Kunci Jawaban
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 50 Kurikulum Merdeka: Analisis Novel
Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 50 tersebut siswa diminta untuk mengidentifikasi latar belakang penulis dalam novel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dalam-buku-Bahasa-Indonesia-Kelas-10-Kurikulum-Merdeka-halaman-50.jpg)
Judul: Gadis Pantai
Penerbit: Lentera Di Pantara
Jumlah halaman: 270 halaman
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 30 Kurikulum Merdeka: Identifikasi Teks Anekdot
Latar belakang pengarang yang muncul (budaya, sosial, pendidikan, dll.)
Pramoedya Ananta Toer biasa dipanggil Pram/ Toer dilahirkan di Blora, Jawa Tengah pada tanggal 6 Februari 1925.
Ia pernah belajar di Sekolah Tinggi Islam: Kelas Filosofi dan Sosiologi, Jakarta.
Pram putra sulung dari seorang kepala sekolah Institut Budi Oetomo ini telah menghasilkan artikel, puisi, cerpen, dan novel sehingga melambungkan namanya sejajar dengan para sastrawan dunia.
Karya Pram yang penuh dengan kritik sosial sering membuatnya keluar-masuk penjara.
Karya-karya Pramoedya Ananta Toer yang paling legendaris Bumi Manusia, Aru Balik, Jejak Langkah, Arok Dedes, Larasati.
Gadis Pantai merupakan salah satu buku karya pramoedya, buku ini menceritakan seorang gadis yang lahir dan tumbuh di sebuah kampung nelayan di Jawa Tengah, Kabupaten Rembang.
Gadis pantai memiliki rupa yang cukup manis untuk memikat hati seorang priyayi.
Keseharian gadis pantai yaitu menunggu perahu-perahu yang berangkat dari subuh hari sampai matahari mulai terbenam.
Tulisan Pramoedya tentang gadis pantai ini banyak menonjolkan sifat perbedaan kasta antara kaum bangsawan dengan pribumi pesisir.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 16 Kurikulum Merdeka: Makna Istilah
Hal itu ditunjukan dengan kutipan:
"Gadis pantai dinikahkan dengan keris karena Bendoro berhalangan hadir. Hari berikutnya, Gadis Pantai diajak ke istana di daerah Jepara dengan pakaian kebaya dan kalung tipis menghiasi lehernya. Gadis Pantai terlihat sangat anggun. Bersama keluarga, lurah kampung, dan sanak saudara, mengendarai dokar yang telah dipesan oleh Bendoro."