Kamis, 5 Maret 2026

Berita Viral

Petaka Makan Bergizi Gratis, Puluhan Siswa SD Sukoharjo Keracunan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Dukuh 03, Sukoharjo, menuai petaka.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Petaka Makan Bergizi Gratis, Puluhan Siswa SD Sukoharjo Keracunan
FOTO: TribunGorontalo.com
Ilustrasi makan bergizi gratis 

TRIBUNGORONTALO.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Dukuh 03, Sukoharjo, menuai petaka.

Mengutip Kompas.com, puluhan siswa mengalami keracunan usai menyantap hidangan MBG.

Menurut Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota, Kunari Mahanani, pihaknya menemukan para siswa menunjukkan gejala mual hingga pusing.

Hanya saja, tidak satu pun korban dirujuk ke rumah sakit.

“Sudah kita tangani, obati, kita observasi hasilnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujarnya setelah memeriksa kondisi siswa. 

Dugaan awal penyebab keracunan adalah makanan yang disajikan kurang matang.

Kunari menjelaskan, pengelola Satuan Pelaksanaan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Kodim 0726/Sukoharjo mengakui bahwa menu ayam yang disajikan tidak sepenuhnya matang.

“Biasanya kalau kurang matang dari bau tidak, kalau dari bentuk tidak juga, teksturnya agak gimana gitu, jadi anak langsung mengeluh sakit perut,” terang Kunari. 

Sementara itu, Kepala SD Negeri Dukuh 03, Lilik Kurniasih, mengatakan jika keracunan puluhan siswa itu terjadi pada pukul 09.30 WIB.

Menu yang disajikan pada hari itu terdiri dari nasi putih, ayam tepung, tumis wortel tahu, buah naga, dan susu. 

"Ada yang merasa mual, pusing, dan ada satu anak yang muntah," ungkap Lili.

Sejumlah anak yang mengalami keracunan tersebut berasal dari kelas 1 hingga 6.

Setelah gejala muncul, pihak sekolah segera menghubungi tim SPPG dan petugas kesehatan dari Puskesmas Sukoharjo Kota untuk penanganan lebih lanjut. 

Selain itu, dilakukan penarikan makanan yang tersisa untuk mencegah kejadian serupa.

Tak jauh berbeda dengan Sukoharjo, sejumlah siswa di SD Negeri 03 Nunukan Selatan, Nunukan, Kalimantan Utara, juga mengalami diare setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (13/1/2025).

Beberapa guru yang turut mengonsumsi makanan tersebut juga mengalami gejala serupa. 

Kepala Sekolah SDN 03 Nunukan Selatan, Hairuddin, mengungkapkan bahwa beberapa murid tidak masuk sekolah pada hari kejadian, sehingga sisa makanan diberikan kepada guru.

“Beberapa guru ada juga yang terkena diare. Jadi ada murid yang tidak masuk sekolah, dari pada dibuang (jatah makannya), kita persilahkan gurunya menikmatinya,” ujar Hairuddin, Kamis (16/1/2025). 

Gejala mual dan diare muncul pada malam hari setelah makan. 

Hairuddin menduga penyebabnya adalah menu MBG yang sudah tidak layak, dengan beberapa lauk yang sudah basi. 
“Kami menduga, menu pengantaran makan pagi yang tidak habis, dibagikan untuk menu pengantaran siang. Karena memang ada lauk yang basi, ada juga yang masih bagus. Begitu juga anak murid kami, ada juga yang tidak mengalami diare, mungkin kebagian lauk yang bagus,” jelas Hairuddin. 

Sebagai langkah lanjut, pihak sekolah menggelar pertemuan dengan penanggung jawab dapur, pengawas, Bhabinsa, dan perwakilan BGN. 

Wadah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ditarik dari siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Dukuh 03, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), setelah mengalami keracunan pada Kamis (16/1/2025).
Wadah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ditarik dari siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Dukuh 03, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), setelah mengalami keracunan pada Kamis (16/1/2025). ((KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati))

Baca juga: Polisi Selidiki Rumah di Limboto Gorontalo Diduga Sarang Prostitusi

Dalam pertemuan tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjanji untuk mengevaluasi dan memperbaiki layanan mereka.

Hairuddin menegaskan, kejadian ini harus menjadi perhatian serius untuk memastikan program MBG yang bertujuan mulia tidak tercoreng oleh kejadian yang tidak seharusnya terjadi. 

“Saya berharap, kasus ini menjadi perhatian serius semua pihak yang bertanggung jawab atas program nasional ini,” tegasnya. 

Sementara itu Kepala Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, juga menanggapi kejadian tersebut. 

Ia menyatakan bahwa insiden keracunan di Sukoharjo akan menjadi bahan evaluasi bagi Badan Gizi Nasional (BGN). 

“Kejadian semacam ini akan menjadi evaluasi yang amat penting bagi BGN untuk memperketat pelaksanaan SOP dalam setiap rantai proses penyiapan MBG,” ujar Hasan, Kamis (16/1/2025). 

Hasan memastikan bahwa anak-anak yang sempat menjadi korban sudah ditangani di Puskesmas dan kini kondisinya membaik.

Sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan sedang diperiksa oleh Dinas Kesehatan. 

“Saat ini sampel makanan yang disiapkan di SPPG (Sukoharjo) tersebut sedang diperiksa,” tambahnya. 

Hasan menjelaskan bahwa BGN telah menetapkan SOP yang ketat dalam program MBG. 

Setiap SPPG harus menyimpan sampel makanan selama 2x24 jam untuk memastikan kualitasnya. 

Jika terjadi insiden seperti di Sukoharjo, makanan yang sudah disajikan akan segera ditarik dan diganti dengan menu lain. 

“Sehingga kalau ada kejadian yang tidak diinginkan, penyebabnya bisa dilacak dengan cermat,” jelasnya.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puluhan Siswa di Sukoharjo dan Nunukan Alami Keracunan Makanan Usai Santap Menu MBG"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved