Berita Sulutenggo
Begini Cara Petani Bolmong Produksi Minyak Nilam Seharga Rp 1,7 Juta per Kg
Julpan, seorang pekerja di tempat penyulingan minyak Nilam, berbagi penjelasan tentang proses penyulingan daun Nilam hingga menjadi minyak Nilam yang
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Minyak Nilam kini menjadi primadona di kalangan petani di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara.
Harga yang fantastis, yakni mencapai Rp 1,7 juta per kilogram, menjadi daya tarik utama para petani untuk membudidayakan tanaman ini.
Julpan, seorang pekerja di tempat penyulingan minyak Nilam, berbagi penjelasan tentang proses penyulingan daun Nilam hingga menjadi minyak Nilam yang bernilai tinggi.
Menurutnya, proses ini memerlukan ketelitian dan waktu yang tidak singkat.
Baca juga: 3 Desa di Kecamatan Tilamuta Gorontalo Terima Dana Desa Miliaran Rupiah
Julpan menjelaskan bahwa tanaman Nilam dapat dipanen enam bulan setelah ditanam. Setelah panen, daun Nilam dijemur hingga kering untuk memastikan hasil minyak yang melimpah.
"Setelah dijemur hingga kering, daun Nilam dimasukkan ke dalam tong penyulingan. Proses penyulingan ini memerlukan pembakaran selama kurang lebih 15 jam untuk kapasitas satu tong berisi lebih dari 10 karung daun Nilam. Jika kapasitasnya kurang dari 10 karung, proses hanya membutuhkan waktu sekitar 8 jam," ungkap Julpan pada Selasa (14/01/2025).
Dalam tahap pembakaran, uap minyak Nilam yang dihasilkan disuling menggunakan pipa khusus.
Proses ini serupa dengan metode penyulingan cap tikus yang populer di daerah tersebut.
"Dalam waktu 12 jam, uap minyak Nilam akan keluar melalui pipa yang telah dirancang sedemikian rupa. Uap tersebut kemudian dipisahkan dari air untuk mendapatkan minyak murni," jelasnya.
Baca juga: Mulai Februari 2025, Warga Indonesia yang Ulang Tahun Bisa Periksa Kesehatan Gratis, Begini Caranya
Di tahap akhir, minyak Nilam melewati pipa khusus hingga jatuh ke wadah yang telah disiapkan. Wadah ini berisi campuran air dan minyak yang harus dipisahkan.
"Minyak Nilam akan mengapung di bagian atas, sementara air berada di bawahnya. Setelah dipisahkan, minyak Nilam murni akan diisi ke dalam jerigen untuk ditimbang," tambah Julpan.
Setelah proses penyulingan selesai, minyak Nilam yang telah diisi ke dalam jerigen siap untuk dijual.
"Jika sudah masuk jerigen, berarti itu sudah minyak Nilam asli. Tinggal dihitung beratnya dan langsung dibayar oleh bos," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Proses-penyulingan-minyak-nilam.jpg)