Berita Viral

Belasan Warga Alami Gejala Keracunan Pasca Santap Catering Pesta

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tomohon, dr. Jhon Lumopa, mengungkapkan bahwa pihaknya segera melakukan investigasi begitu menerima laporan.

Editor: Wawan Akuba
FB
DUGAAN KERACUNAN - Postingan viral soal warga alami gejalan keracunan di pesta pernikahan. Kejadian keracunan dialami sejak pesta yang digelar pada 5 Maret 2025 kemarin. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sejumlah warga Sulawesi Utara mengeluhkan gejala keracunan usai menghadiri resepsi pernikahan di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu malam, 5 Maret 2025. Beberapa jam setelah acara berlangsung.

Banyak tamu mulai merasakan gejala tidak biasa, termasuk panas dingin dan sesak napas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tomohon, dr. Jhon Lumopa, mengungkapkan bahwa pihaknya segera melakukan investigasi begitu menerima laporan.

Baca juga: Truk Bermuatan Rumput Laut Terbalik di Tanjakan Tanawangko Sulut, Lalu Lintas Macet

Berdasarkan data sementara, acara pernikahan tersebut dihadiri sekitar 500 undangan.

Hidangan yang disajikan terdiri dari capcay, bihun goreng, asam manis, dan salad.

Hingga saat ini, sebanyak 15 orang masih menjalani perawatan di RS Gunung Maria, dengan delapan pasien dalam observasi intensif.

Selain itu, satu pasien dirawat di RSUD Anugerah dan satu lainnya telah menjalani rawat jalan.

Pihak Dinkes juga tengah mengumpulkan data dari rumah sakit lain yang kemungkinan menerima pasien dengan gejala serupa.

Penyelidikan mengarah pada katering yang digunakan dalam acara tersebut.

Baca juga: Tekini! Gempa Bumi Pesisir Jawa Barat Sabtu Siang 8 Maret 2025, Info BMKG Magnitudo

Diketahui, makanan berasal dari tiga vendor berbeda, satu dari Manado dan dua lainnya dari Tomohon.

Berdasarkan keterangan pasien, beberapa korban mengonsumsi makanan dari vendor asal Manado, yang kini menjadi fokus investigasi.

Dinkes Tomohon telah berkoordinasi dengan Dinkes Manado untuk menyelidiki lebih lanjut terkait katering tersebut.

"Kami telah mengambil langkah investigasi, termasuk pengujian sampel makanan dari vendor yang diduga terlibat," jelas dr. Jhon Lumopa, Sabtu (8/3/2025).

Dinkes Tomohon memastikan bahwa tim kesehatan terus memantau perkembangan kasus dan memastikan para pasien mendapatkan perawatan yang optimal.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved