Selasa, 10 Maret 2026

Berita Kota Gorontalo

Gebyar Ketupat di Leato Selatan Kota Gorontalo Diprediksi Picu Kemacetan

Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian adalah Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, yang direncanakan menjadi pusat kegiatan Gebyar Ketupat.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gebyar Ketupat di Leato Selatan Kota Gorontalo Diprediksi Picu Kemacetan
FOTO: Jefry Potabuga, TribunGorontalo.com
GEBYAR KETUPAT--Sejumlah panitia telah mengantisipasi terjadi kemacetan parah di Leato Selatan, Kota Gorontalo saat perayaan ketupat. Sabtu (5/4/2025). Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Sejumlah ruas jalan di Gorontalo diperkirakan akan mengalami kemacetan parah saat perayaan Tradisi Ketupat 2025.

Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian adalah Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, yang direncanakan menjadi pusat kegiatan Gebyar Ketupat.

Salah satu panitia, Erik Kaaba, mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengatasi kemacetan di area tersebut.

"Kami sudah membahas soal antisipasi kemacetan di area ini," ungkap Erik kepada Tribun Gorontalo, Sabtu (5/4/2025).

Baca juga: Gubernur Gusnar Ismail Ajak Warga Gorontalo Saling Memaafkan Usai Pilkada 2024

Menurut Erik, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di hari perayaan.

Jalur akan dibagi menjadi dua arah, di mana kendaraan dari Kota Gorontalo menuju Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) akan diarahkan masuk ke lorong pemukiman warga, tepat di pertigaan pusat kegiatan.

"Nanti di pertigaan ini, kendaraan dari arah Kota Gorontalo akan mengikuti jalur pemukiman warga," jelasnya.

Sementara itu, kendaraan dari arah Bolsel menuju Kota Gorontalo tetap akan melalui jalur utama Trans Sulawesi.

"Kalau dari arah Bolsel tetap mengikuti jalan Trans Sulawesi," tambah Erik.

Ia juga menuturkan bahwa rekayasa lalu lintas ini akan melibatkan panitia bersama Satlantas Polresta Gorontalo Kota dan TNI AU.

"Kami, pihak kepolisian, dan TNI akan turun bersama mengurai kemacetan," terangnya.

Baca juga: Seorang Suami Merasa Tak Bersalah Telantarkan Istri Siri dan Bayi saat Mudik

Untuk kenyamanan pengunjung, panitia telah menyiapkan area parkir di lapangan sepak bola yang terletak di bagian utara kawasan pemukiman warga.

"Lapangan ini cukup menampung ribuan pengunjung, ada juga beberapa lahan warga yang bisa digunakan," ujarnya.

Panitia akan mulai berjaga sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir, sementara acara akan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 00.00 Wita.

Sementara itu, panitia lain, Junaidi E. Nani, menjelaskan bahwa terdapat empat kegiatan inti dalam perayaan Tradisi Ketupat tahun ini.

"Ada racing bahari, perahu dayung, perahu hias, dan panjat pisang," jelas Junaidi.

Selain itu, acara juga akan dimeriahkan dengan lomba cukur kelapa, lomba gendong istri, serta penyerahan hadiah untuk para pemenang.

Pendaftaran seluruh lomba ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Acara Gebyar Ketupat 2025 ini rencananya akan dibuka langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. 

Gebyar Ketupat Yosonegoro

Sementara itu, persiapan ajang Karapan Sapi dan Pacuan Kuda dalam rangka perayaan Ketupat di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, telah mencapai 85 persen.

Seluruh rangkaian kegiatan ini akan digelar selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 April 2025, dan dapat disaksikan masyarakat secara gratis.

Kepala Desa Yosonegoro, Isa A Hanapi, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat dan peserta tahun ini sangat tinggi.

Ia memperkirakan akan ada sekitar 70 pasang gerobak sapi dan 40 ekor kuda yang ikut bertanding dalam event budaya tersebut.

“Alhamdulillah, persiapan sudah hampir rampung. Tinggal sedikit pembenahan teknis di lapangan,” ujar Isa, Jumat (4/4/2025).

Kompetisi roda sapi akan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.

Sebanyak 20 pasang gerobak berasal dari Manado, sementara sisanya dari berbagai wilayah di Gorontalo.

Sedangkan peserta pacuan kuda berasal dari dalam maupun luar daerah.

Event ini kembali mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, termasuk dalam bentuk anggaran penyelenggaraan.

Salah satu kebijakan menarik adalah tidak dipungutnya tiket masuk dan sewa lapak dagangan.

“Pemprov Gorontalo memutuskan untuk menggratiskan semua akses bagi penonton dan pedagang. Sementara parkir akan dikelola oleh desa,” jelas Isa.

Tradisi karapan sapi dan pacuan kuda ini merupakan warisan budaya yang telah lama menjadi bagian dari masyarakat, khususnya komunitas Jawa Tondano di Yosonegoro. 

Sebagai bentuk apresiasi, pemenang kejuaraan akan memperebutkan Piala Gubernur dengan total hadiah mencapai Rp 100 juta.

Namun hingga saat ini, panitia belum merinci pembagian hadiah per kategori.

Ajang ini diharapkan mampu menghibur masyarakat sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lokal, terutama perdagangan dan pariwisata.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriahannya, acara akan berlangsung di Jl Ichsan Suratinoyo, Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.

Adapun pada gelaran tersebut, akan ada gerai UMKM hingga pos kesehatan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved