Lebaran 2025
Pasca Lebaran 2025 Terminal Transit Telaga Gorontalo Sepi, Para Sopir Menjerit
Terminal Transit Telaga, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo sepi pasca lebaran 2025. Hal itu dilihat dari mobil angkutan terparkir kosong
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dfhjdytukmryj.jpg)
Namun hanya saat itu saja, di hari kedua dan seterusnya kembali sepi.
"Hanya saat puasa pertama itu banyak penumpang, kemudian mulai terasa sepi setelah itu," ucapnya.
Lanjut kata Amran, di dalam mobilnya muat penumpang hingga 4-5 orang.
Namun kebanyakan hanya 2-3 penumpang saja dalam sekali jalan.
Baca juga: Tarian THR di Lebaran 2025 Viral, Disebut-Sebut Mirip dengan Tarian Hora Bangsa Yahudi
"Maksimal itu 4-5 orang, tapi sering 2-3 orang saja," ucapnya.
Sejak sepi, Amran memilih mangkal di Terminal Transit Telaga sejak pukul 15.00 Wita dan 18.00 Wita.
Sementara itu, Oksin Hanza sopir jalur Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara mengatakan bahwa penumpang sejak awal Ramadan hingga setelah Lebaran tidak stabil.
Kadang kata Oksin bisa banyak kadang juga sedikit
"Tidak menentu, di pasca lebaran ini ada meningkat, ada juga menurun," tambahnya.
Baca juga: Kesal Dimintai Uang Untuk Berjudi, Remaja di Medan Aniaya sang Pacar hingga Tewas
Jalur menuju Kwandang ini terbilang cukup sepi, Oksin dalam sehari terkadang hanya bisa mengangkut satu hingga dua orang penumpang.
"Kadang biasa full, tapi paling banyak hanya satu atau dua orang," imbuhnya.
Karena sepi, Oksin memilih untuk mangkal di pagi hari dan akan berangkat di siang harinya.
"Di sini saya biasa mangkal dari pagi hari, biasa keluar nanti siang," ucapnya.
Baca juga: Warga Desa Cikembar Viral Karena Jadi Live Streamer TikTok, Padahal Pekerjaan Mereka Petani
Kondisi ini menurutnya dikarenakan saat ini sudah lebih banyak menunggu penumpang di jalan ketimbang di dalam terminal.
Sehingga fungsi utama dari Terminal seketika lenyap.
"Ini karena para tukang becak motor (bentor) tidak menurunkan penumpang di terminal, mereka lebih memilih menurunkan di pinggir jalan jauh dari terminal," tegasnya.
Ia berharap agar pemerintah dapat mengatur kembali para sopir angkut untuk tetap berada di dalam terminal. (*)