Berita Boalemo
Hujan Empat Hari di Boalemo, Warga Desa Mohungo Cemas Banjir Susulan
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, mengingat wilayah tersebut telah dua kali dilanda banjir dalam beberapa bulan terakhir.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dua-dusun-di-Desa-Mohungo-terendam-banjir-pada-Rabu-2662024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Hujan deras yang mengguyur Desa Mohungo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, selama empat hari berturut-turut membuat warga semakin waspada terhadap ancaman banjir.
Debit air di beberapa titik mulai meningkat, terutama di daerah rendah yang selama ini rawan genangan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, mengingat wilayah tersebut telah dua kali dilanda banjir dalam beberapa bulan terakhir.
Jika hujan tak kunjung reda, potensi banjir susulan semakin besar.
Baca juga: Pangkas Rambut di Gorontalo Utara Banjir Pelanggan Jelang Lebaran, Potongan Franscolp jadi Tren
“Kami khawatir kalau hujan tidak berhenti, air bisa masuk ke rumah-rumah. Ini sudah dua kali banjir melanda desa kami, dan sekarang ada kemungkinan yang ketiga,” ujar Alim Pulubuhu, salah seorang warga Desa Mohungo, dengan nada cemas.
Selain Desa Mohungo, curah hujan tinggi juga melanda wilayah sekitarnya, menyebabkan kenaikan debit air di sungai dan saluran drainase.
Jika intensitas hujan terus meningkat, bukan tidak mungkin banjir akan meluas hingga ke daerah lain di Kecamatan Tilamuta.
Baca juga: Dinas Perhubungan Boalemo Tingkatkan Keamanan Parkir di Pasar Senggol
BPBD Boalemo Siap Siaga
Menyikapi situasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boalemo telah bersiaga dan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi cuaca dan memastikan kesiapan tim evakuasi jika diperlukan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika ada tanda-tanda peningkatan debit air,” ungkap Kepala BPBD Boalemo, Roslina Karim.
Masyarakat juga diminta untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terkini dan bersiap menghadapi kemungkinan banjir susulan.
Dengan kondisi yang masih belum membaik, warga diimbau menjaga keselamatan diri dan keluarga.
Hingga saat ini, tim BPBD terus memantau perkembangan situasi di Desa Mohungo dan sekitarnya.
Jika hujan terus berlanjut, kemungkinan tindakan evakuasi akan dilakukan untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Sabtu 22 Maret 2025, Info BMKG Beberapa Wialayah Potensi Hujat Lebat
Sebagai informasi, pada pertengahan 2024 lalu, lebih dari 64 rumah di Desa Mohungo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, terdampak banjir.
Menurut Alfian Tahir, Kepala Desa Mohungo, setidaknya dua lokasi tergenang air, yakni Dusun 3 di bagian lorong ba'ala dan Dusun 1 Jalan Trans Sulawesi.
Alfian menjelaskan banjir terjadi dikarenakan curah hujan begitu tinggi. Juga saluran air tertimbun sedimentasi yang terbawa air dari pegunungan.
Alfian menambahkan, bahwa pihak pemerintah desa sudah meminta bantuan kepada pemerintah daerah untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir.
Pihaknya pun berkoordinasi dengan PBD, Polsek dan Koramil untuk mengevakuasi masyarakat terdampak banjir.
Di samping itu, Ispan Asabi, warga Dusun 3 Desa Mohungo, merasa cukup resah terhadap banjir di Desa Mohungo.
"Saya sudah cukup resah, setiap hujan deras pasti di rumah saya terdampak banjir dan ini terjadi setiap tahun,"
"Ini banjir sudah terjadi dua kali, subuh tadi dan ini yang kedua, sama sama tinggi untuk debit airnya," ungkapnya.
Ispan juga menambahkan bahwa ia sangat kesusahan untuk bekerja dikarenakan harus membersihkan rumahnya.
"Saya ingin berangkat bekerja, tapi saya masih harus membersihkan rumah saya yang terdampak banjir," akunya.
Ispan mengharapkan tindakan pemerintah untuk menanggulangi bencana banjir.
"Segera cari solusi, ini sudah bertahun tahun seperti ini tidak ada perubahan.
"Pihak yang terkait harus segera bertanggung jawab. Kasihan kami, setiap banjir hanya dikasih bantuan bukan diperbaiki saja yang menjadi penyebab banjir," tutupnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.