Berita Viral
Gadis Viral Tantrum di Pelabuhan Majene Gegara Pacar Merantau, Akhirnya Dilamar Sang Kekasih
Gadis bernama Lia sempat viral lantaran tantrum di pelabuhan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat ketika sang pacar, Bojes, hendak merantau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gadis-Tantrum-hdfdsf.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Gadis bernama Lia sempat viral lantaran tantrum di pelabuhan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat ketika sang pacar, Bojes, hendak merantau.
Lia menangis meraung lantaran tidak mau ditinggal jauh Bojes yang berniat ke Kalimantan.
Tantrumnya Lia itu bahkan sampai sempat membuat keberangkatan kapal tertunda. Pada akhirnya, tangisan Lia sukses lantaran Bojes tidak jadi pergi.
Kisah cinta mereja pun berujung manis, Lia akhirnya dilamar oleh Bojes.
Tangisan Lia menahan Bojes pergi, kini berbuah manis.
Bojes resmi melamar sang kekasih pada Rabu (12/2/2025) di kediaman Lia di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Sebuah cincin emas dibawa Ojes dan keluarganya sebagai simbol keseriusannya.
Kedatangan Bojes dan keluarga Bojes disambut hangat oleh Lia dan keluarganya.
Momen ini menjadi titik balik besar dalam hidup Bojes, pemuda yang sempat berencana merantau ke Kalimantan namun urung karena Lia ogah ditinggal.
Baca juga: RAMALAN SHIO Kelinci, Naga, dan Ular Besok Sabtu 14 Februari 2025 : Prediksi
Tak disangka, keputusannya justru membawanya ke rezeki yang melimpah setelah kisahnya viral.
Berbagai bantuan dari warga terus mengalir, dari uang panai hingga persiapan pernikahan, membuat Bojes kini semakin mantap menatap masa depan bersama Lia.
"Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu dan mendoakan," ujar Bojes penuh syukur saat dikonfirmasi Tribun Sulbar.com via telepon.
Diketahui rencananya, pasangan ini akan melangsungkan pernikahan sebelum memasuki bulan Ramadan, tepatnya pada 23 Februari 2025.
"Ya insyaallah 23 Februari nanti, mohon doanya semua, terkait uang panai dan hal yang lain, belum kami pastikan, namun harinya sudah jelas Minggu," ia menambahkan.
Kabar bahagia ini pun disambut antusias oleh warga Majene dan netizen yang telah mengikuti perjalanan cinta mereka sejak awal.
Kini, Bojes dan Lia bersiap meniti kehidupan baru sebagai suami istri, meski begitu ia terus berharap apa yang selama ia perjuangan dapat bernilai baik di mata masyarakat.
Sebelumnya, Ardiansyah atau Bojes pemuda asal Kelurahan Binanga, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang mendadak viral di media sosial setelah rencananya merantau ke Kalimantan untuk bekerja batal, setelah sang kekasih tak ingin berpisah kini bak ketiban durian runtuh.
Bojes banjir simpati dari berbagai pihak
Tak sedikit tersentuh atas kisah cinta Bojes dan kekasihnya, hingga banyak yang ingin membantu Boje agar segera menikahi sang kekasih.
Bojes awalnya sudah naik ke atas kapal, hendak merantau demi berjuang mengumpulkan uang demi mahar menikahi kekasihnya di Majene.
Niatnya kemudian terhalang karena sang kekasih tidak ingin berpisah.
Kekasihnya yang melarang bojes merantau hingga meraung-raung di Pelabuhan Passarang Majene, menjadi tontonan dan banyak tersebar di media sosial hingga viral.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Renville Antonio, Bendum Demokrat di Situbondo hingga Meninggal Dunia
Tak tanggung-tanggung, ada yang niat menyumbang hingga puluhan juta rupiah demi mewujudkan pernikahan impian Bojes, selain itu, bantuan terus mengalir, mulai dari jasa Master of Ceremony (MC) gratis, dekorasi dan makeup, hingga erang-erang, lemari beserta isinya jika bojes dan Lia benar-benar akan menikah.
Setelah insiden dramatis itu menjadi sorotan publik, banyak warga yang dermawan tergerak membantunya mengumpulkan uang panai agar bisa segera menikahi Lia.
Atas kejadian yang tak disangka-sangka itu Bojes sangat bersyukur lantaran banyak orang yang dermawan.
“Saya sangat bersyukur karena banyak orang baik yang mau membantu. Ini semua rezeki yang tidak saya sangka,” ungkap Bojes penuh haru kepada wartawan.
Bojes dibesarkan kakek dan nenek
Tangis haru tak terbendung dari Nasiah (60), nenek yang sejak kecil merawat Bojes, saat menyaksikan cucunya kini mendapat banyak rezeki dan perhatian dari warga.
Bojes, yang ditinggalkan ayahnya sejak kecil dan kehilangan ibunya, tumbuh besar dalam asuhan Nasiah dan suaminya, Labai (60).
Menurutnya, sejak bayi, Bojes sudah kehilangan kasih sayang orang tua.
Ayahnya pergi entah ke mana, sementara ibunya meninggal dunia, meninggalkan bayi kecil yang belum mengerti apa-apa.
Nasiah dan Labai kemudian mengasuh Bojes dengan segala keterbatasan yang mereka miliki.
Selama hampir 20 tahun, mereka berdua membesarkan Bojes bersama 4 adiknya dengan penuh kasih sayang.
"Dari kecil Bojes cuma kami yang urus. Dulu kami sering khawatir bagaimana masa depannya, tapi sekarang banyak yang sayang sama dia. Saya tidak pernah membayangkan rumah ini akan ramai dikunjungi orang baik," ujar Nasiah dengan suara bergetar.
Menariknya, tak hanya Bojes yang mendapat bantuan, beberapa warga yang datang juga turut memberikan sedikit rezeki untuk nenek Nasiah. Mereka terharu melihat perjuangan sang nenek yang telah merawat cucunya seorang diri.
Baca juga: Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Jumat Sore 14 Februari 2025: Ini Dampak dan Langkah Mitigasinya
Bojes sendiri tak lupa mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sang nenek yang telah berjuang membesarkannya.
"Kalau bukan karena nenek, saya mungkin tidak akan sampai di titik ini. Semua bantuan ini bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk nenek yang sudah banyak berkorban," kata Bojes penuh haru.
Kisah haru ini semakin membuktikan bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya.
Dukungan dari warga Majene bukan hanya untuk Bojes, tetapi juga untuk nenek yang telah tulus merawatnya hingga dewasa.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.