Berita Viral
Kesal WA Tak Direspon, Pria di Sukoharjo Tikam Adik Iparnya hingga Tewas Pakai Pisau 30 Sentimeter
Pria di Sukoharjo, Jawa Tengah tega menikam adik iparnya. Setelah ditelusuri, motifnya hanya karena kesal gara-gara pesan WhatsApp (WA) tidak dibalas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sfjdtyjdyhkjm.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pria di Sukoharjo, Jawa Tengah tega menikam adik iparnya.
Setelah ditelusuri, motifnya hanya karena kesal gara-gara pesan WhatsApp (WA) tidak dibalas oleh korban.
Alhasil, pria berinisial AS menikam korban berinisial UTH dengan pisau sepanjang 30 sentimeter.
Untuk memastikan UTH ini telah tewas, AS tidak tanggung-tanggung melayangkan tusukan sebanyak empat kali ke tubuh korban.
Baca juga: Viral di Media Sosial Aksi Ibu-ibu Beli Motor Pakai Kertas Bertuliskan Rp10 Miliar
Dilansir dari TribunMedan.com, Pria berinisial AS menusuk adik iparnya inisial UTH dengan pisau sepanjang 30 sentimeter sebanyak empat kali.
Kejadian di rumah korban di Dukuh Nglinduk, Desa Karwangwuni, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/3/2025).
Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, melalui Kasat Reskrim AKP Zaenudin, menjelaskan insiden ini berawal dari cinta tak berbalas.
AS merasa kesal karena tidak mendapat respons dari UTH melalui WhatsApp selama tiga hari.
Baca juga: Nekat Naik Gunung Semeru Lewat Jalur Ilegal Pendaki Ini Viral, Kini Berakhir Minta Maaf
"Itu bermula dari pelaku AS, tidak mendapat respon via pesan WhatsApp dari adik iparnya yakni UTH sejak tiga hari terakhir," kata Zaenudin, Selasa (4/3/2025).
Dalam pesan tersebut, AS menanyakan kabar perjodohan UTH dengan pria lain yang dipilih oleh keluarganya.
Pada pagi hari kejadian, AS memutuskan untuk mengunjungi rumah mertuanya, tempat UTH tinggal.
Setibanya di lokasi, ia mendapati pintu rumah terkunci.
Namun, pintu samping yang tidak terkunci memudahkan AS untuk masuk.
Di dalam rumah, AS terlibat perdebatan sengit dengan ibu mertuanya sebelum menemukan pisau dan melakukan penusukan terhadap UTH.
Baca juga: Anak Kapolda di Kalsel Viral Gegara Pamer Jet Pribadi dan Uang Jajan Miliaran, Begini Gaji Ayahnya
"Tanpa ragu, AS langsung menusuk tubuh korban sebanyak empat kali," ungkap AKP Zaenudin.
Meskipun UTH sempat meminta tolong kepada ibunya, AS melarikan diri menggunakan sepeda motor Kawasaki Ninja.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut berusaha mengadang AS.
Dalam keadaan panik, pelaku meninggalkan motornya di rumah korban dan melarikan diri dengan berjalan kaki.
Kasus Lain: Gadis Remaja Campurkan Racun ke Takjil Ayah Kandungnya di Bone, Ngaku Disuruh Sang Kekasih
Seorang gadis berinisial GN (17) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga nyaris meracuni bapak kandungnya sendiri JR (40).
Baca juga: Masjid di Maros Viral karena bagi-bagi Undian Usai Tarawih, Ada Televisi hingga Umrah
GN mencoba mencampurkan racun ke dalam takjil untuk berbuka puasa.
Kejadian tersebut terjadi di Dusun Koppe, Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone pada Sabtu (1/3/2025) kemarin sekitar pukul 22.00 Wita.
Menurut informasi dari Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, pelaku mencampurkan racun jenis sidamethrin ke dalam makanan yang akan disajikan kepada ayahnya.
"Racun yang digunakan berupa sidamethrin dalam kemasan kaleng," ungkap Rayendra saat dihubungi oleh Tribun Timur, Senin (3/3/2025).
Baca juga: Jadi Imam Salat Tarwih Sambil Live TikTok, Ustaz Ini Viral Tuai Kecaman dari Warganet
Untungnya, JR menyadari adanya racun tersebut setelah mencium aroma mencurigakan dari takjil yang disajikan.
Ia segera membuang makanan tersebut dan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
Setelah dilakukan interogasi, GN mengakui niatnya untuk meracuni ayahnya atas suruhan pacarnya.
"Dia mengaku aksi tidak terpuji tersebut dilakukan karena disuruh oleh pacarnya," jelas Rayendra.
Baca juga: Anak 7 Tahun di Grobogan Jawa Tengah Viral Rela Tak Sekolah Demi Urusi Ibunya yang ODGJ
Meskipun pelaku telah diinterogasi di unit PPA Polres Bone, ia kemudian dikembalikan kepada orangtuanya karena masih di bawah umur dan ayahnya tidak ingin melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.
Pihak kepolisian menyatakan belum mengetahui secara jelas motif di balik tindakan pelaku.
"Untuk motifnya kami belum sampai ke sana," tambah Rayendra.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.