Berita Viral

Sosok Polisi Paksa Pacar Pramugari Aborsi hingga Rahim Infeksi, Demi Menjaga Karir di Kepolisian

Kasus polisi bernama Ipda YF nekat paksa pacar pramugarinya untuk aborsi demi selamatkan kariernya di kepolisian, jadi sorotan.

|
Editor: Minarti Mansombo
X/@TukangBedah00
SOSOK POLISI AKPOL PAKSA ABORSI PACAR - Oknum anggota polisi berinisial Ipda YF lulusan Akpol 2023 yang bertugas di Polres Bireuen, saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh Paminal Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh. 

Kejadian bermula ketika Putri Rahmi kehilangan ponselnya di warung miliknya tersebut.

Setelah mengalami pencurian, Putri Rahmi pun mendatangi Mapolsek Tallo untuk membuat laporan atas kehilangan tiga buah ponsel, Selasa (21/1/2025).

Kendati demikian, peristiwa tidak mengenakkan justru dialami oleh Putri Rahmi.

Bukannya diterima dengan baik, laporan Putri Rahmi diduga malah ditolak oleh polisi.

Bahkan ada polisi yang meminta uang operasional kepada Putri Rahmi agar pelaku bisa segera ditangkap.

"Polisi bilang besok saja datang lagi (buat laporan)," ucap Putri Rahmi, dikutip dari Instagram @teropongmakassar.

Ia menuturkan, laporan tersebut diduga ditolak polisi karena alasan ponsel yang dicuri tidak memiliki nomor IMEI resmi.

Baca juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces Besok 30 Jan 2025 : Cinta, Kesehatan, Karir dan Keuangan

Padahal Putri Rahmi datang ke Mapolsek Tallo membawa sejumlah bukti seperti rekaman kamera pengawas atau CCTV.

 Postingan salah satu akun media sosial yang mengunggah curhatan seorang wanita bernama Putri Rahmi (36) yang laporannya diduga ditolak oleh polisi (Instagram/teropongmakassar)
Di dalam rekaman CCTV memperlihatkan terduga pelaku yang melintas di sekitar rumahnya.

Selain itu, ada pula bukti lain berupa payung yang diduga milik pelaku.

Adapun Putri Rahmi juga diduga dipalak polisi sebesar Rp100.000 dengan alasan untuk membeli bensin agar pelaku cepat ditangkap.

"Polisi bilang, kasih saja untuk beli bensin anggota, biar dia pergi jemput pelaku," ucap Putri Rahmi dalam keterangannya, melansir Kompas.com.

Menanggapi postingan viral tersebut, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin mengatakan bahwa pihak Propam Polrestabes Makassar telah bergerak melakukan pendalaman.

"Propam Polrestabes sudah turun ke lokasi, mengecek kebenaran (informasi penolakan) itu," kata Wahiduddin saat dikonfirmasi awak media.

Ia menyatakan bahwa Propam saat ini tengah turun tangan memeriksa personal Polsek Tallo buntut dari dugaan penolakan laporan serta pemalakan terhadap Putri Rahmi.

Sumber: TribunJatim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved