Kunci Jawaban
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 266 Kurikulum Merdeka: Pembacaan Puisi
Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 halaman 266 Kurikulum Merdeka, siswa diminta mengerjakan soal Tanda Pengaturan Suara Pembacaan Puisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sdgfjrymj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 halaman 266 Kurikulum Merdeka.
Dalam Buku Bahasa Indonesia Kelas 10 halaman 266 terdapat Tabel 6.29.
Di Tabel 6.29 tersebut siswa diminta mengerjakan tentang Tanda Pengaturan Suara Pembacaan Puisi.
Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 266 dalam artikel ini hanya sebagai referensi orang tua untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
Maka dari itu, sebelum mencocokkan dengan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 266 ini, siswa harus mengerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu.
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 6 Halaman 136 Kurikulum Merdeka: Uji Capaian Pembelajaran Bab 7
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Halaman 266, 267, 268 Kurikulum Merdeka
-
Kunci Jawaban Soal Bahasa Indonesia Halaman 266, 267, 268 Kelas 10 SMA
Untuk membantu dalam proses pembacaan puisi, kalian dapat melakukan
penandaan pengaturan bunyi suara atas puisi yang akan kalian bacakan.
Penandaan ini menggunakan tanda baca yang disisipkan pada teks puisi.
Lebih jelasnya, perhatikan ragam tanda pengaturan suara beserta contoh
penggunaannya di bawah ini.
Tabel 6.29 Tanda Pengaturan Suara Pembacaan Puisi
Sekarang, saatnya kalian berlatih menggunakan ragam tanda di atas.
Berikan tanda pengaturan suara pada puisi karya W.S. Rendra berikut sesuai
cara pembacaan puisi yang kalian rencanakan.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 14 Kurikulum Merdeka: Deksripsi Objek
Jawaban
Sajak Seonggok Jagung
Karya W.S. Rendra
Seonggok jagung di kamar//
dan seorang pemuda//
yang kurang sekolahan.//
Memandang jagung itu,//
sang pemuda melihat ladang;//
ia melihat petani;//
ia melihat panen;//
dan suatu hari subuh,//
para wanita dengan gendongan//
pergi ke pasar ..///
Dan ia juga melihat//
suatu pagi hari//
di dekat sumur//
gadis-gadis bercanda//
sambil menumbuk jagung//
menjadi maisena.//
Sedang di dalam dapur//
tungku-tungku menyala.//
Di dalam udara murni//
tercium kuwe jagung.///
Seonggok jagung di kamar//
dan seorang pemuda.//
Ia siap menggarap jagung//
Ia melihat kemungkinan//
otak dan tangan//
siap bekerja.///
Tetapi ini://
Seonggok jagung di kamar//
dan seorang pemuda tamat SLA.//
Tak ada uang,//
tak dapat menjadi mahasiswa.///
Hanya ada seonggok jagung di kamarnya.//
Ia memandang jagung itu//
dan ia melihat dirinya terlunta-lunta.///
Ia melihat dirinya ditendang dari diskotik//
Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalase.//
Ia melihat saingannya naik sepeda motor.//
Ia melihat nomor-nomor lotre.//
Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal.///
Seonggok jagung di kamar//
tidak menyangkut pada akal,//
tidak akan menolongnya.///
Seonggok jagung di kamar//
tak akan menolong seorang pemuda//
yang pandangan hidupnya berasal dari buku,//
dan tidak dari kehidupan.///