Breaking News
Kamis, 12 Maret 2026

Berita Viral

Ambulans Kehabisan Bensin, Jenazah Dibawa Pulang Pakai Pikap, Direktur Minta Maaf dan Resign

Direktur Rumah Sakit (RS) memilih mengundurkan diri atau resaign dari jabatannya hanya karena ambulans kehabisan bahan bakar

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Ambulans Kehabisan Bensin, Jenazah Dibawa Pulang Pakai Pikap, Direktur Minta Maaf dan Resign
Capture Instagram
JENAZAH PAKAI PIKAP: Nampak keluarga pasien meninggal dunia sedang diturunkan oleh pihak keluarga, Sabtu (05/04/2025). Viral Jenazah di OKU Timur Dibawa Pulang Pakai Pikap, Setelah Ambulans RSUD Martapura Kehabisan BBM 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Direktur Rumah Sakit (RS) memilih mengundurkan diri atau resign dari jabatannya.

Bukan tanpa sebab dirinya memilih untuk resign.

Disinyalir pengunduran dirinya diakibatkan ambulans kehabisan bahan bakar, sedangkan keluarga pasien membutuhkan.

Selain itu, sopir ambulans pun tak berada di tempat sehingga mengakibatkan keluarga pasien menunggu sekira satu jam lamanya untuk membawa jenazah.

Baca juga: Kereta Api Commuter Line Jenggala Tabrak Truk Muatan Kayu di Gresik, 1 orang Tewas

Akhirnya, keluarga jenazah pasien pun terpaksa menggunakan mobil pikap.

Dilansir dari TribunJatim.com, Pasien itu berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Martapura, di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan (Sumsel).

Video jenazah pasien itu diangkut keluarga pakai mobil pikap diunggah akun Instagram @palembangterkini.official, Sabtu (5/4/2025).

Dalam rekaman video, terlihat keluarga pasien menunggu selama satu jam tanpa kepastian terkait ambulans yang seharusnya mengangkut jenazah.

Akhirnya, mereka memutuskan membawa jenazah dengan mobil pikap.

Baca juga: Cek Harga HP Vivo V50, Pakai Chipset Snapdragon 7 Gen 3 hingga Kamera ZEISS 50 MP

"Jenazah sudah di atas mobil tapi minyak tidak ada. Bahkan sopir pun tidak ada. Ini sangat mengecewakan kami," ungkap perekam video.

Imbas dari situasi tersebut, Direktur RSUD Martapura, dr Dedy Damhudy mengundurkan diri.

“Hari ini saya sudah membuat dan menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatan direktur kepada BKPSDM OKU Timur,” pada Selasa (8/4/2025), melansir dari Kompas.com.

Dedy juga menegaskan bahwa ia telah menemui pihak keluarga untuk menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang memalukan tersebut.

Baca juga: Siswa di Boalemo Gorontalo Kembali Masuk Sekolah Pasca Libur Lebaran dengan Semangat Belajar Baru

Sebagai bentuk tanggung jawab, ia telah memecat kepala ruangan zal jenazah dan sopir ambulans RSUD Martapura.

"Ini bentuk tanggung jawab saya sebagai pimpinan. Saya sudah minta maaf langsung ke keluarga almarhum dan juga telah memecat sopir ambulans yang lalai menjalankan tugas," tambahnya.

Kepala BKPSDM OKU Timur, Sutikman, mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri dr Dedy Damhudy telah diterima.

“Selanjutnya surat ini akan kami proses sesuai dengan aturan yang berlaku dan diserahkan ke Sekda untuk diputuskan,” kata Sutikman.

Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi pihak rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan publik, terutama dalam situasi yang melibatkan keluarga yang sedang berduka.

Baca juga: Detik-detik Satu Keluarga di Sumatera Utara Tewas Akibat Mobil Kijang Terjun ke Jurang

Diketahui, keluarga pasien menggunakan mobil pikap pada Sabtu (5/4/2025) sekitar pukul 05.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Dalam video yang beredar di Instagram, tampak jenazah sudah berada di dalam ambulans, namun tidak ada sopir yang standby.

Lalu keluarga pasien menyebut bahwa ambulans kehabisan bahan bakar dan sopir tidak ada di tempat.

Akibatnya, keluarga memilih membawa jenazah sendiri menggunakan mobil pikap, meski dalam kondisi hujan gerimis.

Deddy Damhudy, membenarkan kejadian tersebut.

Baca juga: BPOM Minta Masyarakat Tak Tergiur dengan Obat-obatan Palsu yang Beredar, Ini jenisnya

Ia menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian staf rumah sakit.

"Benar, ini akibat kelalaian staf kami. Atas nama pribadi dan institusi, saya telah meminta maaf kepada pihak keluarga," kata dr Deddy saat dihubungi, Sabtu (5/4/2025), melansir dari TribunSumsel.

Menurut kronologi yang disampaikan pihak rumah sakit, pasien datang dalam kondisi tidak sadarkan diri sekitar pukul 05.10 WIB.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, pasien dinyatakan meninggal dunia karena tidak ada denyut nadi dan hasil EKG menunjukkan asistol

"Perawat kemudian menawarkan agar jenazah diantarkan menggunakan ambulans RSUD. Namun awalnya pihak keluarga menolak dan ingin menggunakan kendaraan sendiri," bebernya.

Baca juga: Ancam Diusir Dari Rumah, Ayah di Bekasi Rudapaksa Kedua Putrinya dengan Uang Tutup Mulut Rp50 Ribu

Kemudian, setelah dijelaskan bahwa penggunaan ambulans jenazah gratis jika melalui administrasi BPJS dan identitas pasien bisa menyusul, keluarga akhirnya setuju.

"Namun, saat jenazah sudah berada di dalam ambulans, sopir menyampaikan bahwa mereka harus membeli bensin terlebih dahulu karena kendaraan kehabisan bahan bakar," terangnya.

Hal ini membuat keluarga keberatan dan akhirnya memilih kembali menggunakan kendaraan pribadi.

Kemudian, Dr Deddy juga mengaku telah menghubungi keluarga korban secara langsung dan akan datang ke rumah duka untuk menyampaikan permintaan maaf secara pribadi.

Baca juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius dan Pisces Hari Ini Rabu 9 April 2025: Bersabarlah

"Saya sudah berkoordinasi dengan keluarga korban dan akan bertemu langsung di rumah duka hari ini," pungkasnya.

Peristiwa ini memicu kritik terhadap manajemen RSUD Martapura dan menjadi catatan serius terkait kesiapsiagaan layanan darurat rumah sakit, khususnya dalam menangani jenazah pasien. (*)


Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: TribunJatim
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved