Selasa, 17 Maret 2026

Berita Viral

Viral Calon Mertua Pamer Harta & Merusak Rumah Pihak Pria Karena Uang Panai Rp100 juta Tak Dipenuhi

Terekam kesombongan calon mertua usai pria itu batal melamar anaknya. Kemungkinan, niatnya untuk membuat pria yang batal melamar anaknya menyesal.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Viral Calon Mertua Pamer Harta & Merusak Rumah Pihak Pria Karena Uang Panai Rp100 juta Tak Dipenuhi
Polres Jeneponto
UANG PANAIK - Viral Calon Mertua Pamer Harta & Merusak Rumah Pihak Pria Karena Uang Panai Rp100 juta Tak Dipenuhi. Rumah milik calon pengantin pria berinisial MK di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), dirusak oleh massa usai batal membawa uang panai Rp 100 juta untuk lamaran kepada calon pasangannya. 

Sejumlah netizen menyayangkan pernyataan ibunda Putri.

Kalimat dalam video tersebut dinilai angkuh dan tidak etis.

Baca juga: 11 Hari Jelang PSU Gorontalo Utara, Gubernur Gusnar Ismail: Masalah Anggaran Sudah Kita Selesaikan

Baca juga: Bupati Gorontalo Sofyan Puhi Sampaikan LKPJ 2024, Realisasi PAD Rp 145 Miliar

"Terlalu sombong ko ingat dunia ji ini harta yang dimiliki hanya titipan jika Allah berkehendak hilang dalam sekejap," tulis akun Hendra Daeng Sijaya dalam kolom komentar.

"Ingat iblis dihusir dari Surga karena kesombongannya," Tambah akun Andi Takdir.

Diberitakan sebelumnya, kejadian memilukan terjadi di Dusun Embo, Desa Turatea, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (5/4/2025) malam.

Sebuah rumah menjadi target amarah lantaran pemiliknya diduga melanggar kesepakatan membawa uang panai kepada pihak perempuan.

Peristiwa ini viral di media sosial Facebook oleh akun Citra Erang.

Dalam postingan videonya, memperlihatkan detik-detik penyerangan rumah orang tua laki-laki oleh pihak keluarga perempuan.

Bahkan terdengar suara perempuan diduga terlibat cekcok dengan pihak keluarga laki-laki.

"Rumahnya sudah hancur, telepon saja keluargamu, rumahnya sudah hancur," teriak seorang wanita dengan dialek Jeneponto.

Dari postingan lain diunggah Citra Erang, pemilik rumah tersebut bernama Darma.

Sementara anak pemilik rumah yang melakukan lamaran adalah Miko.

Miko dan seluruh penghuni rumah tak kunjung datang membawa uang panai dan seserahan dari jadwal yang disepakati.

Saat penyerangan rumah terjadi, Miko sekeluarga bahkan tidak berada di tempat.

"Melamar tidak punya uang, nda ada uang panaikna. Tidak sanggup alhasil dimassa," jelas Citra Erang.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved