Sabtu, 21 Maret 2026

Gorontalo Tinggalkan Bank SulutGo

Kisruh RUPS Bank SulutGo, Adhan Dambea hingga Rum Pagau Inisiasi Bentuk Bank Daerah Gorontalo

Belakangan kisruh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan tertutup oleh pihak manajemen Bank SulutGo (BSG).

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kisruh RUPS Bank SulutGo, Adhan Dambea hingga Rum Pagau Inisiasi Bentuk Bank Daerah Gorontalo
Kolase TribunGorontalo.com
RUPS BSG - Kolase foto Bupati Boalemo Rum Pagau dan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.Sejumlah kepala daerah mulai menginisiasi pembentukan bank daerah Gorontalo di tengah kisruh RUPS Bank SulutGo. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Belakangan kisruh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan tertutup oleh pihak manajemen Bank SulutGo (BSG).

RUPS ini digelar di Kantor Pusat BSG, Manado, pada 9 April 2025. 

Rapat yang dipimpin Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, itu membahas daftar calon komisaris BSG.  

Tidak adanya perwakilan dari Gorontalo memicu ketegangan antara pemerintah daerah Gorontalo dan pihak BSG.

Sejumlah kepala daerah kini mengambil langkah tegas berupa penarikan dana daerah dari BSG

Tak hanya itu Adhan Dambea selaku Wali Kota Gorontalo hingga Rum Pagau Bupati Boalemo kini mulai menginiasi pembentukan bank daerah.

“Ini bentuk pelecehan terhadap Gorontalo. Tidak ada penghargaan,” ujar Adhan kepada TribunGorontalo.com, Rabu (9/4/2025).

Menurutnya, pengangkatan komisaris baru tersebut tidak mencerminkan semangat kolektif antardaerah pemegang saham.

Justru ia menilai, nama-nama yang ditunjuk lebih mengarah pada orang-orang dekat Gubernur Sulawesi Utara, seperti mantan kepala daerah dan kerabat pejabat tinggi.

Adhan menjelaskan bahwa seluruh dana yang selama ini disimpan di BSG, termasuk kas daerah dan pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), akan dipindahkan ke bank lain.

“Soal teknis gaji itu bukan urusan kita, itu urusan BSG. Yang jelas uangnya akan kita pindahkan,” tegasnya.

Untuk dana yang butuh persetujuan dari pusat, seperti Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus, Pemkot akan segera berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan, baik yang ada di Gorontalo maupun langsung ke Jakarta.

“Kalau dana yang dikelola pemkot sendiri, kita bisa langsung eksekusi. Tapi untuk yang lain kita konsultasikan,” ujarnya.

Di sisi lain, Adhan mendorong pembentukan bank daerah milik Gorontalo sendiri.

Ia menilai ini sebagai jalan keluar agar ke depan daerah tidak lagi bergantung pada kebijakan dari luar yang tidak berpihak.

“Insyaallah lewat Pak Jusuf Kalla, saya akan coba bertemu Chairul Tanjung. Kita ingin bangun bank milik rakyat Gorontalo. Kalau bisa modal awal Rp1 triliun, itu sudah cukup lah,” katanya.

Pada kesempatan lain, Bupati Boalemo Rum Pagau menyesalkan pihak BSG yang tidak mengikutsertakan perwakilan Gorontalo dalam bursa komisaris BSG.

Padahal, ia menilai pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo termasuk pendiri Bank SulutGo.

"Kami memberikan masukan tadi untuk komisaris dan direksi, minta ada perwakilan Gorontalo," ujar Rum Pagau kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Kini Bupati Boalemo akan menarik semua dana milik daerah dari Bank SulutGo.

"Saya akan perintahkan dana yang ada di Bank Sulut sekarang," tegasnya.

Tak hanya itu, Rum Pagau akan mengevaluasi masalah RUPS ini dengan kepala daerah di Gorontalo.

"Kita akan mendirikan bank baru. Bank daerah Gorontalo yang tentunya para pesaham orang-orang Gorontalo termasuk Pak Sandiaga Uno," tuturnya.

Baca juga: Saksi Ungkap Julia Sangala Diboncengi Pria sebelum Tewas, Polisi Gorontalo Utara Curiga Hal Ini

Adapun Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyatakan kekecewaannya terhadap hasil RUPS yang digelar tertutup di Kantor Pusat BSG, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu, 9 April 2025.

Menurut Sofyan, keputusan menghilangkan representasi Gorontalo di jajaran komisaris merupakan bentuk pengabaian terhadap kontribusi dan kepentingan daerah.

“Berarti ini kan penghilangan orang Gorontalo di (jajaran) komisaris,” ungkap Sofyan Puhi saat dihubungi TribunGorontalo.com via WhatsApp.

Sofyan menjelaskan, untuk jajaran direksi dirinya tidak mempermasalahkan jika tidak ada nama dari Gorontalo, mengingat masa jabatan direksi saat ini masih akan berakhir pada tahun 2026.

Namun untuk posisi komisaris, kata dia, seharusnya masih bisa dibahas bersama. Pasalnya, dalam RUPS, pimpinan rapat yang juga Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, langsung menyodorkan nama-nama baru tanpa memberi ruang bagi peserta rapat dari Gorontalo untuk mengusulkan perwakilan.

“Komisaris pun sebenarnya masa jabatannya belum habis, tapi tiba-tiba sudah ada nama-nama baru yang langsung disodorkan oleh pimpinan rapat,” ujarnya.

Atas keputusan tersebut, Sofyan menyatakan bahwa dana milik Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang selama ini ditempatkan di Bank SulutGo akan segera ditarik.

“Ya karena kita (Gorontalo) tidak dianggap,” tegas Sofyan.

Ia mengungkapkan bahwa tidak hanya Pemkab Gorontalo yang bersikap demikian. Pemkab Boalemo dan Pemerintah Kota Gorontalo juga telah menyatakan sikap serupa.

“Ketika kita tidak dianggap, maka kita bersepakat: kalau begitu, kita tarik penyertaan modal kita di BSG,” kata Sofyan.

Susunan Direksi

Susunan direksi dan komisaris Bank SulutGo (BSG) hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) resmi diumumkan.

Dari komposisi terbaru ini, tak ada satu pun nama asal Gorontalo yang masuk ke dalam jajaran pimpinan bank milik Pemprov Sulawesi Utara dan Gorontalo tersebut.

RUPS Tahunan Tahun Buku 2020 dan RUPS Luar Biasa digelar tertutup di Kantor Pusat BSG, Rabu (9/4/2025), dan dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK).

Turut hadir Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail serta para kepala daerah se-Sulut dan Gorontalo.

Gubernur YSK menjelaskan bahwa direksi saat ini tetap dipertahankan karena dianggap berprestasi, sementara empat dari lima komisaris diganti.

"Direksi kita pertahankan karena performa mereka cukup baik. Untuk komisaris, satu tetap, empat lainnya diganti dengan figur yang kami nilai lebih handal dalam pengawasan," kata YSK.

Meski BSG juga milik Pemprov Gorontalo, namun tidak ada figur asal Gorontalo dalam jajaran yang ditetapkan.

Kondisi ini pun menjadi sorotan karena menyangkut keterwakilan dan proporsi kepemilikan daerah dalam manajemen bank.

Berikut susunan lengkap Direksi dan Komisaris BSG hasil RUPS 2025:

Dewan Komisaris:

• Ramoy Markus Luntungan – Komisaris Utama

• Jacklyn Koloay – Komisaris Independen

• Sahrul Mamonto – Komisaris

• Djafar Alkatiri – Komisaris

• Max Kembuan – Komisaris

Dewan Direksi:

• Revino M. Pepah – Direktur Utama

• Machmud Turuis – Direktur Pemasaran

• Joubert Dondokambey – Direktur Umum

• Louisa Parengkuan – Direktur Operasional

• Pius Batara – Direktur Kepatuhan


(TribunGorontalo.com/*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved