Selasa, 17 Maret 2026

Kultum Ramadan 2025

Kultum Ramadan: Rifian Panigoro "Gen Z: 10 Malam Terakhir ini Berguna untuk Masa Depanmu"

Rasa syukur kepada Allah SWT di puasa yang ke-25 ini Allah masih senantiasa memberikan kesehatan kafiatan dan nikmat-nikmat lainnya.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Kultum Ramadan: Rifian Panigoro "Gen Z: 10 Malam Terakhir ini Berguna untuk Masa Depanmu"
Thumbnail YouTube TribunGorontalo.com
KULTUM RAMADAN--Kultum Ramadan-Rifian Panigoro "Gen Z: 10 malam terakhir ini berguna untuk masa depanmu" Program tersebut akan tayang di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com setiap pukul 17.00 Wita, Selasa (25/3/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo--Dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan, mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Moh. Rifian Panigoro menyampaikan kultum dengan tajuk "Gen Z: 10 malam terakhir ini berguna untuk masa depanmu"

Diketahui sebanyak 30 Mahasiswa Ilmu Hadist IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan TribunGorontalo.com dalam program Kultum Ramadan.

Program tersebut akan tayang di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com setiap pukul 17.00 Wita, Selasa (25/3/2025).

Dalam sambutannya Rifian mengatakan rasa syukur kepada Allah SWT di puasa yang ke-25 ini Allah masih senantiasa memberikan kesehatan kafiatan dan nikmat-nikmat lainnya sehingga dengan hikmatnya kita menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan ini.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Selasa 25 Maret 202, BMKG: Terdapat Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Dijelaskannya pada bulan suci Ramadan ini Allah subhanahu wa ta'ala memberikan sesuatu yang sangat spesial yaitu 10 hari terakhir di bulan suci Ramadan.

Dimana yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari pada 1000 Bulan yaitu malam Lailatul Qadar. “Lailatul Qadri khoirum min Alfi Syahrin”. 

Dalam Al-Quran surah al-Qadr Allah subhanahu wa ta'ala mengulang Lailatul qadr sebanyak tiga kali. 

Para ulama kemudian memberikan penafsiran bahwa itu menunjukkan betapa agungnya betapa mulianya malam tersebut. 

Kemudian malam Lailatul Qadar itu sengaja Allah letakkan di 10 malam terakhir ini untuk menguji manusia apakah bisa beribadah sampai di akhir bulan suci Ramadan. 

Rifian melanjutkan, jika sekiranya lailatul qadar itu diletakkan di awal maka ketika orang telah selesai mengerjakan 10 hari pertama di bulan suci Ramadan mereka tidak akan bersemangat lagi untuk mengerjakan 20 hari sisanya. 

Maka, hari yang istimewa ini Allah letakkan di akhir untuk memberikan hadiah atau surprise kepada mereka yang telah berjuang untuk mengerjakan Ramadan dengan sebaik-baiknya. 

Ia menuturkan bahwa masih ada 10 hari terakhir di bulan suci Ramadan yang didalamnya ada malam yang lebih utama dari seribu bulan. 

Namun sayangnya, meskipun sudah diletakkan di akhir menjadi hadiah istimewa kemudian dengan keutamaan yang begitu besar, tetap saja masih banyak orang yang lalai. 

Pada akhir-akhir Ramadan seperti ini, Ramadan hadir sebagai sebuah fenomena yang di mana begitu ramai dan bersemangat di awal tapi justru melemah di akhir.

Baca juga: Niat Puasa Ramadan, Latin dan Arab Lengkap dengan Amalan Sunnah Sahur yang Dianjurkan

Katanya, ketika ini kita biarkan terjadi dalam diri kita maka kita sungguh sangat-sangat merugi. 

Maka supaya kita tidak rugi dan 10 malam terakhir itu lewat begitu saja tanpa ada amalan-amalan yang kita kerjakan di dalamnya.

Adapun hal-hal yang perlu memperhatikan sebagai berikut ini sehingga ada motivasi untuk kita memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan khususnya untuk teman-teman Gen Z. 

Pertama adalah menambah wawasan tentang keutamaan Lailatul Qadar dan kapan lailatul qadar itu terjadi. 

Beberapa Hadis disebutkan bahwa lailatul qadar itu terjadi di 10 malam terakhir bulan suci Ramadan. 

Maka perlu untuk kita menjaga amal ibadah kita di 10 hari terakhir bulan suci Ramadan tersebut. 

Setelah itu, ada hadis lain yang mendefinisikan bahwa Lailatul Qadar itu terjadi di malam-malam ganjil bulan suci Ramadaan. Jadi, kalau seandainya 10 hari terakhir kita merasa berat untuk beribadah, maka kita fokuskan di malam-malam ganjil saja dan itu hanya terjadi lima kali dalam 10 hari terakhir bulan suci Ramadan.

Kedua adalah memikirkan apa hal yang paling menguntungkan untuk diri kita ketika beribadah di 10 hari terakhir bulan suci Ramadan. 

Manusia sebagai makhluk yang pragmatis tentunya selalu memikirkan untung rugi dalam melakukan sesuatu hal, apa untungnya saya melakukan ini? dan apa untungnya saya melakukan itu? dan itu juga terjadi dalam hal ibadah.

"Jika saya lakukan hal yang demikian, apa keuntungannya," dan sifat pragmatis manusia itu lebih suka dengan keuntungan yang bersifat fisik dibandingkan keuntungan yang bersifat negatif. 

Atau lebih pada keuntungan yang sifatnya segera bisa dinikmati di dunia daripada keuntungan yang dijanjikan, yang sifatnya overall atau nanti dinikmati di akhiratnya Allah subhanahu wa ta'ala.

Maka dalam hal ini khususnya teman-teman Gen Z, perlu untuk memikirkan apa keuntungan yang bisa dirasakan di dunia ketika menjalankan amalan di 10 hari terakhir Ramadan ini. 

Baca juga: Siaran Langsung RCTI Indonesia vs Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Selasa 25 Maret 2025

Oleh karena itu, bisa melihat bahwa ketika sebuah hari terakhir kita lanjutkan doa-doa kita dan insyaallah akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala,

Diharapkan Gen Z tidak melewatkan momen ini. Dengan beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan semangat.

Ia juga mengimbau beribadah di 10 hari terakhir Ramadan doa akan Allah kabulkan atau cepat Allah kabulkan, maka mintalah hal-hal yang menguntungkan yang bisa segera dirasakan.  

Semoga doa-doa yang kita langitkan dikabulkan oleh Allah subhanahu Wa Ta’ala dengan segera, Amin ya Rabbal ‘Alamin.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved