Breaking News
Minggu, 8 Maret 2026

Basarnas Gorontalo

44 Warga Meninggal Akibat Bencana di Gorontalo, 19 Hilang Sepanjang 2024

Basarnas Gorontalo mengungkap telah melakukan 42 kali operasi pencarian dan penyelamatan sepanjang 2024 silam.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto 44 Warga Meninggal Akibat Bencana di Gorontalo, 19 Hilang Sepanjang 2024
Dok Basarnas Gorontalo
OPERASI BASARNAS GORONTALO - Tim gabungan Basarnas Gorontalo mengevakuasi korban tanah longsor di Desa Apumela Kabupaten Gorontalo,Provinsi Gorontalo. Badan SAR Nasional (Basarnas) mengungkap telah melakukan 42 kali operasi pencarian dan penyelamatan sepanjang 2024 silam. 

TRIBUNGORONTALO.COM, GORONTALO -- Basarnas Gorontalo mengungkap telah melakukan 42 kali operasi pencarian dan penyelamatan sepanjang 2024 silam.

Dalam operasi Basarnas tersebut, 44 orang meninggal dunia , 19 orang yang hilang dan selamat sebanyak 8.298 jiwa dalam berbagai peristiwa Provinsi Gorontalo.

Adapun peristiwa terjadi antara lain kecelakaan pesawat udara, kecelakaan kapal, kondisi membahayakan manusia, bencana serta kecelakaan penanganan khusus.

Analis Operasi SAR Gorontalo, Ibrahim Adam mengungkapkan peristiwa search and rescue yang paling sulit yakni saat longsor di tambang.

"Karena harus jalan kaki sampai satu hari perjalanan, belum kalau cuaca hujan bisa sampai satu setengah hati perjalanan," ungkapnya.saat dikonfirmasi, Jumat (31/1/2025).

Hal itu terbukti saat Basarnas melakukan operasi di beberapa tambang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo.

"Terbukti waktu operasi tambang di Longgi Boalemo, juga operasi di tambang Pohuwato dan tambang di Suwawa Timur," jelasnya.

Lanjut Ibrahim, saat ini Basarnas Gorontalo memiliki sejumlah peralatan canggih yang akan digunakan jika terjadi bencana.

Adapun alat-alat itu seperti, drone thermal fungsinya untuk mendeteksi panas tubuh. 

"Biasanya saat operasi SAR digunakan dalam mitigasi awal untuk mengetahui medan atau lokasi operasi SAR," jelasnya.

Kedua Aqua aye, alat ini digunakan untuk mendeteksi korban di bawah air tenang. Selanjutnya under water searching device. "Kalau ini sama fungsinya dengan Aqua aye hanya khusus khusus air berarus," jelasnya.

Berikut rekapitulasi operasi pencarian dan pertolongan pada 2024.

1. Kecelakaan pesawat udara:
• 1 unit pesawat
• 4 orang meninggal
Total: 4 korban

2. Kecelakaan kapal 

• 19 kapal 
• 34 selamat 
• 3 meninggal dunia 

Total: 37 korban 

3. Kondisi membahayakan manusia (tenggelam dan hilang)

• 16 operasi SAR, 
• 10 selamat 
• 10 meninggal dunia 
• 4 hilang 

Total: 24 korban 

4. Bencana 

• 5 operasi SAR
• 8.252 selamat 
• 27 meninggal 
• 15 hilang

Jumlah: 8.294

5. Kecelakaan penanganan khusus

• 1 Operasi SAR
• 2 selamat 

Jumlah: 2 selamat 

Warga Gorontalo yang Terjadi Bencana Bisa Hubungi Nomor Bebas Pulsa Basarnas

Analis Operasi SAR Gorontalo, Ibrahim Adam mengatakan masyarakat Gorontalo yang terdampak bencana dan memerlukan pertolongan bisa menghubungi call center Badan SAR Nasional (Basarnas) di nomor bebas pulsa 115.

Nomor siaga 24 jam sehari ini dapat dimanfaatkan dengan bijak oleh masyarakat yang membutuhkan.

Katanya, tidak ada pengumutan biaya kepada masyarakat dalam pelaksanaan evakuasi, pencarian, pertolongan bencana alam.

"Masyarakat juga bisa menghubungi kontak WhatsApp kami, (08114317748)," ungkapnya Jumat (31/1/2025).

Ibrahim meminta kepada masyarakat untuk melaporkan oknum yang meminta bayaran saat melakukan evakuasi.

"Apabila ada oknum yang meminta bayaran, harap laporkan kepada kamu, karena kami tidak pernah menerima bayaran dari warga yang sudah kami bantu," katanya.

Ibrahim mengatakan evakuasi korban dalam penanggulangan bencana sudah menjadi tugas pokok dan fungsi dari Basarnas.

Pihaknya meminta masyarakat tidak sungkan melaporkan jika ada kejadian membahayakan manusia dan darurat, terutama soal kebencanaan.

Lanjut Ibrahim saat ini Basarnas Gorontalo memiliki sejumlah peralatan canggih yang akan digunakan jika terjadi bencana.

Dia menjelaskan tugas, pokok dan fungsi lebih detail Basarnas Gorontalo untuk diketahui warga.

"Kami sendiri telah diatur dalam undang-undang nomor 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan dan juga tupoksi Basarnas," jelasnya.

Katanya Basarnas menangani kecelakaan pesawat, kecelakaan kapal, bencana tanggap darurat, kondisi membahayakan manusia dan penanganan kecelakaan khusus.

"Kalau penanganan kecelakaan khusus sendiri itu kami berkoordinasi lantas Polri," ujarnya.

Ia menerangkan upaya Basarnas untuk pencarian dengan melakukan operasi SAR selama tujuh hari. "Dalam kurung korban tiga hari korban ditemukan maka kita hentikan pencarian," jelasnya.

Namun dalam kurung waktu tujuh hari korban tidak ditemukan maka status korban dinaikan jadi korban hilang. "Operasi SAR dihentikan kemudian kami berkoordinasi dengan pihak keluarga, membuat surat pernyataan dari pihak keluarga, apakah setuju operasi SAR dihentikan," tuturnya.

Akan tetapi sesuai aturan, pihak Basarnas bisa membuka kembali operasi SAR setelah tujuh hari.

"Tetapi dengan syarat kami mengetahui tanda-tanda dari si korban atau informasi dari luar korban ini benar-benar korban yang kita cari dan sudah ditemukan dan kami bisa mengaktifkan kembali untuk mengevakuasi," bebernya.

Tantangan yang dihadapi Basarnas yaitu terkait dengan cuaca. 

"Dalam pelaksanaan operasi SAR, cuaca itu jadi kendala utama dalam pelaksanaan, tapi kalau hanya ombak, angin kencang itu tidak jadi kendala kami tetap kami lakukan operasi SAR kecuali badai maka kami menepi," paparnya.

Kalau operasi SAR di sungai yang jadi kendala terjadinya air bah dari hulu ke hilir. "Kalau air naik tiba-tiba maka kami tetap menepi. Kami tunggu air reda dulu baru kami lakukan kembali pencairan," tandasnya.((*/Jefry)
 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved