Suami Aniaya Istri di Gorut
Aprianto Tahu Mobil Ditumpangi Sterlin ke Gorontalo Utara, Polisi Periksa Keterlibatan Sopir Rental
Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan suami Sterlin, Aprianto Hilimu (38) warga Desa Molangga, Kecamatan Tolinggula
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-pria-menganiaya-istrinya-di-pinggir-jalan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Sopir mobil yang ditumpangi Sterlin Moilo kini diperiksa Polsek Tilamuta.
Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan suami Sterlin, Aprianto Hilimu (38) warga Desa Molangga, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo.
Aprianto diketahui menganiaya Sterlin yang baru saja kembali dari Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Namun polisi menelusuri penyebab Aprianto mengetahui keberadaan mobil Sterlin.
"Jika diketahui sopir melakukan kerja sama dengan pelaku maka kami akan menindaklanjuti hal tersebut," jelas Banit Reskrim Polsek Sumalata, Brigpol Syahril Kamasi kepada TribunGorontalo.com, Jumat (24/1/2025).
Selain sopir, polisi juga memeriksa sejumlah saksi dari keluarga Sterlin, yakni Candrawati Latif, Rini, dan Misna.
Syahril menyebut Rini sudah memberikan keterangan berdasarkan video yang tersebar.
"Untuk saat ini saya masih menunggu saksi yang dari kota dan kesediaan saksi yang katanya belum siap karena jantungan," ujar Syahril.
Sementara itu pelaku Aprianto tidak berada di rumahnya
Informasi dari korban, suaminya itu sedang berada di Boroko, Sulawesi Utara.
"Untuk terlapor saya sudah kerja sama dengan tim unit Reskrim Polsek Tolinggula untuk melacak dan mencari tahu keberadaan terlapor," tambahnya.
Awal mula pasangan suami istri ini bekerja selama empat tahun di Weda, Kabupaten Halmahera, Maluku Utara.
Kemudian Aprianto memilih berhenti bekerja (resign) dan kembali ke kampung halamannya.
Sementara Sterlin masih bertahan bekerja di Weda.
Sekian lama menjalin hubungan jarak jauh, Aprianto mulai menaruh rasa curiga kepada Sterlin.
Ia berpikir bahwa istrinya berselingkuh hingga menjual diri di Weda.
Aprianto lantas meminta Sterlin keluar dari tempat kerjanya dan kembali ke Gorontalo.
Kemudian istrinya bertanya jikalau dirinya berhenti bagaimana cara membayar utang mereka
"Soal utang gampang itu," ujar Syahril menirukan perkataan Sterlin saat memberikan kesaksian.
Namun Sterlin tetap mengajukan syarat bahwa ia akan pulang asalkan suaminya mau bekerja.
Hal ini menjadi awal pasutri cekcok hingga Aprianto menyusun rencana jahat.
Aprianto lalu mengajak istrinya itu melakukan adegan vulgar atau dikenal video call seks (VCS).
Sterlin pun menuruti kemauan karena merasa punya tanggung jawab untuk melayani suaminya.
Ternyata tanpa sepengetahuan Sterlin, Aprianto merekam layar. Ia menjadikan video rekaman itu sebagai bahan ancaman agar istrinya berhenti bekerja.
Meski sempat syok, Sterlin tetap bersikeras hanya mau berhenti jika suaminya itu sudah mendapat pekerjaan.
Sterlin akhirnya muak dan berpikir untuk tidak melanjutkan hubungan rumah tangga bersama Aprianto.
Akan tetapi, keinginan Sterlin untuk berpisah tidak dituruti Aprianto.
"Saya ini sudah dipermalukan, kenapa masih minta balikan lagi? Ibaratnya seperti membuang air liur ke langit lalu menjatuhkan ke wajah sendiri," tutur Sterlin.
Hubungan rumah tangga Sterlin semakin pelik manakala Aprianto mengambil anak-anaknya yang saat itu tinggal bersama mertuanya di Desa Buloila.
Anak-anak yang tidak mau ikut, diseret Aprianto.
Setelah anak berhasil dibawa, Aprianto menghubungi Sterlin. Ia mengancam jikalau Sterlin tidak segera pulang, Aprianto akan menyiksa serta tidak akan memberi makan anak-anak mereka.
Aprianto juga meminta Sterling tidak singgah di Sumalata dan langsung ke Tolinggula.
Mendengar hal ini, Sterlin tanpa pikir panjang langsung mengemasi barang-barangnya. Ia akhirnya pulang ke Gorontalo.
Dalam perjalanan menuju Kecamatan Tolinggula, rupanya Sterling sudah ditunggu oleh suaminya di Desa Kasiah Kecamatan Sumalata.
Ketika mobil yang ditumpangi Sterlin tiba di Desa Kasiah, Aprianto langsung mencegatnya.
Ia mengetuk kaca mobil yang sementara berjalan.
Setelah mobil berhenti, Aprianto langsung meminta handphone milik Sterlin.
Sterlin pun menolaknya karena sudah beberapa kali mengganti handphone gara-gara sering dirusak Aprianto.
Karena keinginannya tak dituruti, Aprianto langsung menjambak rambut Sterlin.
Kepala Sterlin dibenturkan ke kursi mobil. Kemudian menyeret Sterlin keluar dari mobil.
Aprianto memukul dan menendang Sterlin secara brutal, hingga koper berisi pakaian, sejumlah uang, dan kartu ATM dibakar oleh Aprianto.
Akibat insiden ini, Sterlin mengalami memar di sekujur tubuhnya terutama bagian wajah.
Peristiwa ini juga sempat direkam oleh warga sekitar dan viral di media sosial. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.