Proyek Taruna Remaja Gorontalo
Taruna Remaja Food Court Kota Gorontalo Ditanggapi Pedagang : Antara Senang dan Sedih
Sehingga para UMKM di Taruna Remaja dipindahkan ke kawasan khusus kuliner. Namun, perpindahan UMKM ini tak semua dirasakan senang oleh pedagang.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dsvadgnthyj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Renovasi Kawasan kuliner di Taruna Remaja Kota Gorontalo saat ini telah selesai.
Kawasan ini diberi nama Taruna Remaja Food and Corut (TRFC)
Renovasi yang dianggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 4.652.674.570,5 (Rp 4,652 miliar) ini telah selesai.
Sehingga para UMKM di Taruna Remaja dipindahkan ke kawasan ini.
Namun, perpindahan ini tak semua dirasakan senang oleh pedagang.
Baca juga: Proyek Kios UMKM Taruna Remaja Gorontalo Senilai Rp 4 Miliar Kini Telah Rampung
Salah satu pedagang di Taruna Remaja, Dewi Ali ungkap perasaannya saat dipindahkan ke TFRC.
Dewi dulunya adalah pedagang di lapangan Taruna Remaja.
Sejak tiga haru lalu, ia dan 14 pedagang lainnya direlokasi ke kawasan yang baru.
Ia mengaku perasaannya saat ini campur aduk, "tidak tau mau bilang senang atau sedih," ungkapnya, Sabtu (25/1/2025).
Bukan tanpa alasan, sejak tiga hari buka, belum ada profit besar yang ia terima selama berada di TFRC ini.
"Tadi malam saja sunyi sekali, hujan," tukasnya.
Baca juga: Renovasi Kawasan Kuliner Taruna Remaja Gorontalo Rampung 25 Desember 2024, Ini Penampilan Terbarunya
Setiap hari ia dan pedagang khusus kuliner dikenakan pembayaran sebesar Rp 36.500.
"Pertama kebijakannya Rp 1 juta lebih setiap bulan, tapi kami bilang kalau bayar sekalian berat rasanya," ujarnya.
Akhirnya dibijaki pembayarannya bisa dilakukan tiap hari.
Padahal Dewi berharap tarifnya bisa lebih dikurangi karena ia termasuk pedagang lama.
Meskipun fasilitas sudah lebih baik dari sebelumnya, namun Dewi mengaku setiap lapak diisi oleh dua pedagang.
"Air sudah lancar, toilet ada, tapi kita di sini ada dua pedagang, jadi ini harus disekat," bebernya.
Belum lagi kata Dewi, mereka dibatasi harus menggunakan empat set meja dan kursi.
Padahal dulunya, ia dan pedagang lainnya bisa menggunakan sampai 20 meja.
Baca juga: 25 Kios UMKM Percantik Taruna Remaja Gorontalo Sebagai Alun-alun Kota
"Kalau ramai bagaimana, apalagi ini sudah mau bulan puasa," keluhnya.
Dewi sudah lama berjualan di Taruna Remaja.
Ia mengaku sudah berjualan di kawasan tersebut sejak tahun 2008.
Awalnya lokasi jualan masih dipusatkan di lapangan tenis di sisi bagian selatan kawasan Taruna Remaja.
"Saat itu pembayarannya masih sekitar Rp 8.000, kemudian pindah ke sini jadi Rp 12.000," rincinya.
Di kawasan TRFCC ini, Dewi harus merogoh kocek sekitar Rp 1,7 juta sudah masuk pembayaran tempat dan listrik.
Baca juga: Progres Proyek Senilai Rp 4 Miliar di Kawasan Taruna Remaja Kota Gorontalo
Meskipun belum melihat ada kenaikan pendapatan per harinya, namun ia berhadap tarif pembayaran tempat bisa sedikit dikurangi dari angka yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Hingga kini, belum seluruh lapak diisi oleh pelaku usaha baik kuliner maupun souvenir.
Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disparpora) Kota Gorontalo masih membuka lowongan pendaftaran bagi pelaku usaha sampai dengan 28 Januari 2025.
Beroperasinya kawasan TRFC ini diharapkan dapat memperindah wajah kota Gorontalo.
Selain itu, alasan lain pembangunan kawasan tersebut adalah, pendatang dari luar Kota Gorontalo, dapat berbelanja makanan maupun souvenir khas Kota Gorontalo. (*/Jian)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.