Berita Duka Tokoh
Kabar Duka Emilia Ratulangi, Putri Pahlawan Sam Ratulangi, Tutup Usia di Belanda
Emilia merupakan putri Pahlawan Nasional asal Manado, Sulawesi Utara, Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau yang lebih dikenal sebagai Sam Ratulan
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KABAR-DUKA-Putri-Sam-Ratulangi-Emilia-Ratulangi.jpg)
Salah satu Pahlawan Nasional Indonesia ini dilahirkan di Tondano, Sulawesi Utara, pada tanggal 5 November 1890.
Sam Ratulangi juga sering disebut sebagai tokoh multidimensional yang dikenal dengan filsafatnya: "Si tou timou tumou tou", artinya: manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia.
Ratulangi juga merupakan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang menghasilkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.
Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi menghembuskan napas terakhirnya di Jakarta, 30 Juni 1949 ketika menginjak usia 58 tahun, (1)
Masa Muda Sam Ratulangi
Sam Ratulangi merupakan putra dari pasangan Jozias Ratulangi dan Augustina Gerungan.
Jozias merupakan seorang guru di Hoofden School (sekolah menengah untuk anak-anak dari kepala-kepala desa) di Tondano.
Ia menerima pelatihan guru di Haarlem, Belanda sekitar tahun 1880.
Sedangkan Augustina ialah putri dari Jacob Gerungan, Kepala Distrik (Mayoor) Tondano-Touliang.
Sam Ratulangi menempuh pendidikan pertamanya di sekolah dasar Belanda (Europeesche Lagere School), kemudian ia melanjutkan studinya di Hoofden School di Tondano.
Pada tahun 1904, Ratulangi bertolak ke Jawa untuk masuk dalam Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (STOVIA) usai memperoleh beasiswa dari sekolah tersebut.
Tetapi setibanya di Batavia, ia berubah pikiran dan memutuskan untuk belajar di sekolah menengah teknik Koningin Wilhelmina.
Kemudian, ia berhasil lulus pada tahun 1908 dan mulai bekerja di konstruksi rel kereta api di daerah Priangan selatan, Jawa Barat.
Di sana, ia mendapat perlakuan tidak adil dalam urusan upah dan penginapan karyawan dibandingkan dengan karyawan Indo (Eurasia). (*)