Berita Gorontalo
Norman Kamaru Kembali ke Gorontalo, Kini Sukses Jadi Kreator Konten dan Rilis Lagu
Saat itu, Norman yang masih menjadi anggota kepolisian dikenal luas karena kelucuannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TANGKAPAN-LAYAR-Sejumlah-konten-Norman-Kamaru-sejak-menjadi-kreator-konten-di-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Nama Brigadir Polisi Satu (Briptu) Norman Kamaru sempat melejit beberapa tahun lalu.
Itu setelah aksinya menyanyikan lagu "Chaiyya Chaiyya" viral di media sosial.
Saat itu, Norman yang masih menjadi anggota kepolisian dikenal luas karena kelucuannya.
Bahkan Norman sempat meniti karir di dunia hiburan sebagai penyanyi.
Namun, perjalanan kariernya tak selalu mulus.
Setelah keluar dari kepolisian dan mencoba peruntungan di Jakarta, ia sempat berjualan bubur untuk bertahan hidup.
Kini, nama Norman Kamaru kembali mencuri perhatian.
Lama tak terdengar kabarnya, rupanya pria yang kini dikenal dengan nama Onca Marthinus itu telah kembali ke kampung halamannya di Gorontalo.
Ia meniti karier baru sebagai kreator konten. Beberapa videonya yang bernuansa komedi banyak disukai warganet.
Bersama sejumlah kreator lokal, ia membuat konten-konten yang menghibur dan khas dengan nuansa Gorontalo.
Tak cuma buatk konten, norman juga merilis lagu berjudul "Rela Tanpamu" pada 2024 lalu bersama IDE Timur, ia bahkan mengisi beberapa acara dengan membawakan lagu tersebut.
Profil Singkat
Norman, yang kini dikenal sebagai Onca Marthinus, merupakan mantan anggota Brimob Polda Gorontalo.
Nama Norman mencuat setelah video berdurasi 6 menit 30 detik berjudul Polisi Gorontalo Menggila beredar luas.
Dalam video tersebut, ia tampak menirukan lagu India "Chaiyya Chaiyya" dengan ekspresi ceria dan gerakan khas.
Video yang awalnya dibuat hanya untuk menghibur rekan-rekannya di pos jaga Brimob itu justru mendapat respons luar biasa dari publik.
Aksi Norman menuai pro dan kontra. Pihak kepolisian sempat mempertimbangkan memberi sanksi karena ia tampil dengan seragam dinas, namun rencana itu akhirnya batal karena dukungan luas dari masyarakat.
Sebagai gantinya, Norman hanya dijatuhi hukuman menyanyi dan menari di depan rekan-rekannya.
Popularitasnya bahkan membuat Universitas Bung Karno memberinya beasiswa kuliah di jurusan hukum serta hadiah sepeda motor sebagai apresiasi atas citra humanis yang ia bawa untuk kepolisian.
Ia pun menjalani sejumlah roadshow untuk meningkatkan citra polisi sebagai pelayan dan pengayom masyarakat.
Setelah keluar dari kepolisian, Norman sempat merambah dunia hiburan sebagai penyanyi dan aktor.
Namun, kariernya di dunia entertainment tak berlangsung lama dan perlahan meredup.
Kini, Norman tetap aktif di media sosial sebagai kreator konten.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.