Berita Viral

1.725 Aduan THR Diterima Kemenaker, Mayoritas Karena Belum Dibayar ke Pekerja

Kemenaker Indonesia menyebut sudah ada 1.725 aduan yang mereka terima mengenai Tunjangan Hari Raya (THR).

Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto 1.725 Aduan THR Diterima Kemenaker, Mayoritas Karena Belum Dibayar ke Pekerja
Shutterstock
THR - Ilustrasi THR. Kemenaker RI menyebut sudah ada ribuan aduan yang masuk mengenai masalah THR 

TRIBUNGORONTALO.COM - Kementerian Tenaga kerja Indonesia menyebut sudah ada aduan yang mereka terima mengenai Tunjangan Hari Raya (THR).

Aduan yang diterimanya hingga kamis, (27/3/2025) sudah sebanyak 1.725 aduan.

Ribuan aduan ini datang dari pekerja yang hingga sekarang belum dibayarkan THR.

Mengingat hari Lebaran kini sudah di depan mata.

Baca juga: Lansia di Semarang Terjebak Eceng Gondok di Rawa Pening Semarang Selama 15 Jam, Kini Dievakuasi

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Biro Humas Kemenaker, Sunardi Manampiar Sinaga, mengatakan, aduan itu didominasi oleh perusahaan yang belum membayarkan THR

"Hingga saat ini, jumlah aduan itu, data terakhir kita, 1.725 aduan. Nah, aduan 1.725 ini terdiri dari yang belum dibayarkan 989 aduan. Kemudian ada yang sudah dibayar, tetapi jumlahnya tidak sesuai, itu 370 aduan," ujar Sunardi di Kantor Kemenaker, Jakarta, Kamis. 

"Kemudian ada THR terlambat bayar yang sudah terkonfirmasi sebanyak 366 aduan," ungkapnya. 

Selain itu, Kemenaker juga mencatat jumlah perusahaan yang diadukan terkait THR sebanyak 1.118 perusahaan. 

Kemudian, untuk konsultasi terkait THR dan bantuan bari raya (BHR) untuk pengemudi ojek online (ojol), Kemenaker mencatat seluruhnya ada 1.516 konsultasi per Rabu (26/3/2025).

Jumlah itu terdiri dari 1.446 konsultasi soal THR dan 70 konsultasi untuk BHR. 

Baca juga: Doa Niat Puasa Ramadan, Lengkap dengan Tulisan Latin dan Terjemahannya

Sunardi melanjutkan, Kemenaker meminta kepada semua pekerja supaya jika ada keluhan atau aduan THR langsung disampaikan ke Posko THR yang ada di Dinas Ketenagakerjaan setempat, sehingga aduan tercatat secara resmi dan ditindaklanjuti. 

"Kemudian, Kemenaker juga membuka posko pengaduan THR di sini sampai H+7 Lebaran 2025. Tapi tidak menutup kemungkinan, kalaupun ada terus aduan, tetap kita layani," ungkap Sunardi. 

"Walaupun ini kantor libur, posko pengaduan tetap terbuka," katanya.

Dosen UNG Bagikan Paket THR kepada Civitas Akademika di Lingkungan Kampus Jelang Lebaran 2025

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan kebersamaannya di hari-hari menjelang Lebaran 2025

Para dosen khususnya yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNG membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh civitas akademika.

Baca juga: Prakiraan Cuaca: Peringatan Dini BMKG Besok 28 Maret 2025, 5 Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

Baik itu tenaga honor, para satpam hingga petugas kebersihan di lingkungan UNG.

THR yang dibagikan bukanlah berupa uang namun bahan makanan yang dapat digunakan di hari Idul Fitri nanti.

Mengingat momentum Lebaran 2025 tinggal menghitung hari.

Kegiatan bagi THR ini sebagai bentuk kepedulian sosial DWP kepada kesejateraan para tenaga kependidikan.

Cecy Rahma Karim, Ketua DWP UNG mengatakan paket THR ini berisi sembako yang dapat digunakan saat lebaran nanti.

Tujuannya agar seluruh civitas akademika UNG dapat merasakan kebahagiaan dan mempererat kebersamaan dalam menyambut lebaran nanti.

Baca juga: Rekomendasi Harga HP Samsung Rp1 Jutaan di Bulan Maret Jelang Lebaran 2025

“Ramadhan adalah momen penuh berkah, dan kami ingin berbagi kebahagiaan dengan memberikan paket THR kepada dosen dan tenaga pendidik sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan saat merayakan lebaran,” ujarnya.

Di samping itu, Eduart Wolok, Rektor UNG juga memberi dukungan penuh atas inisiatif DWP dalam melaksanakan program ini.

Menurut rektor, program penyaluran paket sembako untuk civitas akademika ini mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian kepada sesama di lingkungan UNG.

Sehingga Eduart berharap agar program ini dapat memberikan manfaat serta mempererat tali silaturahmi di lingkungan kampus.

"Semangat berbagi di bulan Ramadhan diharapkan semakin memperkuat rasa persaudaraan di antara civitas akademika UNG,” terang Eduart. (*)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved