Ikan Purba di Gorontalo
Detik-detik Nelayan Gorontalo Oskar Kaluku Tangkap Ikan Purba, Bukan Dipancing, Mendekat ke Perahu
Warga Gorontalo dihebohkan penangkapan ikan yang disebut ikan purba pada Rabu (15/1/2024) pukul 15.00 Wita
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ikan-purba-98888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Warga Gorontalo dihebohkan penangkapan ikan yang disebut ikan purba pada Rabu (15/1/2024) pukul 15.00 Wita
Penangkapan ikan tak lazim ini heboh setelah fotonya beredar di media sosial.
Ikan tersebut ternyata ditangkap Oskar Kaluku, nelayan Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Banyak orang menyebut ikan mirip ikan purba Coelacanth. Saat ini ikan tersebut disebut masih diteliti pihak Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Salha Kaluku, keponakan Oskar Kaluku menceritakan ikan tersebut mendekati perahu milik pamannya.
Sang nelayan kaget karena tidak pernah melihat jenis ikan tersebut. Oskar sempat mengira ikan tersebut adalah ikan sejenis goropa.
"Ikan itu ditemukan pada pukul 15:00 Wita. Awalnya ia melihat ikan sedang bermain didekat perahun. Dia pun kaget melihat ikan yang tidak pernah dilihat sebelumnya, ia pun langsung mengaitkan ganco ke ikan namun patah saking beratnya ikan. Berselang beberapa menit ikan kembali lagi dan akhirnya bisa diangkat dengan sekuat tenaga di perahu," ungkap Salha kepada TribunGorontalo.com Minggu (19/1/2025).
Katanya, sang paman berpikir ikan besar tersebut mahal harganya sehingga dia membawa pulang. Dia pun ke rumah dan memberitukan penangkapan ikan yang masih ditinggalkannya dalam perahu.
Oskar dan temannya lalu membawa ikan tersebut menggunakan sepeda motor. Saat itu ikan masih dalam keadaan masih hidup.
"Aetalah ikan ini sampai d irumah, sudah banyak orang yang mengambil gambar lalu di-posting bahkan vidio siarang langsung," katanya
"Sepupu saya yang ada di Manado melihat postingan orang-orang dan ia meminta foto dan videonya, dan dibagikan di Portal Manado (Facebook)," jelas Salha.
Saat itu juga, Mereka dihubungi seseorang peneliti sekaligus dosen Unsrat Manado untuk mengambil ikan tersebut. Tim Unsrat tiba di kampung halaman nelayan pada Kamis (16/1/2025) pukul 06:00 Wita.
"Sebelum peneiliti datang, kami sempat bingung ikan ini mau diapakan karena sudah ditanya sama warga sekitar yang sudah berusia 80 tahun, mereka juga belum pernah melihat ikan seperti ini," ungkapnya.
"Sebelum dapat info ini adalah ikan purba, kami sempat berencana untuk membuangnya, namun ketika diketahui, kami menyerahkan ikan ini kepada peneliti dari Manado," Ujar Salha.
Katanya ketika tim Unsrat datang menemui keluarga nelayan, mereka memeriksa kondisi ikan. Keluarga diberi tau bahwa ikan tersebut tidak bisa diperjualbelikan karena termasuk hewan yang dilindungi.
Menurut Salha,ketiga orang peneliti yang terdiri dari suami istri dan anaknya, "Tiga orang berbicsra seperti menggunakan bahasa Jepang," jelasnya.
Para peneliti tersebut berjanji akan memberikan imbalan setelah dilakukan penelitian.
Kepala Desa Imana Isnain Talaban mengakui bahwa adanya penemuan jenis ikan langkah yang ditemukan nelayan di desanya
"Seorang nelayan Oskar Taluku menemukan ikan ini pada Kamis (16/1/2025) tepatnya pukul 16.00 Wita," ungkap Isnain pada TribunGorontalo.com Minggu (19/1/2025).
Oskar melihat ikan tersebut mulai mendekati perahunya, semakin lama terus mendekat sehingga ia pun penasaran dengan adanya ikan yang menghampirnya, kemudian ia langsung menangkap menggunakan alatnya.
Ikan ini tidak dipancing atau dipukat, tetapi memang mendekati perahu nelayan.
Oskar kaget dengan ikan tersebut, karena memang tidak pernah dilihat sebelumnya, ukurannya cukup besar dengan berat 41 Kilogram.
Setelah itu nelayan membawanya pulang, dan diletakan di halaman rumah kemudian difoto untuk diposting di media sosial.
"Beberapa saat setelah diposting, ada seorang peneliti asal Unsrat Manado yang melihat postingan tersebut, langsung menghubungi nelayan dan langsung berangkat Kamis malam ke Desa Imana," Jelas Isnain
Katanya, rencananya akan ada peneliti dari Amerika Serikat yang datang ke lokasi penangkapan ikan. "Menurut peneliti ikan dalam keadaan hamil," jelasnya
Sosok Nelayan Oskar Kaluku di Gorontalo Utara
Oskar Kaluku (52) merupakan Nelayan yang ada di Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara.
Setiap hari Oskar selalu pergi melaut sendiri dengan perahu miliknya.
Salha Kaluku, keponakannya mencerikan Oskar tinggal bersamanya.
Oskar belum menikah dan memiliki keterbatasan dalam pendengaran dan bicara.
"Oskar adalah adik dari ayah saya yang memiliki keterbatasan dalam mendengar dan berbicara," ungkap Salha
Nelayan merupakan pekerjaan utamanya, sudah 35 tahun ia menekuni pekerjaan tersebut.
Oskar sempat merantau bertahun-tahun bekerja sebagai nelayan. (*/Efriet)
| Ikan Coelacanth yang Hidup 150 Juta Tahun Sebelum Dinosaurus, Ditemukan di Gorontalo Utara |
|
|---|
| BPSPL Sebut Ikan Purba Coelacanth Jarang Ditemukan di Luar Sulawesi Utara |
|
|---|
| Rumah Oskar Kaluku Penemu Ikan Purba Coelacanth di Gorontalo Utara Ramai Dikunjungi, Ada TNI AL |
|
|---|
| Observasi Habitat Ikan Coelacanth di Gorontalo Utara Bakal Dilanjutkan Tim Peneliti Amerika Serikat |
|
|---|
| Ixchel Feibie Mandagi Sosok Peneliti Ikan Purba Coelacanth di Gorontalo Utara, Dosen Unsrat Manado |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.