Universitas Negeri Gorontalo
Inovasi Mahasiswa UNG, Biji Tombili Jadi Senjata Ampuh Lawan Hama Padi
Seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Widiawati Lakoro, berhasil menciptakan inovasi luar biasa yang berpotensi membantu petani padi d
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BIJI-KEBIUL-Guilandina-bonduc-sinonim-Caesalpinia-bonduc-atau-kebiul.jpg)
Laporan: Sulistia umar Ontalu, Mahasiswa Magang dari Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
TRIBUNGORONTALO.COM,Gorontalo – Seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Widiawati Lakoro, berhasil menciptakan inovasi luar biasa yang berpotensi membantu petani padi dalam menghadapi hama perusak tanaman.
Berangkat dari keprihatinannya terhadap kerugian yang dialami petani akibat serangan hama, Widiawati melakukan penelitian dan menemukan solusi alami berupa pestisida berbahan dasar biji tombili.
Biji tombili, yang merupakan tanaman liar banyak ditemukan di Gorontalo.
Tombili adalah Guilandina bonduc (sinonim: Caesalpinia bonduc) atau kebiul merupakan spesies tumbuhan berbunga dalam tribus Caesalpinieae yang memiliki sebaran pantropis.
Ditemukan ternyata biji tumbuhan ini mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, dan tanin yang bersifat toksik bagi serangga.
Senyawa ini bekerja dengan cara mengganggu sistem pencernaan dan saraf hama, menyebabkan mereka mati dalam waktu singkat.
Dari Tanaman Liar Menjadi Pestisida Ampuh
Proses pembuatan pestisida alami ini cukup sederhana, sehingga mudah diterapkan oleh para petani. Biji tombili dikeringkan terlebih dahulu, kemudian dihaluskan dan direndam dalam metanol selama beberapa hari.
Setelah itu, ekstrak yang dihasilkan diencerkan dengan air hingga mencapai konsentrasi yang diinginkan.
Uji coba membuktikan bahwa pestisida ini efektif dalam membasmi hama kepinding tanah, salah satu ancaman terbesar bagi tanaman padi.
Hama yang terpapar pestisida ini dapat mati dalam waktu 24 jam.
Temuan ini membawa angin segar bagi para petani padi di Gorontalo, yang selama ini mengandalkan pestisida kimia yang berisiko bagi lingkungan dan kesehatan.
Selain ramah lingkungan, pestisida berbasis biji tombili juga lebih ekonomis karena bahan bakunya mudah ditemukan dan proses pembuatannya tidak memerlukan teknologi tinggi.
Berkat inovasi ini, Widiawati berhasil menyelesaikan studinya di UNG pada tahun 2016, setelah memulai pendidikan di tahun 2012.
Dalam proses penelitiannya, ia dibimbing oleh dua dosen, Weny Musa dan Akram La Kilo, yang turut berperan dalam pengembangan pestisida alami ini.
Inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dan diadopsi secara luas oleh petani di berbagai daerah, sebagai solusi berkelanjutan dalam melindungi tanaman padi dari serangan hama. (*)
Inovasi Mahasiswa Gorontalo
Riset Mahasiswa Gorontalo
Sulistia Umar Ontalu
Guilandina bonduc
Caesalpinia bonduc
Prakiraan Cuaca di Gorontalo
prakiraan cuaca Provinsi Gorontalo
Sesuai Prakiraan Cuaca BMKG Gorontalo
Prakiraan Cuaca
Prakiraan Cuaca Gorontalo
| Mahasiswa UNG Berjualan Takjil di Kota Gorontalo, Cari Sumber Dana Kegiatan |
|
|---|
| UNG Kembangkan Riset Kulit Jeruk Nipis, Buka Peluang Produk Herbal dan Nutraseutikal |
|
|---|
| Optimistis 2026 Jadi Momentum Emas, UNG Satukan Visi Tingkatkan Prestasi Mahasiswa |
|
|---|
| FK UNG Resmi Buka Prodi Anestesiologi, Rektor: Fokus Hasilkan Dokter Spesialis Kompeten |
|
|---|
| Wamen Diktisaintek Stella Christie Dorong Peneliti UNG Go Global, Soroti Tantangan dan Peluang Riset |
|
|---|