Jamaah Umrah Kecelakaan
Detik-detik Calon Jamaah Umrah Asal Tuban Alami Kecelakaan, Tabrak Bus di Gresik Tewaskan 7 Orang
Tragedi kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Raya Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Kamis (10/4), yang mengakibatkan tujuh orang tewas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kecelakaan-Maut-Calon-Jamaah-Umrah-fbbdfb.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Tragedi kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Raya Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Kamis (10/4), yang mengakibatkan tujuh orang tewas.
Empat korban meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP), sementara tiga korban lainnya yang sempat dalam kondisi kritis akhirnya juga dinyatakan meninggal dunia.
Seluruh penumpang mobil Panther yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, termasuk sopir, tidak selamat.
Kecelakaan bermula saat mobil Panther dengan nomor polisi DK-1157-FCL, yang dalam perjalanan mengantar rombongan umrah, melaju dari arah Barat (Lamongan) menuju Timur (Gresik).
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Sorong - Baubau April 2025: KM Sinabung, KM Labobar, KM Ciremai, KM Dobonsolo
Sementara sopir dan kernet bus mengalami patah kaki.
Para korban meninggal merupakan satu keluarga asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Mereka berangkat dari Tuban setelah salat Subuh untuk mengantarkan korban bernama Muhammad Aqib (27) menjalankan ibadah umrah.
Muhammad Aqib dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dari Bandara Juanda, Surabaya pada Kamis (10/4/2025) pukul 12.00 WIB.
Kepala Desa Tuwiri Wetan, Wiji Santoso, mengatakan Muhammad Aqib belum menikah dan bekerja di Bali.
“Aqib ini mendapatkan bonus dari bosnya. Selama ini ia bekerja di Bali,” ungkpanya, Kamis, dikutip dari TribunJatim.com.
Jenazah telah dibawa ke Tuban untuk dimakamkan.
Identitas korban meninggal yakni Muhammad Aqib (27), Wiwik Sunarti (43), Besar (66), Akhmad Basuki (49), Hafiz Ganda Wiharaja (17), Muhammad Al Fatih (3), Lislikah (54).
Baca juga: Lengkap! Peran 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek Jalan Nani Wartabone
Kekasih korban Aqib, Tasya, mengaku sempat mendapat pesan saat rombongan berangkat dari Tuban.
"Terasa jauh tapi dekat sama, semoga hidup yang lama," ujar Tasya membacakan pesan dari Aqib.
Tasnya mengatakan sudah setahun berpacaran dengan Aqib dan berencana menikah tahun depan.
Ia merasa heran lantaran korban tak mengangkat teleponnya dan mendapat kabar rombongan mengalami kecelakaan di Gresik.
"Saya sudah feeling, saya telepon terus tidak diangkat, akhirnya ada yang mengangkat dan baru tahu kecelakaan," terangnya.
Detik-detik Kecelakaan
Diduga mobil yang melaju dari arah Lamongan tersebut mengalami selip ban sehingga oleng ke jalur berlawanan dan menabrak bus.
Kondektur bus, Eko Perkoso, mengatakan bus membawa 15 penumpang yang seluruhnya selamat.
"Posisi saya tadi berada di tengah habis narik (uang) ke penumpang, tiba-tiba penumpang teriak lalu bruak terjadi tabrakan," ungkapnya, Kamis, dikutip dari TribunJatim.com.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Sorong - Surabaya April 2025: KM Labobar, KM Dorolonda, KM Ciremai, KM Sinabung
Salah satu saksi mata bernama Tiyana menjelaskan ada anak kecil yang menjadi korban meninggal.
"Semuanya meninggal di dalam mobil itu tadi, tumpuk jadi satu, sudah dibawa ke kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik," tuturnya.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Aswoko, mengatakan empat penumpang mobil tewas di lokasi kejadian, sedangkan tiga lainnya meninggal saat dirawat.
Petugas telah melakukan evakuasi dua kendaraan yang mengalami kecelakaan sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.