Berita Kota Gorontalo
Curhat Pedagang di Pasar Sentral Gorontalo, Harga Bahan Pokok Sudah Turun Tapi Sepi Pembeli
Pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo mengaku sepi pengunjung. Padahal harga bahan pokok saat ini sudah turun kembali ke harga normal.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/degykjmtmryjm.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo mengaku sepi pengunjung.
Padahal harga bahan pokok saat ini sudah turun kembali ke harga normal.
Pantauan TribunGorontalo.com, Rabu (2/4/2025) di Pasar Sentral ini para pedagang sudah melakukan aktifitasnya sebagaimana biasa di H+3 Lebaran.
Mereka terlihat ada yang berbincang dengan pedagang lain dan ada juga sedang mengatur barang dagangannya.
Sedangkan pembeli di Pasar ini terlihat sepi hanya ada beberapa orang saja terlihat sedang berbelanja di Pasar Sentral.
Baca juga: Warga Kampung Bugis Gorontalo Dihantui Banjir, Satu-satunya Tanggul Telah Ambruk
Salah satu pedagang, Iyam Sadu mengatakan bahwa pembeli di pasar ini tidak sebanyak dari tahun-tahun kemarin.
Kata Iyam, dulu pasar Sentral ini menjadi pasar teramai sebelum akhirnya di renovasi.
Kadang harus berdesak-desakan ketika berjalan karena padatnya pembeli.
Padahal kondisi pasar saat itu memprihatinkan namun selalu diserbu pembeli.
"Pasar di sini masi sepi tidak seperti pasar yang dulu," katanya.
Baca juga: Lokasi Pasar Senggol Gorontalo Utara Masih Dipenuhi Sampah hingga H-3 Lebaran Idul Fitri
Lanjut kata Iyam, penurunan minat pembeli di Pasar Sentral Kota Gorontalo ini dipengaruhi oleh banyaknya pedagang berjualan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Selain menjual ikan, di TPI juga menjual kebutuhan lainnya seperti rempah hingga sayuran.
Sehingga masyarakat sudah membeli kebutuhan di sana.
"Kalau bisa diatur kembali untuk pedagang di TPI, cukup saja di sana hanya jualan ikan, mereka pedagang bahan pokok diarahkan ke pasar sentral biar terfokus," terang Iyam kepada TribunGorontalo.com, Rabu (2/4/2025).
Harga bahan pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo juga saat ini kata Iyam sudah turun.
Meskipun belum stabil, namun Iyam menegaskan harganya tak setinggi sebelum Lebaran.
"Untuk harga per komoditi tidak stabil, ada yang mengalami kenaikan dan penurunan pasca lebaran ini," ungkapnya.
Seperti harga tomat saat ini mengalami penurunan.
Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat di Gorontalo, Lansia Meninggal di Rumah Sendirian
Tomat saat ini dibanderol dari harga Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per Kilogram (kg).
"Kalau tomat harganya disesuaikan dengan kualitas," ujarnya.
Sedangkan harga cabai kata Iyam memang mengalami lonjakan harga dari sebelum lebaran hingga saat ini.
"Kalau cabai itu dia memang sangat tinggi harganya sejak dari menjelang lebaran," bebernya.
Kemudian komoditas bawang merah berada pada kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kg.
Kunyit jahe dipatok dengan harga Rp25 ribu per kg
Iyam menuturkan sebagian besar bahan pokok masih stabil ketimbang saat jelang lebaran yang mengalami lonjakan cukup siginifikan.
Baca juga: Arus Balik Lebaran di Terminal Dungingi Gorontalo Berjalan Lancar, 54 Bus Standby
"Kalau sudah lebaran harganya stabil, tapi ini tidak menentu. Tapi jelang lebaran itu naik sekali," jelasnya.
Diwawancara terpisah, Harisa Hasan pedagang lain di Pasar Sentral Kota Gorontalo ini juga mengatakan harga bahan pokok di lapaknya belum menentu.
Kata Harisa, harga bahan pokok di lapaknya ini sudah dikalkulasikan dengan harga lainnya seperti harga ojek untuk muat barang.
"Kami kan bayar becak motor (bentor) jadi haga tentu naik," jelasnya.
Dari seluruh bahan pokok dijualnya, ada beberapa harga barang naik seperti harga kentang goreng dibanderol Rp30 ribu per kg.
Harisa juga mengeluhkan mengenai kondisi pasar yang sepi pembeli.
Ia khawatir akan banyak pedagang yang memilih gulung tikar akibat kurangnya pembeli.
Menurut Harisa, parkir juga menjadi faktor kurangnya minat masyarakat untuk membeli di pasar ini.
Baca juga: Aliran Kali Mati di Talumolo Gorontalo Kembali Tertimbun Material, Warga Was-was
"Bagaimana bisa warga membeli di sini, baru parkir sebentar sudah datang tukang parkir, jadi banyak yang malas datang ke sini, tolong lah diatur," keluhnya.
Selain itu, adanya pasar dadakan juga turut menjadi faktor Pasar Sentral menjadi sepi.
"Kalau bisa mereka yang jualan di pinggir jalan diatur juga dimasukan ke dalam pasar biar banyak yang datang ke sini," tuturnya.
Lanjut kata Harisa pemerintah juga sudah berjanji lapak di lantai dua pasar akan diisi dengan pedagang barang bekas (cabo).
Namun, hingga saat ini janji itu tak pernah terealisasikan.
"Kata pemerintah lantai dua akan diisi dengan pedagang cabo (barang bekas) tapi sampai dengan sekarang tidak ada padahal itu baya tarik untuk mengundang pembeli biar pasar akan ramai kembali," tegasnya.
Ia berharap agar kepemimpinan yang baru ini dapat membawa harapan baru bagi pedagang di pasar sentral.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.