Selasa, 10 Maret 2026

Gempa Bumi

Baru Saja Terjadi Gempa Bumi di Labuan Bajo Senin Sore 17 Februari 2025

Lokasi ini berada di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau kawasan wisata Labuan Bajo. 

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Baru Saja Terjadi Gempa Bumi di Labuan Bajo Senin Sore 17 Februari 2025
BMKG
GEMPA TERKINI - Gempa bumi terjadi di Labuan Bajo pada Senin 17 Februari 2025. Gempa memiliki magnitudo dan kedalaman yang cukup, sehingga diperikrakan tak terasa di permukaan. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Gempa bumi baru saja terjadi pada Senin, 17 Februari 2025, pukul 14:26:20 Wita. 

Informasinya, telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 2,4 pada koordinat 8,18° LS dan 119,72° BT.

Gempa bumi ini memiliki kedalaman 221 km.

Lokasi ini berada di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau kawasan wisata Labuan Bajo

Analisis Kedalaman dan Magnitudo Gempa

Gempa bumi dengan kedalaman lebih dari 50 km, seperti yang terjadi di Manggarai Barat, cenderung memiliki intensitas guncangan yang lebih rendah di permukaan meskipun magnitudonya signifikan.

Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh gelombang seismik sebelum mencapai permukaan, sehingga energi guncangan berkurang.

Sebagai contoh, gempa dengan magnitudo 6,5 pada kedalaman 90 km di Tasikmalaya pada tahun 2017 hanya menewaskan empat orang dan merusak 4.826 rumah. 

Dampak Gempa

Dengan magnitudo 2,4 dan kedalaman 221 km, gempa ini diperkirakan tidak menimbulkan kerusakan signifikan.

Guncangan mungkin dirasakan lemah oleh sebagian masyarakat di sekitar episenter, namun tidak sampai menyebabkan kerusakan pada bangunan atau infrastruktur.

Meskipun gempa ini tidak berdampak besar, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan upaya mitigasi sebagai berikut:

Edukasi dan Sosialisasi: Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gempa bumi dan langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa.

Konstruksi Bangunan Tahan Gempa: Membangun atau merenovasi bangunan dengan standar konstruksi yang tahan terhadap guncangan gempa.

Pelatihan dan Simulasi: Melakukan pelatihan dan simulasi evakuasi secara berkala untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Pemantauan dan Informasi: Selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG atau otoritas terkait mengenai aktivitas seismik dan potensi gempa susulan.

Dengan kesiapsiagaan dan pengetahuan yang memadai, dampak negatif dari gempa bumi dapat diminimalisir, menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved