Gempa Bumi
Gempa Magnitudo Baru Saja Terjadi Jumat Siang 24 Januari 2025, Info BMKG Kedalaman 10 Km
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada koordinat 9.07° Lintang Selatan dan 116.87° Buju
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gempa-bumi-24-Jan-2025-131424.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Gempa bumi dengan magnitudo 2.4 mengguncang wilayah perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada koordinat 9.07° Lintang Selatan dan 116.87° Bujur Timur.
Kedalaman gempa ini mencapai 10 kilometer di bawah permukaan laut.
Meski dirasakan lemah, gempa ini menjadi pengingat potensi aktivitas seismik di wilayah tersebut.
Lokasi gempa berada di zona aktif tektonik dekat dengan pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, yang sering memicu gempa bumi, baik dangkal maupun dalam.
Kedalaman gempa 10 km menunjukkan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal, yang biasanya disebabkan oleh aktivitas sesar lokal.
Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Meskipun magnitudo gempa ini relatif kecil dan tidak berpotensi tsunami, masyarakat di wilayah NTB diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Peningkatan kesadaran mitigasi bencana, seperti memahami prosedur evakuasi, memperkuat bangunan sesuai standar tahan gempa, dan selalu memperhatikan informasi dari pihak berwenang, menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak gempa.
Wilayah NTB dikenal sebagai salah satu daerah dengan risiko gempa tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah setempat terus melakukan edukasi kepada masyarakat, termasuk melalui simulasi bencana dan penguatan kapasitas komunitas.
Dengan posisinya yang berada di antara dua lempeng besar, NTB memiliki potensi gempa bumi yang cukup sering.
Aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia menjadi penyebab utama gempa di wilayah ini.
Selain itu, jalur patahan aktif di sekitar Lombok dan Sumbawa juga menjadi perhatian utama para ahli geologi.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan kerusakan atau korban akibat gempa ini.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik dan mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi dari sumber resmi. (*)