Rabu, 18 Maret 2026

Kuota Jemaah Haji Indonesia 2025

221 Ribu Jatah Kuota Haji Indonesia 2025, Begini Rinciannya per Provinsi, Gorontalo Dapat Berapa?

Indonesia kebagian jatah kuota haji di tahun 2025 sebesar 221 ribu jemaah haji. 221 ribu itu akan dibagi ke seluruh Provinsi di Indonesia.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto 221 Ribu Jatah Kuota Haji Indonesia 2025, Begini Rinciannya per Provinsi, Gorontalo Dapat Berapa?
TRIBUN-TIMUR.COM
ilustrasi seorang jemaah haji berdoa di depan ka'bah 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Indonesia kebagian jatah kuota haji di tahun 2025 sebesar 221 ribu jemaah haji.

221 ribu itu akan dibagi ke seluruh Provinsi di Indonesia.

Lantas berapakah kuota jemaah haji dari Provinsi Gorontalo?

Dilansir dari Kementerian Agama RI, Provinsi Gorontalo mendapatkan kuota sebesar 978 jemaah haji yang akan diberangkatkan ke tanah suci.

Kuota jemaah haji di Provinsi Gorontalo pada tahun 2025 ini mengalami penurunan ketimbang kuota haji sebelumnya.

Baca juga: 105 Jemaah Haji Kloter 14 UPG Tiba di Gorontalo

Kuota jemaah haji Gorontalo pada tahun 2024 sebesar 1004 orang, sedangkan di tahun 2025 hanya 978 orang.

Hal ini menunjukkan adanya pengurangan kuota sekira 27 orang.

Berikut rincian pembagian kuota jemaah haji Indonesia tahun 2025

Pada tahun 2025, Indonesia mendapatkan kuota jemaah haji sebanyak 221.000 orang. 

Angka tersebut terdiri dari 203.320 haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus.

Adapun rincian dari 203.320 haji reguler adalah sebagai berikut:

  • Kuota jemaah haji tahun berjalan: 190.897 orang
  • Kuota prioritas jemaah haji lanjut usia: 10.166 orang
  • Kuota pembimbing dari unsur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah: 685 orang
  • Kuota Petugas Haji Daerah: 1.572 orang

Berikut adalah rincian kuota haji reguler per provinsi:

Baca juga: 1.004 Jemaah Haji Pulang ke Gorontalo, Ini Jadwal Kedatangannya

  • Aceh: 4.378
  • Sumatera Utara: 8.328
  • Sumatera Barat: 4.613
  • Riau: 5.047
  • Jambi: 2.909
  • Sumatera Selatan: 7.012
  • Bengkulu: 1.636
  • Lampung: 7.050
  • DKI Jakarta: 7.926
  • Jawa Barat: 38.723
  • Jawa Tengah: 30.377
  • D.I.Yogyakarta: 3.147
  • Jawa Timur: 35.152
  • Bali: 698
  • Nusa Tenggara Barat: 4.499
  • Nusa Tenggara Timur: 668
  • Kalimantan Barat: 2.519
  • Kalimantan Tengah: 1.612
  • Kalimantan Selatan: 3.818
  • Kalimantan Timur: 2.586
  • Sulawesi Utara: 713
  • Sulawesi Tengah: 1.993
  • Sulawesi Selatan: 7.272
  • Sulawesi Tenggara: 2.019
  • Maluku: 1.086
  • Papua: 1.076
  • Bangka Belitung: 1.065
  • Banten: 9.461
  • Gorontalo: 978
  • Maluku Utara: 1.076
  • Kepulauan Riau: 1.291
  • Sulawesi Barat: 1.453
  • Papua Barat: 723
  • Kalimantan Utara: 416

Dari rincian di atas, jumlah calon jemaah haji terbanyak berasal dari Jawa Barat sebanyak 38.723 orang, disusul Jawa Timur sejumlah 35.152 orang.

Biaya Haji 2025 Turun

Pemerintah juga menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1446 Hijriah atau 2025 Masehi turun jika dibandingkan dengan biaya haji 2024.

Tahun 2024, besaran BPIH adalah Rp93.410.286,00.

Baca juga: Alhamdulillah! Biaya Haji di Tahun 2025 Tinggal Rp 55,5 Juta, Begini Rinciannya

Sementara BPIH tahun 2025 yang disepakati adalah Rp89.410.258,79 dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp16.000 dan 1 SAR sebesar Rp4.266,67.

Adapun BPIH terdiri dari dua komponen, yakni:

1. Komponen yang dibayar langsung oleh jemaah haji atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

2. Komponen Nilai Manfaat yang bersumber dari hasil optimalisasi dana setoran awal jemaah haji. 

“BPIH yang dibayar jemaah, rata-rata sebesar Rp55.431.750,78 atau 62 persen dari total BPIH 2025. Sisanya yang sebesar 38 persen atau rata-rata sebesar Rp33.978.508,01 dialokasikan dari nilai manfaat,” terang Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin (6/1/2024).

Sebagai tambahan informasi, Indonesia pada 2025 mendapatkan 221.000 kuota. 

Angka tersebut terdiri atas 201.063 jemaah reguler murni, 1.572 petugas haji daerah, dan 685 adalah pembimbing KBIHU. 17.680 jemaah haji khusus.

Layanan Jemaah Haji 2025

1. Transportasi

Ada 3 maskapai yang memenuhi syarat dan teknis, yakni Garuda Indonesia, Lion Group dan satu maskapai luar negeri yakni Saudia Airlines.

"Kami memiliki dasar, di antaranya adalah pengalaman yang dimiliki masing-masing maskapai, hal yang terkait dengan on time performance (OTP) dan lainnya, itu menjadi perhatian kita semua," sebut Hilman Latief dalam Rapat bersama Tim Panja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1446 H di Senayan, Jakarta, Senin (6/1/2025).

"Transportasi yang disiapkan di Arab Saudi mencakup bus antar kota perhajian, masyair, dan bus shalawat.

2. Akomodasi

Hilman menjelaskan bahwa untuk akomodasi di Makkah, pihaknya memprioritaskan faktor kelayakan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan akses menuju Masjidil Haram. 

Berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama, jarak maksimal hotel yang digunakan adalah 4.500 meter dari Masjidil Haram.

"Dan harus menggunakan satu kali rute bus shalawat," paparnya.

"Sementara untuk di Madinah, jarak terjauh hotel dari Masjid Nabawi adalah 1000 meter," tambah Hilman.

3. Konsumsi

Ditjen PHU Kemenag menyediakan 27 kali makan di Madinah dan 84 kali makan selama 28 hari di Makkah, satu kali makan saat kedatangan dan 16 kali saat di Arafah-Muzdalifah-Mina

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved