Kunci Jawaban
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 73 Kurikulum Merdeka: Ubah Hikayat Menjadi Cerpen
Dalam Buku Bahasa Indonesia Kelas 10 halaman 73 siswa diminta menjawab pertanyaan tentang Hikayat si Miskin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Buku-Bahasa-Indonesia-Kelas-10-halaman-73.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 halaman 73 Kurikulum Merdeka.
Dalam Buku Bahasa Indonesia Kelas 10 halaman 73 siswa diminta mengubah kutipan Hikayat si Miskin menjadi bahasa cerpen.
Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 73 dalam artikel ini hanya sebagai referensi orang tua untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
Maka dari itu, sebelum mencocokkan dengan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 73 ini, siswa harus mengerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 68 Kurikulum Merdeka: Analisis Nilai dalam Hikayat
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 73
Ubahlah kutipan Hikayat si Miskin ini menjadi bahasa cerpen yang lebih populer.
Gunakanlah konjungsi urutan waktu dan berbagai majas untuk mengembangkannya.
Jawaban:
Pada zaman dahulu hiduplah seorang raja dan ratu dari kayangan yang mendapat hukuman dari Batara Indera.
Mereka dibuang ke negeri antah-berantah hingga menjadi orang miskin.
Tidak ada satu pun orang di negeri itu yang menyukainya.
Setiap kali mereka mengemis di pasar dan perkampungan, mereka dipukuli dan diusir hingga mereka pun pergi ke hutan.
Di hutan, mereka hidup dengan memakan dedaunan, buah-buahan, bahkan kayu-kayu.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 63 Kurikulum Merdeka: Hikayat si Miskin
Beberapa lama kemudian, sang istri pun hamil.
Saat kandungannya berusia tiga bulan, ia menangis dan meminta kepada suaminya untuk mengambilkan buah mempelam yang tumbuh di taman istana kerajaan.
Si Miskin pun terketuk hatinya karena ia sudah lama menanti kehadiran seorang anak.
Namun, ia bingung karena hal itu sepertinya tidak mungkin ia lakukan.