Sampah di Kota Gorontalo
Ada Poster Memaki-maki Pembuang Sampah di Pinggir Jalan Wongkaditi Kota Gorontalo
Pesan ini berisi kalimat berang yang ditujukan kepada oknum-oknum yang sengaja membuang sampah di kawasan tersebut.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TUMPUKAN-SAMPAH-Ada-tumpukan-sampah-di-bibir-jalan-Wongkaditi-Kota-Gorontalo-Senin-1722025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Resah dengan oknum yang buang sampah, ada masyarakat yang menulis pesan makian di tumpukan sampah.
Pesan ini berisi kalimat berang yang ditujukan kepada oknum-oknum yang sengaja membuang sampah di kawasan tersebut.
Lokasinya berada di Jalan Lafran Pane, Kelurahan Wongkaditi, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.
Kondisi di kawasan ini kian memprihatinkan dengan tumpukan sampah yang mulai menggunung.
Baca juga: Kabar Duka Emilia Ratulangi, Putri Pahlawan Sam Ratulangi, Tutup Usia di Belanda
Tak hanya itu, bau busuk juga menggangu sejumlah pengendara yang lewat.
"Foto kasana pak, sudah sangat meresahkan," ujar pengendara yang lewat, Senin (17/2/2025).
Sampah tersebut memanjang dari arah utara ke selatan, beberapa meter menuju pintu masuk halaman Graha KAHMI.
Sampah memanjang sekitar belasan meter, antara 10-15 meter.
Sampah didominasi oleh sisa-sisa makanan yang kini mulai mengeluarkan bau tidak sedap.
Padahal jalan tersebut merupakan area alternatif yang menghubungkan kawasan strategis seperti, pusat perkantoran, RUSD Aloe Saboe Gorontalo Graha Sumberia Gorontalo.
Baca juga: Daftar Hari Libur Panjang Ramadan 2025, Siswa Wajib Tahu!
Tak hanya di sisi utara kawasan Graha KAHMI, tumpukan sampah dijumpai juga di sisi jalan bagian selatan.
Bahkan terpantau sampai ada tumpukan sampah pada tiga titik berbeda berjarak sekitar 70-100 meter.
Sebelumnya Ahmad Djama, salah satu warga mengaku, tumpukan sampah di depan Graha KAHMI tersebut belumlah lama.
"Itu yang di bagian utara (Graha KAHMI) belum lama, itu baru," ujar pria yang kerap disapa Paci Mat.
Sampah tersebut bukanlah hasil buangan dari masyarakat sekitar.
Ia menduga, sampah itu adalah buangan masyarakat luar yang melintas.
Kendati banyak perumahan di wilayah tersebut, Ahmad mengaku mereka sudah ada tempat pembuangan sendiri-sendiri.
Sementara itu, Lian Hasan menambahkan bilamana mereka tiap bulan rutin membayar retribusi sampah ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo.
"Torang (kami) punya rutin bayar Rp 20 ribu tiap bulan, jadi diangkut," terangnnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.