TribunGorontalo.com di lokasi menunjukkan bahwa panggung debat telah siap.
Kesiapan termasuk peralatan multimedia, kursi panelis, serta tenda untuk pendukung.
Namun hingga waktu pelaksanaan tiba, tidak satu pun dari ketiga paslon hadir.
Ketua KPU Gorontalo Utara, Sofyan Jakfar, membenarkan absennya seluruh calon dalam debat tersebut.
“Kami sudah menyiapkan semua secara teknis dan koordinasi dengan EO telah berjalan baik. Namun sampai detik terakhir, ketiga pasangan calon tidak hadir,” ujar Sofyan.
Menurut Sofyan, pihaknya memang sudah menerima pemberitahuan terhadap ketidakhadiran dua paslon.
Sedangkan satu paslon lainnya yakni Thariq Modanggu–Nurjana Hasan Yusuf sebelumnya mengonfirmasi hadir.
Namun tiba-tiba pukul 19.30 Wita malam tadi, surat resmi dilayangkan ke KPU dengan pemberitahuan absen.
"Yang jelas, debat ini merupakan bagian dari tahapan penting PSU untuk memberikan informasi kepada publik,” kata Sofyan.
Pantauan di lokasi, bahwa hingga pukul 20.00 Wita tidak ada satupun paslon yang hadiri debat.
KPU masih menunggu hingga pukul 20.30 Wita hingga akhirnya dibuka dengan seremonial dengan memanggil seluruh paslon ke mimbar meski kemudian tak ada satupun yang naik.
Terlihat pula memang tak ada satupun pendukung paslon yang hadir di lokasi debat.
Kursi-kursi yang disediakan untuk para pendukung tampak kosong melompong dan hanya diisi oleh para petugas kepolisian.
Meski begitu KPU tetap menegaskan bahwa debat publik dirancang sebagai ruang adu gagasan untuk membantu pemilih menentukan pilihan secara rasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari ketiga pasangan calon terkait alasan ketidakhadiran mereka dalam debat publik malam ini. (**)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.