Berita Nasional
Tragis! 6 Fakta Kakek di Purbalingga Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersambar Petir
Korban diketahui bernama Chadingun (76), warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/EVAKUASI-Chadingun-pria-lansia-berusia-76-tahun-yang-tingga.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Warga Desa Bakulan, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, digegerkan oleh penemuan jasad seorang kakek di atap rumah pada Jumat pagi, 4 April 2025.
Korban diketahui bernama Chadingun (76), warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.
Peristiwa menggemparkan ini langsung dilaporkan ke Polsek Kemangkon, dan kini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
6 Fakta Menarik Penemuan Jasad Kakek di Atap Rumah
1. Identitas Korban
Korban diketahui bernama Chadingun, pria lansia berusia 76 tahun yang tinggal di Desa Bakulan, Kemangkon.
Keluarga sebelumnya telah melaporkan hilangnya Chadingun sejak Kamis (3/4), dan sempat melakukan pencarian ke berbagai tempat.
2. Ditemukan di Atap Rumah Sendiri
Jasad Chadingun ditemukan oleh keluarganya sendiri pada Jumat pagi pukul 08.00 WIB, di atap rumahnya.
Di lokasi, ditemukan tangga aluminium dan sepasang sandal yang diduga milik korban.
Menurut keterangan Kapolsek Kemangkon AKP Heri Iskandar, korban kemungkinan sedang memperbaiki atap rumah saat kejadian nahas itu terjadi.
3. Dugaan Tersambar Petir
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka bakar di jempol kaki kanan dan kelingking kaki kiri, serta lebam di kepala dan lecet pada dahi.
Polisi menduga Chadingun meninggal akibat tersambar petir saat berada di atap.
"Karena pada instalasi listrik tidak ditemukan adanya korsleting," ujar Kapolsek Heri Iskandar, Sabtu (5/4/2025).
4. Tidak Ada Tanda Kekerasan
Polisi menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban.
Dugaan kuat mengarah pada insiden alami, yakni sambaran petir.
5. Keluarga Tolak Otopsi
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih untuk tidak melakukan otopsi terhadap jenazah Chadingun.
Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
6. Peringatan Bahaya di Musim Hujan
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan risiko beraktivitas di luar ruangan, terutama di tempat tinggi seperti atap rumah saat musim hujan atau cuaca buruk.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.