Berita Sepak Bola
Christian Pulisic Mandul di Serie A, AC Milan Makin Terpuruk
Namun, semakin lama Pulisic gagal mencetak gol, semakin kecil pula peluang Milan untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERFORMA-Christian-Pulisic-kesulitan-mendongkrak-performanya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Terakhir kali Christian Pulisic mencetak gol non-penalti di Serie A adalah 144 hari lalu.
Waktu itu tepatnya pada 6 Oktober. Sejak saat itu, bintang asal Amerika Serikat ini mengalami puasa gol yang mengkhawatirkan di liga Italia.
Pulisic memulai musim ini dengan gemilang bersama AC Milan, mencetak lima gol dalam tujuh pertandingan pertamanya.
Namun, sejak Oktober, kapten tim nasional Amerika Serikat ini gagal mencetak gol dari open play di Serie A.
Satu-satunya gol yang ia cetak dalam 15 penampilan terakhirnya di liga datang dari titik penalti saat melawan Parma pada 26 Januari.
Kesempatan terbaru Pulisic untuk mengakhiri paceklik golnya datang saat AC Milan menghadapi Bologna.
Masuk dari bangku cadangan pada menit ke-61, ia diharapkan bisa membantu Rossoneri menghindari kekalahan.
Namun, Pulisic tidak mampu menciptakan peluang, tidak melepaskan tembakan, dan hanya menyelesaikan lima operan sepanjang pertandingan.
Berbeda dengan penampilannya melawan Empoli, di mana ia berhasil menciptakan dua assist, kali ini Pulisic gagal memberikan dampak berarti di Stadion Renato Dall'Ara.
Bologna memanfaatkan kelemahan Milan dan mencetak dua gol di babak kedua untuk mengamankan kemenangan 2-1.
Kekalahan ini semakin memperburuk situasi Milan yang kini terdampar di peringkat kedelapan Serie A, jauh dari posisi kedua yang mereka raih musim lalu.
Selain itu, Rossoneri juga tersingkir dari Liga Champions di babak play-off setelah kalah dari Feyenoord.
Padahal, Pulisic memiliki peran penting dalam membantu Milan melaju ke fase gugur Liga Champions.
Ia mencetak empat gol dalam kampanye Eropa Rossoneri, menjadikannya pemain Amerika dengan jumlah gol terbanyak dalam satu musim di kompetisi tersebut.
Selain itu, ia juga mencetak dua gol saat Milan meraih gelar Supercoppa Italiana.
Meski memiliki kontribusi signifikan di ajang lain, performa buruk Pulisic di Serie A kini menjadi sorotan.
Jika AC Milan ingin mengamankan posisi empat besar, mereka harus segera bangkit.
Namun, semakin lama Pulisic gagal mencetak gol, semakin kecil pula peluang Milan untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Kekecewaan
Rafael Leao mengisyaratkan rasa frustrasinya terhadap kekalahan AC Milan dari Bologna.
Apalagi, kekalahan itu terjadi dalam laga yang dianggapnya "aneh."
Pemain asal Portugal tersebut memperingatkan bahwa ia lebih baik tidak banyak bicara tentang insiden tersebut.
Hal itu agar tidak menimbulkan masalah, namun tetap optimis bahwa timnya bisa finis di posisi empat besar.
Beberapa pekan terakhir menjadi bencana bagi Rossoneri.
Setelah tersingkir dari babak play-off Liga Champions oleh Feyenoord, Milan kini terpuruk ke peringkat kedelapan di Serie A.
Dalam pertandingan pekan ke-9 yang dijadwal ulang di Stadio Dall’Ara, Leao sempat membawa Milan unggul setelah menerima flick dari Santiago Gimenez hasil umpan panjang Mike Maignan.
Namun, Bologna berhasil membalikkan keadaan melalui gol Santiago Castro dan Dan Ndoye, membuat Milan kalah 2-1.
Leao Kecewa dengan Kesalahan Milan
"Saya pikir kami sudah menguasai pertandingan. Target kami adalah menang dan naik di klasemen. Saya merasa kami yang bersalah atas kekalahan ini, tapi beginilah situasinya saat ini," ujar Leao kepada DAZN.
"Kami harus mengangkat kepala dan tetap bersatu. Ada laga besar melawan Lazio yang harus kami menangkan di kandang. Jelas, kami kecewa, terutama dengan cara aneh kami kebobolan dua gol. Lebih baik saya tidak banyak bicara soal itu, nanti malah menimbulkan masalah..."
Pernyataan Leao merujuk pada gol penyeimbang dari Castro.
Kondisinya bola lebih dulu memantul ke tangan Giovanni Fabbian sebelum menjadi assist untuk gol tersebut.
VAR menilai bahwa sentuhan tangan itu masih dalam posisi alami.
"Gol pertama cukup aneh, saya sudah melihat tayangan ulangnya," katanya.
Meski begitu ia memahami untuk menjadi pembelajaran untuk tim.
"Tapi bagaimanapun juga, kami harus melihat ke dalam diri kami sendiri," ucaptnya.
Meski begitu katanya, babak pertama sangat bagus, dan seharusnya mereka bisa mempertahankan ritme tersebut.
"Sekarang, ada laga yang sangat penting ke depan, dan kami berharap para fans bisa mendukung kami untuk meraih tiga poin," tegasnya.
Dengan Lazio yang kini berada di peringkat kelima, apakah ini kesempatan terakhir Milan untuk mengamankan tiket Liga Champions?
"Tidak, setiap pertandingan mulai sekarang hingga akhir musim harus kami anggap sebagai final," tukas Leao.
"Saya masih percaya, tentu saja, karena masih banyak pertandingan tersisa dan Serie A kini semakin sulit dengan semua tim berpotensi kehilangan poin. Tugas kami adalah fokus dan menang." (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.