Minggu, 31 Mei 2026

Berita Nasional

Mulai Masif Maret 2025, Program Makan Bergizi Gratis Bakal Serap Rp 2 Triliun per Bulan

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menyebut bahwa Januari dan Februari 2025 telah digunakan untuk

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Mulai Masif Maret 2025, Program Makan Bergizi Gratis Bakal Serap Rp 2 Triliun per Bulan
TribunGorontalo.com/Herjianto
PROGRAM MBG - Truk pengangkut MBG dari SPPG ke SDN 74 Kota Tengah, Kota Gorontalo, Senin (6/1/2024). Program MBG akan mulai masif per Maret 2025, diproyeksikan program ini bakal menyerap dana Rp 2 triliun per bulan. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan akan mulai menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara masif pada Maret 2025.

Program ini diproyeksikan menyerap anggaran fantastis, yakni hingga Rp 2 triliun per bulan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menyebut bahwa Januari dan Februari 2025 telah digunakan untuk mempersiapkan pelaksanaan MBG.

Pada Maret, program ini akan berjalan secara menyeluruh di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam konferensi pers di Kantor Menko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (3/3/2025), Zulhas mengungkapkan bahwa serapan anggaran pada dua bulan awal masih minim karena proses anggaran pemerintah baru selesai pada akhir Februari.

Baca juga: Pabrik Rokok Ilegal CV ZAJ di Pasuruan Digerebek, 800 Ribu Batang Rokok Ilegal Disita

Namun, mulai Maret, angka ini diproyeksikan melonjak drastis hingga Rp 1 triliun - Rp 2 triliun per bulan.

"Diperkirakan Maret akan dilaksanakan mungkin per bulan bisa menyerap anggaran sampai Rp 1 triliun - Rp 2 triliun satu bulan," ujar Zulhas.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun dapur umum dan memastikan rantai pasok berjalan lancar, mengingat kebutuhan pangan yang sangat besar.

Program ini juga bertujuan untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun.

Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah juga menyesuaikan sumber protein berdasarkan karakteristik tiap daerah.

Sebagai contoh, di Pulau Jawa, protein utama dalam MBG akan berupa ayam, sementara di Sumatera lebih mengandalkan ikan.

"Di Jawa tentu berbeda dengan Sumatera. Sumatera tentu akan berbeda dengan Indonesia Timur makanannya. Oleh karena itu, kita perlu persiapan dan ketersediaan bahan-bahannya," jelas Zulhas.

Meski digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi nasional, program ini juga menuai kritik.

Beberapa pengamat menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan moratorium sementara untuk menyempurnakan implementasi MBG, terutama dalam hal mekanisme distribusi dan efektivitas pemanfaatan anggaran.

Selain itu, tantangan lainnya adalah memastikan tidak ada potensi penyimpangan anggaran, serta menjamin kualitas makanan yang didistribusikan benar-benar sesuai standar gizi yang ditetapkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved