Pidato Gubernur Gorontalo
PIDATO Gubernur Gorontalo - Gusnar Ismail Bahas Program-program Prioritas dalam 5 Tahun Kepemimpinan
DRPD Provinsi Gorontalo menggelar sidang paripurna ke-15 dalam rangka pembacaan pidato sambutan Gubernur Gorontalo periode 2025-2030, Gusnar Ismail
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM – DRPD Provinsi Gorontalo menggelar sidang paripurna ke-15 dalam rangka pembacaan pidato sambutan Gubernur Gorontalo periode 2025-2030, Gusnar Ismail, Senin (10/3/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo, KPU dan Bawaslu Provinsi Gorontalo bersama jajaran, serta unsur pimpinan organisasi perangkat daerah.
Dalam waktu hampir satu jam, Gusnar menyampaikan pidatonya.
Gusnar mengulas soal program-program prioritasnya selama lima tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli.
Mengawali pidatonya, Gusnar Ismail menegaskan kembali misi besarnya yaitu "Menuju Gorontalo Maju dan Sejahtera".
Misi ini diejawantahkan dalam berbagai program dan upaya pembangunan.
ISI PIDATO
Gusnar mengatakan Provinsi Gorontalo terletak pada wilayah yang sangat eksklusif hal ini dibuktikan dengan letak geografis Gorontalo yang berbatasan dengan berbagai negara.
"Provinsi ini memiliki zona ekonomi eksklusif (ZEE) Laut Sulawesi, yang berbatasan dengan berbagai macam negara," ungkap Gusnar.
Namun dalam perjalanannya, ZEE ini belum terkeksploitasi secara sepenuhnya.
Gorontalo saat ini hanya terfokus di sisi selatan geografis, yakni Teluk Tomini.
Letak geografis juga menguntungkan bagi Gorontalo karena dekat dengan Ibu Kota Negara (IKN).
Hubungan antara Gorontalo dan daerah di Kalimantan Timur dan Utara, telah terjalin dengan baik melalui arus perdagangan.
Potensi lainnya adalah, Gorontalo berada tidak jauh dari Selat Makassar yang merupakan sektor penting bagi arus yang ramai.
Selanjutnya Gusnar mengungkapkan fakta bilamana kondisi SDM Gorontalo masih cukup tertinggal.
Ada berbagai upaya yang harus dilakukan untuk memanfaatkan SDM ini, salah satunya adalah pendidikan vokasi.
Adanya pendidikan vokasi, menjadi peluang bagi Gorontalo untuk menciptakan SDM yang ahli dalam berbagai bidang.
"Pendidikan vokasi ini siap masuk ke lapangan pekerjaan, yang tidak saja di dalam negeri melainkan juga di luar negeri," jelasnya.
Saat ini pembangunan daerah dapat ditunjang dengan berbagai cara, salah satunya adalah kompetisi.
Gusnar menjelaskan, kompetisi yang dimaksudkan meliputi kompetisi merayu pemerintah pusat agar sumber dayanya mengalir ke daerah, dan kompetisi menarik investor agar mau berinvestasi di Gorontalo.
Kompetisi inilah yang menjadikan setiap daerah berlomba-lomba meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari berbagai sektor.
Faktanya, saat ini Gorontalo masih masuk dalam kategori tertinggal dari sisi PDB, berada satu kelompok dengan sejumlah provinsi yang ada di Papua.
Sementara itu, Maluku Utara yang seumuran dengan Gorontalo, bahkan sudah masuk antara peringkat enam dan tujuh nasional dari sisi PDB nya.
Paling dekat adalah Sulawesi Tengah, yang masuk kategori peringkat atas se-Nasional yang kata Gusnar, berhasil memenangkan kompetisi.
"Karena dia memiliki nikel, memiliki hilirisasi, jadi langsung naik," imbuhnya.
Lebih lanjut, Gusnar kembali menyentil soal lima program unggulan yang digaungkan saat kontestasi pilkada 2024 lalu.
Program unggulan pertama yaitu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Salah satu cita-cita yang ingin dicapai Gusnar melaui program ini yaitu semakin banyak anak-anak Gorontalo yang bisa berkuliah ke luar negeri.
Strategi akan dilakukan melalui dua pendekatan yakni lewat program yang ada di kementerian dan menyisihkan dari APBD.
Program unggulan kedua adalah agromaritim yang meliputi bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
Melaui program ini, ia akan berupaya mewujudkan hilirisasi di sektor pertanian dan peternakan.
Sementara untuk sektor perikanan, program yang akan dijalankan adalah taksi nelayan.
Konsep program ini, pemerintah akan mengoperasikan dan mengelola kapal penangkap ikan yang dapat digunakan oleh kelompok nelayan secara bergantian.
Berikutnya ada program unggulan di sektor UMKM. Gusnar akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis UMKM. Salah satu lokusnya adalah pemanfaatan teknologi digital dalam mempromosikan dan memasarkan produk UMKM.
Selain UMKM, sektor pariwisata juga terus dikembangkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.
Pengembangan sektor pariwisata ini menjadi program unggulan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang dikenal dengan slogan "TORANG GAS" ini.
Program unggulan kelima yakni sektor infrastruktur.
Baca juga: 30 dari 45 Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Tidak Hadir Rapat Paripurna Hari Ini, Bahas Apa?
Gusnar mengutarakan bahwa pencapaian kemajuan dan kesejahteraan perlu didukung oleh sarana prasarana infrastruktur yang bagus dan memadai.
"Sudah tentu program-program ini akan berjalan dengan baik jika terjalin sinergitas antara Pemprov Gorontalo dan DPRD Provinsi Gorontalo, termasuk kesiapan masyarakat untuk bersama-sama pemerintah meraih kemajuan," pungkasnya.
(TribunGorontalo.com/Jian)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.