Kultum Ramadan 2025
Kultum Ramadan: Ananda Saliko Ajak Milenial Hidupkan Tren Ngaji di Bulan Ramadan
Program Kurma (Kultum Ramadan) kembali menghadirkan kultum inspiratif yang kali ini dibawakan oleh Ananda Saliko, mahasiswa Ilmu Hadist IAIN
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM – Program Kurma (Kultum Ramadan) kembali menghadirkan kultum inspiratif yang kali ini dibawakan oleh Ananda Saliko, mahasiswa Ilmu Hadist IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Ia membawakan Kultum dengan tema "Gak Ngaji Gak Trendy, Ramadan Tahun Ini Khatam Kitab Suci".
Diketahui sebanyak 30 Mahasiswa Ilmu Hadist IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan TribunGorontalo.com dalam program Kultum Ramadan.
Program tersebut akan tayang di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com setiap pukul 17.00 Wita.
Dalam kultumnya, Ananda menyoroti pentingnya menjadikan membaca Alquran sebagai kebiasaan utama di bulan suci ini, bukan sekadar kewajiban, tetapi juga gaya hidup yang membawa keberkahan.
Menurut Ananda, banyak anak muda saat ini lebih sering sibuk dengan scroll media sosial, menonton hiburan tanpa henti, atau melakukan aktivitas yang kurang bermanfaat.
Padahal, Ramadan adalah waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan ibadah dan mengusahakan khatam Alquran.
Ia mengingatkan bahwa membaca Alquran adalah cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-A’raf ayat 3, yang menyuruh manusia untuk membaca dan mengamalkan wahyu yang telah diturunkan.
Ananda juga menyoroti tren di kalangan milenial yang sering merasa FOMO (Fear of Missing Out) atau takut ketinggalan sesuatu yang sedang populer.
Baca juga: Kultum Ramadan, Reyhan Mantau: Ajak Milenial Berperan Aktif di Bulan Ramadan
Menurutnya, jika anak muda bisa berusaha mengikuti tren di media sosial, maka mengapa tidak menjadikan "tren ngaji" sebagai sesuatu yang keren dan wajib dilakukan selama Ramadan?
Ia mengajak generasi muda untuk menjadikan membaca Alquran sebagai kebiasaan yang tidak hanya meningkatkan pahala, tetapi juga memberikan ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai inspirasi, Ananda menceritakan kisah Imam Syafi’i, seorang ulama besar yang sangat konsisten dalam membaca Al-Qur’an meskipun sibuk dengan berbagai tugas keilmuan dan dakwah.
Imam Syafi’i bahkan mampu khatam Alquran dua kali dalam sehari, bahkan di bulan Ramadan ia bisa khatam hingga 60 kali dalam sebulan.
Ini menjadi bukti bahwa kesibukan bukan alasan untuk meninggalkan Alquran, justru semakin tinggi kesibukan, semakin banyak manfaat yang bisa didapat dengan menjadikan ngaji sebagai bagian dari rutinitas harian.
Dalam kultumnya, Ananda juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam ibadah, sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang berbunyi: "Sebaik-baiknya amal adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit" (HR. Bukhari dan Muslim).