Kamis, 16 April 2026

Gempa Bumi

Gempa Magnitudo 2,1 Guncang Burau, Luwu Timur: Dangkal dan Minim Dampak

Sebuah gempa bumi bermagnitudo 2,1 mengguncang wilayah Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Senin, 7 April 2025, pukul 15.17 WITA.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gempa Magnitudo 2,1 Guncang Burau, Luwu Timur: Dangkal dan Minim Dampak
Getty
GEMPA BUMI -- BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi. Meski gempa kecil ini tidak berbahaya, warga di daerah rawan tetap diingatkan untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sebuah gempa bumi bermagnitudo 2,1 mengguncang wilayah Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Senin, 7 April 2025, pukul 15.17 WITA.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berpusat di daratan, pada koordinat 2,42° Lintang Selatan dan 120,75° Bujur Timur, dengan kedalaman hanya 10 kilometer.

Pusat gempa terletak sekitar 20 kilometer dari ibu kota Luwu Timur, Malili, tepat di sekitar Desa Mabonta, Kecamatan Burau.

Meski memiliki magnitudo kecil, kedalaman gempa yang sangat dangkal membuat getaran dirasakan ringan oleh warga di sekitar Burau dan sebagian Malili.

Gempa dangkal seperti ini biasanya menghasilkan intensitas getaran yang terasa lebih jelas di permukaan dibandingkan gempa yang lebih dalam, meski kekuatannya (magnitudo) tergolong lemah.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami dan sejauh ini tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa.

Kaitan Kedalaman dan Magnitudo

Gempa dengan magnitudo rendah dan kedalaman dangkal, seperti yang terjadi di Burau, sering kali terjadi akibat pergeseran minor pada patahan lokal.

Secara umum, gempa dangkal cenderung lebih sering terasa di permukaan, namun dampak kerusakannya relatif kecil apabila magnitudonya di bawah 5,0.

Dalam kasus ini, magnitudo 2,1 dan kedalaman 10 km menghasilkan getaran ringan yang hanya dirasakan di area terdekat tanpa menyebabkan gangguan besar.

Wilayah Luwu Timur berada di zona tektonik aktif karena pengaruh pertemuan Lempeng Australia dan Lempeng Eurasia di sebelah selatan Sulawesi.

Selain itu, adanya sesar lokal di daratan Sulawesi bagian timur turut memicu aktivitas gempa kecil seperti yang terjadi kali ini.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi.

Meski gempa kecil ini tidak berbahaya, warga di daerah rawan tetap diingatkan untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved