Berita Viral
Niat Selamatkan Ibu, Pemuda 20 Tahun Ini Tewas Tenggelam di Wisata Air Terjun Curug Cay
Rafhipan Sunil (20) tewas saat berniat menolong ibunya, Suri Herawati (47).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Wisata-Curug-Cay-Bengkulu-Tengah-Ditutup-Usai-Dua-Wisatawan-Tewas-Tenggelam.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Rafhipan Sunil (20) tewas saat berniat menolong ibunya, Suri Herawati (47).
Melansir dari Tribunnews.com via TribunLampung.com, insiden bermula ketika Rafhipan melihat sang ibu tercebur di wisata air terjun, Curug Cay Bengkulu Tengah, pada Selasa (1/3/2025) sekira pukul 08.00 WIB.
Kronologi kejadian ini terungkap usai polisi melakukan olah TKP.
korban pertama kali datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat itu, korban Suri Herawati sedang duduk di atas batu yang berada di pinggir sungai.
Namun tiba-tiba korban Suri Herawati tergelincir dan jatuh ke bagian sungai yang dalam.
Melihat kejadian tersebut, korban Rafhipan Sunil dan Seli Novanti mencoba menyelamatkan sang ibu yang tenggelam.
Sayangnya, keduanya juga ikut tenggelam dan terseret arus.
Seli Novianti berhasil selamat setelah berpegangan pada sebatang kayu, sementara Rafhipan Sunil ikut tenggelam.
Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP Totok Handoyo melalui Kasat Reskrim AKP Junairi menjelaskan, kedua korban baru ditemukan satu jam kemudian setelah dilakukan pencarian oleh warga.
"Dari keterangan yang kami peroleh, kedua korban dan rombongan tidak ada yang bisa berenang, sehingga membuat kedua korban meninggal dunia," ujar AKP Junairi, Selasa (1/4/2025) siang.
Setelah ditemukan, warga pun langsung membawa tubuh kedua korban ke pinggir sungai untuk diberikan pertolongan pertama, namun sayang, kedua korban telah meninggal dunia.
"Kedalaman air berkisar antara 3-5 meter dan diduga kuat korban meninggal dunia akibat tenggelam," ungkapnya.
Kepada pihak kepolisian, keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan meminta agar langsung dibawa ke rumah duka.
"Jenazah kedua korban sudah dibawa ke rumah duka menggunakan mobil patroli Polres Bengkulu Tengah dan pihak keluarga telah menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi," ujar Junairi.