Objek Wisata Gorontalo

Gerai Souvenir Benteng Otanaha Gorontalo Tak Sesuai Ekspektasi, Malah jadi 'Kandang Kambing'

angunan yang dibangun dengan tujuan menjadi pusat oleh-oleh khas daerah itu kini justru terbengkalai dan beralih fungsi menjadi tempat berkeliaran hew

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
GERAI UMKM TERBENGKALAI: Souvenir Shop Wisata Benteng Otanaha, Kota Gorontalo, Sabtu (8/2/2025). Souvenir Shop Wisata Benteng Otanaha sudah tujuh tahun tidak berfungsi dan seperti sudah terbengkalai. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Harapan besar terhadap kawasan Souvenir Shop Wisata Benteng Otanaha di Kota Gorontalo seolah pupus.

Bangunan yang dibangun dengan tujuan menjadi pusat oleh-oleh khas daerah itu kini justru terbengkalai dan beralih fungsi menjadi tempat berkeliaran hewan ternak.

Sejak diresmikan pada tahun 2018, kawasan ini seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif bagi pelaku usaha lokal.

Namun, hingga saat ini, tidak ada geliat perdagangan yang terjadi di sana.

Beberapa pondok yang dirancang menyerupai rumah panggung kini tampak rusak, sebagian dindingnya jebol, dan pagar besi di bagian depan pun mulai roboh.

Ari Kusuma, mandor yang mengawasi proyek pembangunan kawasan ini, mengaku menyesal.

Namun, bukan karena proses pengerjaannya, melainkan karena bangunan yang ia selesaikan dengan penuh harapan itu kini terbengkalai tanpa kejelasan pemanfaatan.

"Saat diresmikan, saya optimis kawasan ini akan ramai dan bermanfaat dalam jangka panjang. Bahkan saya sempat berpikir, suatu saat akan ada hotel atau penginapan di sekitar sini," ungkap Ari saat ditemui di lokasi, Sabtu (8/2/2025).

Ekspektasi tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan. Kini, dua dari empat pondok yang tersedia mengalami kerusakan cukup parah.

Ruangan utamanya kotor dipenuhi kencing dan kotoran kambing. Area yang seharusnya menjadi tempat wisata belanja malah tampak kumuh dan tak terawat.

Sejumlah warga sekitar bahkan sejak awal sudah menduga bahwa proyek ini tidak akan bertahan lama.

"Waktu itu saya dengar dari masyarakat, pasti ini akan terbengkalai dan jadi tempat hewan ternak," tambah Ari.

Ironisnya, kawasan ini awalnya digadang-gadang menjadi proyek prestisius yang akan meningkatkan pariwisata dan ekonomi di Kota Gorontalo.

Namun, setelah tujuh tahun berlalu, tidak ada satu pun aktivitas perdagangan yang berjalan di sana.

Dari segi penataan, kawasan ini sebenarnya cukup menarik. Selain pondok berbentuk rumah panggung, terdapat ruang utama yang luas dan strategis untuk dijadikan pusat perbelanjaan.

Namun, tanpa pengelolaan yang baik, semua potensi itu sia-sia.

Perbaikan Benteng Otanaha

Sementara itu, Benteng Otanaha menjadi hal prioritas yang akan diperbaiki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo.

Destinasi wisata terletak di atas perbukitan Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo ini akan mengalami sejumlah perbaikan khususnya yang menjadi lokasi longsor tahun 2024 kemarin. 

Salah satunya penguatan tebing di sekitar Benteng Otanaha.

Tebing di Benteng Otanaha secepatnya akan ditangani agar wisatawan tidak lagi khawatir.

Selain itu, penguatan tebing ini dilakukan agar mencegah adanya longsor dengan wilayah cakupan lebih luas.

Hal itu ditegaskan Zamroni Agus, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Gorontalo.

Katanya, jika tebing di sekeliling Benteng tidak kuat, longsor bisa saja meluas hingga ke badan Benteng.

Hal itu pun dikhawatirkan Zamroni sehingga perbaikan Benteng Otanaha menjadi hal prioritas yang akan dilakukannya ke depan.

"Ini mau tidak mau, harus segera dilakukan," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (10/1/2025)

"Kalau tidak segera ditangani dikhawatirkan akan berdampak pada longsor yang lebih meluas hingga ke badan benteng," lanjutnya.

Selain memperkuat tebing, perbaikan pada Benteng Otanaha juga akan dibuat menjadi lebih indah untuk menambah daya tarik wisatawan.

Hal ini dipicu oleh berkurangnya wisatawan datang ke Benteng Otanaha.

Padahal Benteng Otanaha merupakan cagar budaya di Gorontalo.

"Sehingga selain tebing menjadi lebih kuat juga ada nilai daya tarik," katanya.

Ke depan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 17 di Manado, Sulawesi Utara terkait dengan desain Benteng Otanaha.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved