Berita Viral
Pertunjukan Drama Berujung Petaka, Siswa SMK di Bandung Barat Tewas Tertusuk Gunting
MDR, siswa SMA di Dharma Pertiwi, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/TKP-siswa-SMK-di-Bandung-Barat-1111.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – MDR, siswa SMA di Dharma Pertiwi, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, meninggal dunia.
Melansir Tribunnews.com, MDR menghembuskan napas terakhirnya kala mengikuti pentas seni.
MDR turut mengambil peran dalam pertunjukan drama bertajuk "Kenakalan Remaja", pada Kamis (20/2/2025).
MDR, yang merupakan salah satu peserta didik kelas XII, mengalami kecelakaan fatal ketika sebuah gunting yang digunakan sebagai properti panggung menembus bagian perutnya.
Peristiwa ini terjadi saat sekolah menggelar ujian praktik akhir bagi siswa kelas XII.
Hasil pentas seni ini merupakan bagian dari penilaian akhir untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia
"Acara ini merupakan acara resmi tahunan sebagai kegiatan, ujian praktik kelas 12 sebagai salah satu nilai akhir mereka," kata Ridwan saat ditemui di SMK Dharma Pertiwi, Padalarang, Bandung Barat, Jumat (21/2/2025)," jelas Ridwan, Humas SMK Dharma Pertiwi, saat ditemui di sekolah, Jumat (21/2/2025).
Ridwan menjelaskan, kelompok MDR telah menyiapkan pertunjukan selama 10-15 menit.
Kecelakaan itu terjadi menjelang akhir pertunjukan, saat adegan puncak yang melibatkan skenario bunuh diri.
"Dalam cerita memang ada skenario bunuh diri, mungkin karena mendalami atau bagaimana, terjadi seperti yang tidak kita harapkan. Propertinya itu gunting, gunting asli," ungkap Ridwan.
Setelah insiden tersebut, MDR segera dibawa ke Puskesmas Tagogapu Padalarang untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sayangnya, ia dinyatakan telah meninggal dunia.
Suasana di sekolah menjadi riuh setelah kabar duka tersebut menyebar.
Banyak siswa yang histeris saat mengetahui MDR meninggal dunia, meskipun Ridwan menegaskan, ini bukan kesurupan massal, melainkan reaksi emosional atas kejadian tragis tersebut.
Ridwan menambahkan pihak sekolah akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan ujian praktik agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
"Jelas, itu kewajiban ada atau tidak ada kejadian, evaluasi kita lakukan terhadap kegiatan yang telah kita lakukan," tutup Ridwan.
Baca juga: Viral Kades Cisadane Gorontalo Utara Diancam Warga Pakai Arit, Ternyata Ini Duduk Perkaranya
Sempat sempoyongan dikira akting
Mengutip TribunJabar.id, siswa SMK di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang meninggal dunia saat pentas seni di sekolah sempat berjalan sempoyongan sebelum akhirnya terjatuh dan mengembuskan napas terakhir.
Ironinya, hal itu dianggap siswa lain sebagai bagian dari pentas seni.
Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto mengatakan bahwa, siswa kelas XII SMK insial MDR (17) meninggal dunia karena mengalami luka tusukan benda tajam.
"Memang saat itu sedang pagelaran, saksi melihat bahwa adegan itu adegan drama, jadi tidak melihat korban melakukan langsung dan meninggal di tempat. Jadi sempat korban berdiri, berjalan, sempoyongan kemudian terjatuh," kata Tri di DPRD Kota Cimahi, Kamis (20/2/2025).
Polisi masih melakukan rangakaian penyelidikan untuk mengetahui secara rinci kronologi kematian MDR.
Setidaknya sudah ada 3 orang saksi yang telah dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.
"Sudah 3 orang yang kita mintai keterangan awal, mohon waktu, agar peristiwa ini tidak sepenggal-sepenggal," katanya.
Artikel ini dioptimasi dari Tribunnews.com dan TribunJabar.id
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.